inspirasi
10 Fakta Anak Kedua yang selalu Merasa tidak Adil
Mengetahui fakta anak kedua sangat penting bagi orang tua. Pasalnya, mereka yang menjadi anak kedua, seringkali merasa adanya ketidak adilan, terutama dalam mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
Anak kedua cenderung manja karena sudah terbiasa mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan juga kakak pertama.
Namun, setelah anak ketiga lahir, secara tidak langsung kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya secara utuh, kini harus terbagi.
Akibatnya, mereka akan memiliki sikap suka memberontak sehingga orang tua merasa bahwa mereka tidak bisa diandalkan.
Akhirnya, timbullah rasa tidak adil yang dirasakan oleh anak tengah. Nah, berikut adalah beberapa fakta anak kedua yang wajib diketahui oleh orang tua.
Baca juga: Ciri-ciri Anak Indie, tidak hanya Suka Berpuisi saja
1. Sulit diatur

(foto: istockphoto)
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa anak tengah biasanya suka memberontak, tidak seperti anak pertama yang lebih penurut. Sehingga, mereka akan sulit diatur dan bertindak semau mereka.
Itu terjadi karena mereka merasa bahwa orang tua kurang memperhatikan dan diperlakukan tidak adil.
Adanya ketidak adilan tersebut bisa terjadi karena anak kedua berada di tengah-tengah urutan anak, sehingga orang tua kerap tidak begitu perhatian dan peduli pada mereka.
Jika hal tersebut berangsur terus menerus dalam waktu yang cukup lama, maka kemungkinan besar dapat menimbulkan dampak buruk bagi psikologi anak tengah.
Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya sebagai orang tua harus merenungi kembali apakah sudah memperlakukan anak dengan baik atau belum.
2. Suka merendah diri

(foto: istockphoto)
Anak pertama merupakan anak yang selalu dinantikan. Tak heran, jika hampir semua orang tua merasa bangga terhadap mereka.
Anak pertama juga terlatih untuk menjadi anak yang mandiri sehingga bisa melakukan apapun sendiri dan dapat diandalkan.
Sementara, anak kedua selalu di manja bahkan tidak bisa mendapatkan kepercayaan dari orang tua dalam melakukan ataupun mengambil keputusan apapun.
Akibatnya, mereka akan merasa rendah diri dan merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil dari orang tua.
3. Tidak suka dibanding-bandingkan

(foto: istockphoto)
Memiliki tiga orang anak yang tingkat kemampuannya berbeda, membuat orang tua terkadang tidak sadar memnading-bandingkan mereka.
Walau hanya dengan kalimat meminta salah satu anak dengan kemampuan rendah untuk meniru anak yang memiliki kemampuan tinggi.
Kalimat tersebut terkadang dapat menyinggung perasaan anak, dan mengira bahwa orang tua selalu membanding-bandingkan dan tidak adil.
Oleh sebab itu, biasanya anak tengah atau kedua merasa tidak suka dibanding-bandingkan.
Hal tersebut dikarenakan mereka memiliki tingkat emosional yang lebih besar, dimana tingkat emosi tersebut berasal dari kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
4. Selalu mencari perhatian

(foto: istockphoto)
Anak tengah biasanya akan selalu mencoba mencari perhatian dari orang tua karena berada diantara anak sulung dan anak bungsu, sehingga biasanya mereka kerap dilupakan.
Biasanya, orang tua tidak menyadari bahwa mereka tengah mencoba mencari perhatian agar bisa mendapatkan kasih sayang.
Adapun cara anak tengah mencari perhatian orang tua adalah seperti seringkali mengajukan banyak pertanyaan, mengajak bermain orang tua, bahkan mereka akan berbuat nekat dengan menjadi anak nakal dan selalu berbuat onar.
Jadi, jika anak tengah selalu berbuat hal di luar kendali dan suka bandel, berarti mereka sedanga mencari perhatian orang tua. Dan jika kamu sebagai orang tua memiliki anak demikian, maka cobalah untuk memahaminya.
5. Merasa sendiri

(foto: istockphoto)
Banyak yang menganggap bahwa anak kedua merupakan anak yang terlupakan. Pasalnya, tanpa sadar orang tua lebih mencintai dan menyayangi anak sulung dan anak bungsu dibanding mereka.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi anak kedua untuk memilih menyendiri. Mereka merasa telah gagal mendapatkan perhatian dari orang tua.
Jika hal tersebut terus berlanjut, maka kemungkinan besar akan berpengaruh pada perkembangan mental anak.
Mereka akan cenderung menjadi anak pendiam dan penutup yang tidak ingin berbagi permasalahan dengan orang lain, termasuk dengan orang tuanya sendiri.
Baca juga: 10 Tema Prewedding Unik dan Menarik untuk Photoshoot
6. Memiliki kreatifitas tinggi

(foto: istockphoto)
Salah satu fakta anak kedua adalah memiliki kreatifitas yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan kebiasaan yang dilakukan mereka dalam mencari perhatian orang tua.
Walaupun ini merupakan satu hal yang positif karena dapat meningkatkan tumbuh kembang serta kecerdasan anak, namun perlu ditelusuri kembali apa penyebab mereka melakukan kebiasaan tersebut.
Selain itu, kreatifitas anak juga harus didukung penuh oleh orang tua. Tidak hanya itu, sebagai orang tua yang baik juga harus bisa menuntun mereka agar tidak menyalahgunakan kreativitas yang mereka miliki.
7. Kompetitif

(foto: istockphoto)
Kompetitif atau sifat bersaing umum terjadi dan dimiliki oleh hampir semua orang, terutama anak kedua.
Anak tengah cenderung memiliki sifat kompetitif yang lebih besar dibandingkan dengan anak sulung maupun bungsu.
Hal tersebut dikarenakan, akan tengah selalu merasa kasih sayang yang diberikan orang tua kepada mereka tidak sama besar seperti yang diberikan kepada kakak dan adik.
Membentuk sifat kompetitif bukan tanpa tujuan. Mereka ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua jika mereka menjadi anak yang lebih unggul dibandingkan dengan anak sulung dan bungsu.
Sebagai orang tua, harus bisa menjadi penengah yang baik agar sifat kompetitif tersebut tidak semakin besar yang akhirnya dapat menimbulkan permusuhan dan perpecahan dalam keluarga.
8. Pintar bernegoisasi

(foto: istockphoto)
Anak kedua biasanya memiliki kemampuan dalam membuat lawan bicara menjadi tertarik dengan apa yang dibicarakan. sehingga, anak kedua lebih disegani untuk melakukan sebuah penawaran karena mereka pintar bernegoisasi.
Tidak hanya pintar dalam soal penawaran, anak kedua juga memiliki kemampuan yang cukup tinggi dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
Mereka juga sangat pintar dalam melerai saudara yang sedang bertengkar atau berdebat. Karakter ini bisa menjadi keunggulan dari anak kedua dan bisa dikatakan sebagai sifat yang sangat bermanfaat baik diri mereka sendiri maupun keluarga.
9. Pribadi yang menyenangkan

(foto: istockphoto)
Tidak semua anak kedua memiliki sifat pendiam dan suka menyendiri. Masih banyak dari mereka yang memiliki sifat ceria sehingga menjadikan mereka sebagai pribadi yang cukup menyenangkan.
Kepribadian ini tentu saja sangat bermanfaat bagi diri mereka sendiri. Sebab, mereka akan menghadapi segala sesuatu yang terjadi dengan pandangan positif.
Tidak hanya itu, kepribadian mereka juga dapat membuat orang lain merasa terhibur. Sehingga, tak jarang mereka mendapatkan pujian dari keluarga maupun orang lain.
10. Lebih suka memendam masalah

(foto: istockphoto)
Karena merasa tidak mendapat kasih sayang yang penuh dan adil dari orang tua, menjadikan anak kedua lebih suka memendam masalah sendiri.
Mereka merasa bahwa orang lain tidak akan peduli dengan masalah yang mereka hadapi walau sudah diberi tahu sekalipun.
Itulah mengapa mereka selalu memendam dan mencoba menyelesaikannya sendiri tanpa meminta bantuan dari orang lain.
Jika hal tersebut terus berlangsung, maka akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak. Sebab, permasalahan yang selalu dipendam akhirnya menjadi beban pikiran, yang akhirnya dapat meledak sewaktu-waktu.
Nah, itulah beberapa fakta anak kedua yang wajib diketahui. Sebagai orang tua, sebaiknya perlakukan setiap anak dengan adil. Berilah kasih sayang dengan takaran yang sama.
















0 comments