inspirasi

Mengenal Henk Sneevliet, Pria Belanda Pembawa Ajaran Komunisme ke Indonesia

Penulis:   | 

Membahas tentang komunisme di negeri ini, sepertinya kurang lengkap kalau tidak menyebut nama Henk Sneevliet.

Sejak Indonesia masih di bawah pemerintah kolonial Belanda, ia sudah membawa pemikiran komunisme, marxisme, dan radikal ke Indonesia.

Rekam jejaknya di Indonesia memang singkat dan tidak terlalu banyak dibicarakan. Tapi ia dianggap sebagai ‘sesepuh’ dan guru untuk para pendiri Partai Komunis Indonesia.

Orang-orang yang jadi muridnya kemudian jadi pemimpin generasi awal PKI.

Baca juga: Awalnya Dikenal Religius, Beginilah Sosok DN Aidit Hingga Jadi Petinggi PKI

Henk Sneevliet berasal dari keluarga miskin dan menjadi pekerja biasa

Mengenal Henk Sneevliet, Pembawa Ajaran Komunis ke Indonesia

(foto: quora)

Henk Sneevliet memiliki nama lengkap Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet.

Ketika lahir di Belanda tahun 1883, kondisi keluarganya miskin. Kondisi miskin itulah yang menjadi semacam pembuka jalan untuk kehidupannya.

Dekat dengan lingkungan buruh memantapkan pandangannya menjadi seorang sosialis yang radikal dan komunis.

Bukan dari kalangan yang punya pengaruh besar, tidak banyak catatan awal hidupnya yang diabadikan sejarah. Usai menamatkan pendidikan, ia menjadi pekerja biasa, seperti anak muda pada umumnya.

Pekerjaan awalnya juga tidak diawali dari dunia bisnis atau politik, tapi kerja pada industri kereta api di Zutphen, Belanda.

Menjadi ketua serikat buruh Belanda dan dikenal sebagai pemimpin yang radikal

Mengenal Henk Sneevliet, Pembawa Ajaran Komunis ke Indonesia

(foto: idsejarah)

Pekerjaan awalnya memperkenalkan pada kelompok Nederlandse Vereniging van Spoor-en Tramweg Personeel (NVSTP) atau Perhimpunan Buruh Kereta Api di Belanda dan Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP) atau Partai Buruh Sosial Demokrat.

Saat dilaksanakan pemilihan umum tahun 1907, ia terpilih untuk mewakili SDAP. Kariernya melejit, tahun 1911 ia terpilih untuk memimpin serikat buruh Belanda.

Saat itu ia sudah dikenal karakternya sebagai seorang pemimpin radikal. Tapi masa kedudukannya tidak lama karena adanya konflik dan gesekan yang menjadikannya terasing dan akhirnya meninggalkan Belanda.

Setelah ia jadi ketua serikat buruh, ada aksi mogok dari para pelaut tahun 1911. Anggota dari Serikat Buruh ikut dalam aksi yang radikal.

Akan tetapi, sebagian besar anggota dari SDAP menentang. Saat itulah ia memutuskan untuk pindah ke Hindia Belanda.

Baca juga: Asal Usul Sumur Lubang Buaya, Lokasi Tempat Pembuangan Korban G30S/PKI

Henk Sneevliet pindah ke Surabaya dan mulai membangun pergerakan yang jadi cikal bakal PKI    

Mengenal Henk Sneevliet, Pembawa Ajaran Komunis ke Indonesia

(foto: quora)

Tahun 1913 ia mendarat di Hindia Belanda, tepatnya di Surabaya. Punya banyak kenalan di Hindia Belanda, ia dengan cepat mendapatkan pekerjaan baru.

Andal dalam hal penulisan di media massa, ia pun menjadi editor di surat kabar Soerabaiaasch Handelsblad. Meski sudah pindah jauh, tapi perjuangannya tidak berakhir.

Masih sejalan dengan latar belakangnya sebagai buruh perusahaan kereta api, ia pun bergabung bersama Vereniging van Spoor-en Tramweg Personeel (VSTP) atau Perhimpunan Buruh Kereta Api di Hindia Belanda.

Selain menulis di media massa, ia juga pandai dalam hal propaganda dan orasi. Karena itu tidak sulit baginya membentuk Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) yang membawa ideologi sosialis. ISDV inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakalnya PKI.

Di awal kehadiran, ia memang fokus dengan sosialisme, belum komunisme. Anggota ISDV mayoritas orang Eropa, kemudian mulai dibesarkan oleh orang-orang Batavia dan Semarang.

Banyak meninggalkan jejak di Semarang sebelum kembali ke Belanda

 Pembawa Ajaran Komunis ke Indonesia

(foto: geocities)

Selain tinggal di Surabaya dan membangun pergerakan di Batavia, nama Henk Sneevliet sebenarnya lebih banyak meninggalkan jejak di Semarang.

Di sanalah ia bertemu dengan murid ideologisnya, para tokoh organisasi Sarekat Islam (SI) yang direkrut ke dalam ISDV.

Ia memang hanya lima tahun melakukan pergerakan di Hindia Belanda. Di sisi lain, pemerintah kolonial khawatir dengan gerakannya bersama ISDV yang begitu agresif.

Sejak 1918 ia terpaksa kembali ke Belanda, tapi tetap memantau kemajuan ISDV. Meski ditinggalkan, tokoh Sarekat Islam seperti Semaoen Darsono, dan Alimin kemudian berperan besar dalam perkembangan komunisme di Indonesia.

Tahun 1920 dalam kongres ke-7 ISDV bertempat di Gedung Sarekat Islam Semarang, Partai Komunis Indonesia (PKI) resmi didirikan. Semaoen menjadi ketuanya dan Darsono menjadi wakil ketua.