inspirasi

Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

Penulis:   | 

Suku Apache di Amerika merupakan salah satu penduduk asli yang bermigrasi ke wilayah Meksiko sejak abad pertengahan. Suku yang terbiasa hidup nomaden dikenal tangguh dalam pertempuran.

Bahkan Angkatan Darat dari Amerika Serikat juga mengakui kekuatan mereka. Salah satu tokoh yang terkenal dari suku Apache adalah Geronimo.

Ia dikenang karena aksinya memimpin pasukan dalam beberapa pertempuran dengan militer Meksiko atau Amerika.

Meskipun sampai akhir hayatnya banyak yang mengagumi keberaniannya, tapi juga tidak sedikit yang menganggapnya teroris.

Baca juga: Menguak Misteri Kraken, Makhluk Moster Laut yang Melegenda

Sejak masih kecil diberi didikan sebagaimana orang-orang Suku Apache

Mengenal Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

(foto: artrep)

Geronimo dilahirkan pada bulan Juni 1829 di daerah Sonora yang sekarang termasuk ke negara Meksiko. Sejak masih kecil, ia diberi pendidikan berdasarkan prinsip hidup dan nilai-nilai yang diyakini Suku Apache.

Kakeknya yang bernama Mahko adalah pemimpin dari kelompok Bedonkohe atau bagian dari Suku Apache. Leluhurnya sepanjang sejarah memang kerap bertempur untuk melawan bangsa Spanyol atau Meksiko.

Ia termasuk anggota kelompok terkecil Suku Apache. Apache sendiri merupakan kumpulan suku berbeda, tapi saling terkaitan di wilayah Amerika Utara.

Meski diberi didikan keras seperti para pendahulunya, sebenarnya ia bisa dibilang masyarakat biasa. Baru ketika ada sebuah peristiwa yang mengguncang dirinya, ia berubah.

Memusuhi orang Meksiko selama hidup karena membunuh keluarganya

Mengenal Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

(foto: wbur)

Begitu ditinggal sang ayah meninggal, ia dibawa sang ibu untuk tinggal dengan kelompok Tchihende. Pada usianya yang ke-17 tahun, ia sudah menikah. Suatu hari yang tercatat tanggal 5 Maret 1858, ia sedang berdagang.

Saat itu memang masih berkecamuk perang antara Meksiko dan Amerika. Ada 400-an tentara dari Meksiko yang menyerang kamp pertahanannya di Janos. Pada serangan itulah, ia mendapat cobaan yang besar.

Ibunya, istrinya, dan ketiga anaknya tewas. Lantaran kehilangan orang-orang yang dicintainya, ia jadi sangat memusuhi orang-orang Meksiko selama hidupnya.

Bersama dengan pengikutnya, ia sering membalas serangan dan berpaya membunuh semua orang Meksiko yang ditemuinya. Saat ada tawaran untuk berdamai, ia selalu menolak.

Namanya sering disebut di medan pertempuran yang masih memanas

Mengenal Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

(foto: bunk-history)

Ia sempat menghimpun ratusan orang untuk menyerang orang-orang yang sudah membunuh keluarganya.

Tidak kunjung menemukan pelakunya, ia bahkan sampai menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menuntaskan dendamnya.

Usahanya untuk balas dendam membuat seorang Kepala Tchihende Mangas Coloradas mengirimnya ke kelompok pasukan khusus. Ia bergabung bersama tentara yang sudah terbiasa menggunakan peluru dalam pertempuran.

Tapi ia terlihat konsisten menyerang dan menerjang pasukan Meksiko dengan sebilah pisau yang tajam. Namanya berulang kali diteriakkan pasukannya sebagai bentuk pengobar semangat.

Baca juga: Mengenal Blackbeard, Bajak Laut Karibia yang Paling Legendaris di Dunia

Kelompoknya terancam ketika warga dan penambang emas datang dari Amerika

Mengenal Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

(foto: pinterest)

Ternyata pada tahun 1850-an, ia harus menghadapi musuh yang baru. Perang antara Meksiko dan Amerika sudah berakhir.

Meskipun berasal dari Amerika dan tinggalnya di Meksiko, ia selalu menampilkan identitas sebagai Suku Apache yang tradisional. Saat itu, teritori Meksiko diambil alih Amerika. Begitu juga daerah yang dikuasai oleh Suku Apache.

Ia kembali melakukan serangan dan penyergapan, termasuk menyerang kereta kuda milik pendatang. Sempat ada kesepakatan berhenti dari penyerangan dan pihak Amerika akan melindungi hal milik Suku Apache.

Tapi kesepakatan hanya berjalan beberapa tahun saja. Warga asing melanggar perjanjian dan menduduki wilayah Suku Apache.

Sempat jadi terkenal dan akhirnya menjalani sisa hidup sebagai tahanan perang

Mengenal Geronimo, Kepala Suku Apache Terakhir yang Melawan Tentara Meksiko

(foto: pinterest)

Di tengah kondisi yang tidak stabil, ia kembali agresif dalam memberi perlawanan.

Sampai akhirnya ia ditangkap oleh militer Amerika Serikat pada tahun 1877 dan dibawa ke daerah yang disebut dengan reservasi Apache di San Carlo.

Setelah berusaha beradaptasi dengan tempat barunya, ia ternyata bisa meloloskan diri pada tahun 1881. Meski diberi penjagaan ketat, ia bisa lolos. Banyak tentara Amerika yang berspekulasi bahwa ia memiliki kekuatan gaib.

Sosoknya begitu dikenal sebagai pejuang pemberani sekaligus pemberontak yang kontroversial. Tidak sedikit yang melabelinya teroris.

Di usia senjanya, ia begitu dikenal sebagai penjuang Suku Apache yang terakhir. Tapi ia wafat dalam kondisi sebagai seorang tahanan perang yang tidak boleh kembali ke kampung halaman.

Sejak 1850, ia berpindah beberapa kali antara Meksiko dan Amerika. Akhir hidupnya  dijalani di Oklahoma, sampai meninggal karena sakit pneumonia pada tanggal 17 Februari 1909.