. ";s:18:"ihaf_insert_footer";s:0:"";s:16:"ihaf_insert_body";s:0:"";s:21:"_transient_doing_cron";s:33:"1596417378.3123149871826171875000";}}

inspirasi

Mengenal Pohon Sahabi, ‘Sahabat’ Nabi Muhammad yang Masih Hidup Hingga Kini

By  | 

Membicarakan tentang kisah hidup Nabi Muhammad SAW memang selalu menarik. Banyak kisah yang bisa diteladani dari sang Nabi.

Salah satunya mengenai kisah para sahabat. Memiliki banyak sahabat yang juga berjuang demi agama, Nabi Muhammad SAW ternyata memiliki ‘sahabat’ yang sekaligus menjadi saksi hidupnya. Ialah pohon Sahabi.

Pohon besar nan rimbun yang berdiri di Yordania, tepatnya 150 kilometer dari Kota Amman ini kerap menjadi perhatian banyak orang, khususnya umat Islam.

Bukan sembarang pohon, pohon Sahabi ini diyakini pernah menjadi tempat berteduh Nabi Muhammad. Pohon ini bahkan masih berdiri kokoh hingga kini.

Baca juga: Dikenal Sebagai Istri Soekarno Paling Cantik, Ratna Sari Dewi Kini Eksis Jadi Youtuber

Jadi saksi pertemuan Rasulullah SAW dengan Biarawan Nasrani

Mengenal Satu-satunya 'Sahabat' Nabi Muhammad yang Masih Hidup, Bertahan Hingga 1400 Tahun

(foto: liputan6)

Muhammad Ibn Jarir At-Tabari, seorang pakar tafsir menceritakan kisah pendeta Buhaira yang bertemu dengan Muhammad yang saat itu baru berusia 9 atau 12 tahun.

Saat itu sang Nabi sedang menyertai pamannya, Abu Thalib, dalam perjalanan dagang ke Suriah. Dalam perjalanan, rombongan bertemu dengan Buhaira yang merupakan pendeta Nasrani. Buhaira pun mengajak rombongan pedagang itu beristirahat di rumahnya.

Sebelumnya, Buhaira sempat mendapatkan firasat bahwa ia akan bertemu dengan calon Nabi terakhir. Ia melihat satu persatu tamunya namun tak melihat tanda-tanda mukjizat.

Ternyata ada yang tak masuk ke rumahnya. Ialah Muhammad kecil yang menunggu di bawah pohon Sahabi demi menjaga unta-unta mereka. Setelah diamati, ia pun takjub dengan tanda kenabian yang dimiliki Muhammad kecil.

Tanda-tanda kenabian dan pesan Buhaira kepada Abu Thalib

Mengenal Satu-satunya 'Sahabat' Nabi Muhammad yang Masih Hidup, Bertahan Hingga 1400 Tahun

(foto: rakyatku)

Buhaira pun memberitahu Abu Thalib terdapat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad kecil. Saat itu ia mengungkapkan tanda kenabian itu berupa awan yang selalu memayungi Muhammad dari teriknya sinar matahari sepanjang perjalanannya.

Tidak hanya itu, Buhaira juga melihat tanda lainnya. Yakni ketika Muhammad sedang duduk di bawah pohon Sahabi, ranting-ranting pohon itu berusaha menutupi Muhammad agar tak terkena teriknya cahaya matahari.

Atas tanda-tanda tersebut, Buhaira pun berpesan pada Abu Thalib agar senantiasa menjaga ponakannya karena ia yakin suatu saat ia akan membawa keberkahan dan keteladanan bagi umat manusia.

Baca juga: Inilah Fakta Unik Hagia Sophia, Kembali Jadi Masjid & Jadi Simbol Dua Agama

Mampu bertahan di ganasnya gurun Yordania selama ribuan tahun

Mengenal Satu-satunya 'Sahabat' Nabi Muhammad yang Masih Hidup, Bertahan Hingga 1400 Tahun

(foto: tribunnews)

Terletak di bagian utara padang pasir Yordania, pohon ini berdiri kokoh dalam kesendirian. Bahkan dalam radius ratusan kilometer, tak ada pohon lain yang menemani Sahabi. Pohon ini bahkan disebut sudah bertahan selama 1400 tahun.

Pohon yang dijuluki ‘The Only Living Sahabi’ ini bahkan menjadi satu-satunya sahabat Nabi Muhammad SAW yang masih hidup.

Karena usianya yang sangat tua dan mampu hidup di tengah pada pasir inilah, pohon ini dianggap sebagai bukti kenabian Muhammad SAW.

Pohon ini kini dilindungi pagar dan kondisinya dipantau secara rutin. Namun walaupun dipagar, siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah  cabangnya yang rimbun.

Ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad usai mempelajari sejumlah literatur

Mengenal Satu-satunya 'Sahabat' Nabi Muhammad yang Masih Hidup, Bertahan Hingga 1400 Tahun

(foto: detik)

Penemuan kembali pohon ini ternyata terjadi secara tak sengaja. Dilansir dari Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad yang baru kembali dari pendidikannya di Universitas Cambridge ditugaskan oleh sang paman, Raja Hussain untuk bekerja di Perpustakaan Kerajaan.

Ia pun memeriksa berbagai arsip negara dan sejumlah literatur. Terutama dokumen yang membahas mengenai pohon pada masa Raja Abdullah I yang tak dimasukkan sebagai situs suci saat pendataan.

Sejumlah ilmuwan dan cendekiawan pun diminta untuk memeriksa area tersebut. menurut pengamatan, pohon tua itu ternyata pohon yang ada dalam caatan Bahira. Dilansir dari Green Prophet, Pangeran Ghazi juga menyebutkan “Rasulullah duduk di bawah pohon ini.”