inspirasi

Cassie De Pecol, Perempuan Termuda di Dunia yang Kelilingi Seluruh Negara

By  | 

Apakah kamu punya cita-cita keliling dunia? Lebih tepatnya, pergi sendirian ke 196 negara di dunia? Cassandra de Pecol telah melakukannya.

Saat usia 27 tahun, ia bertekad mendatangi seluruh negara di dunia seorang diri. Tidak hanya liburan atau bersenang-senang tapi ia membawa misi yang mungkin bisa menginspirasi anak muda lain.

Baca: Hutan Aokigahara, Tempat Misterius di Jepang yang Sering Jadi Lokasi Bunuh Diri

Keliling dunia sudah menjadi salah satu impiannya sejak masih kecil

Cassie De Pecol, Perempuan Termuda di Dunia Yang Kelilingi Seluruh Negara di Bumi

(foto: lonelyplanet)

Cassandra de Pecol yang akrab disapa Cassie baru lulus kuliah ketika memutuskan untuk keliling dunia atau ia sendiri menyebutnya ekspedisi.

Ia sadar betul bahwa apa yang dilakukannya barangkali tidak pernah dilakukan oleh perempuan lain seusianya di dunia ini.

Jika kebanyakan orang mengatakan keliling dunia sebagai metafora semata, ia benar-benar berkunjung ke semua negara berdaulat di dunia ini.

Ia juga merasakan pengalaman bersosialisasi dengan orang-orang yang hidup di pedalaman negeri asing.

Impiannya sudah terpatri sejak kecil. Ingin mematahkan kesalahpahaman tentang wanita, ingin menguji ketahanan fisik dan mental, mengalami sebanyak mungkin peristiwa, dan tentunya meninggalkan warisan positif.

Butuh waktu tiga tahun untuk mengumpulkan modal dan merencanakan perjalanan

Cassie De Pecol, Perempuan Termuda di Dunia Yang Kelilingi Seluruh Negara di Bumi

(foto: abc)

Jadi seperti apa rasanya mengunjungi seluruh negara di dunia? Melalui TED Talks, ia merangkum kesan perjalanan ke dalam empat kata: Mengasyikkan, melelahkan, menakutkan, sekaligus membuka mata.

Tidak sedikit yang berpikir bahwa ia pasti kaya raya, sehingga bisa berkeliling dunia. Banyak yang mengira ia tidak harus bekerja keras untuk mewujudkan impiannya.

Ternyata ia harus bekerja keras mengumpulkan modal dan merencanakan perjalanan dengan matang.

Mengunjungi 196 negara dalam waktu 18 bulan tentunya bukan hal mudah. Ia butuh waktu tiga tahun untuk merencanakan dan mengumpulkan bekal perjalanan.

Dalam ekspedisinya, ia memutar otak untuk mendapatkan sponsor. Ia pun menghabiskan waktu berjam-jam mengembangkan rencana bisnis, membuat vlog, membuat film dokumenter pendidikan sehingga perjalanannya memberi banyak manfaat.

Untuk mengimbangi jejak karbon atas perjalanannya dengan pesawat, ia mengumpulkan sampel air dan menanam pohon di banyak negara.

Untuk membuat film dokumenter pendidikan, ia pun berusaha bertemu dengan walikota dan menteri.

Baca: Mitos Pelet Lintrik, Sihir Pemikat Hati yang Terkenal di Masyarakat Jawa

Banyak tantangan sepanjang perjalanan dan sempat berpikir untuk menyerah saja

Cassie De Pecol, Perempuan Termuda di Dunia Yang Kelilingi Seluruh Negara di Bumi

(foto: dailymirror)

Ia banyak menggunakan media sosial untuk menampilkan keindahan dunia dan mendorong orang lain untuk bepergian juga.

Yang terlihat di media sosialnya adalah keindahan dan kesenangan, walau ternyata ia sangat lelah bekerja 15 jam sehari. Belum lagi tentang rasa takut yang dirasakan.

Ia sempat tidak yakin apakah bisa kembali pulang. Dengan segala risikonya, ada kemungkinan untuk tidak bisa melihat keluarganya lagi. Pengalaman di beberapa negara di dunia sangat tidak terduga.

Beberapa aturan juga hampir mengakhiri ekspedisinya. Misalnya di Yaman yang merupakan negara ke-196 yang didatanginya.

Kedutaan Besar Amerika Serikat sempat tidak mengizinkannya untuk masuk karena tingginya aktivitas teroris di Yaman.

Setelah bisa masuk, ada drama baru bahwa pihak berwenang tidak mengizinkannya keluar.

Ia hadapi risiko besar terjebak di daratan Yaman, setelah sebelumnya dari Oman.

Tetapi setelah dua kali mencoba untuk melintasi perbatasan, ia akhirnya tiba di malam hari ketika gerbang baja berkarat didorong ke belakang. Ia akhirnya diizinkan untuk kembali ke Oman.

Menginspirasi anak muda di dunia untuk melakukan perjalanan juga

Cassie De Pecol, Perempuan Termuda di Dunia Yang Kelilingi Seluruh Negara di Bumi

(foto: mldspot)

Ada hal yang lebih sulit dari perkiraan sebelumnya, ketika negara-negara yang tidak mencap paspor. Jadi ia harus menemukan cara untuk mendokumentasikan bukti perjalanannya.

Ia mengumpulkan tiket perjalanan, foto, video, koordinat GPS, tagihan kartu kredit, log telepon, bahkan pernyataan saksi yang ditandatangani.

Ia sungguh totalitas melakukannya. Tidak sekadar memenuhi ambisi pribadi atau ingin memecahkan rekor dunia.

Meskipun pada akhirnya ia mencapai sesuatu yang membanggakan bagi sebagian besar orang.

Ia memecahkan rekor dunia sebagai perempuan termuda yang mengunjungi seluruh negara di dunia dalam waktu 18 bulan.

Apa yang dilakukannya banyak menginspirasi anak muda lainnya untuk membuka pandangan tentang dunia.

Pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat Sabtu malam kehabisan uang tunai di Kuba dan diperbolehkan menginap di rumah keluarga sopir taksi yang ditumpanginya.

Ia terharu di pagi harinya bahwa ternyata keluarga sopir taksi rela tidur di lantai dapur agar ia bisa tidur di kamar dan tidak kedinginan.

Meskipun seringkali sebagian sisi dunia memang keras dan menakutkan, tapi selalu ada orang baik yang menolong dengan tulus.