inspirasi

Asal Mula Burung Phoenix, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Keabadian

By  | 

Pernahkah kamu mendengar nama burung Phoenix? Mungkin beberapa orang sudah familiar dengan bentuknya di film, video game, atau bahkan motif batik.

Ciri khasnya yang berbulu kemerahan terlihat mencolok dan cukup menarik jika diperhatikan. Ukuran dan wujudnya secara detail cukup beragam.

Sejak zaman dahulu, China dan beberapa negara lain memiliki legendanya masing-masing tentang burung yang unik ini.

Baca juga: Isla de Las Munecas, Pulau dengan Koleksi Ribuan Boneka Menyeramkan

Memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dan dipakai untuk sesembahan 

Asal Mula Burung Phoenix, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Keabadian

(foto: pinterest)

Kemunculan legenda burung ini sebagai simbol keabadian sebenarnya tidak terjadi begitu saja, tapi melalui sejarah panjang.

Kemungkinan besar hewan ini sudah muncul di era Kaisar Huang Ti di China (2698-2598 SM). Saat itu coraknya digunakan untuk motif hiasan pakaian bangsawan.

Pada masa Dinasti Han (206-220 M), burung ini kembali muncul menjadi perangkat sesembahan dan simbol penghargaan untuk pemimpin negara.

Sejak periode Dinasti Han itulah, burung Phoenix dan naga dipakai jadi hiasan di istana. Phoenix di China disebut feng huang dan termasuk salah satu mahluk supranatural.

Tidak hanya di daratan China, burung ini juga ada di Yunani dan dianggap jadi simbol dari kehidupan baru.

Bagian-bagian tubuhnya menjadi sebuah simbol dari sifat manusia

Asal Mula Burung Phoenix, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Keabadian

(foto: wallpaper)

Sebagai makhluk mitologi yang kaya dengan metafora, bagian tubuh burung ini juga tidak lepas dari anggapan tertentu terkait sifat manusia.

Kepalanya adalah kebijaksanaan, punggungnya adalah sikap baik, sayapnya adalah tentang tanggung jawab, dadanya adalah rasa kemanusiaan, lalu perutnya merupakan sifat amanah.

Lam Kam Chuen, ahli feng shui China menuliskan bahwa burung ini termasuk makhluk mitologi yang tidak pernah mati.

Sambil terbang tinggi, burung ini melihat bentang alam dari kejauhan. Hal ini mirip seperti kemampuan manusia untuk mengumpulkan info soal lingkungan serta peristiwa di dalamnya.

Baca: Legenda Gumiho, Siluman Rubah Berekor Sembilan yang Berwujud Perempuan Cantik

Dipercaya berasal dari burung flamingo dan hadir ke dalam beberapa cerita 

Asal Mula Burung Phoenix, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Keabadian

(foto: wallpaperflare)

Sebagai makhluk mitologi yang melambangkan keabadian, burung ini hadir dalam beberapa cerita budaya populer. Di dalam cerita Harry Potter, Phoenix juga beberapa kali disebutkan.

Dari manakah aslinya burung Phoenix? Berdasarkan namanya, asal-usulnya dipercaya berasal dari burung flamingo.

Burung Flamingo sendiri memiliki nama Latin Phoenicopteridai. Asal katanya adalah Phoenicopterus atau Phoenix yang bersayap.

Tapi kalau dilihat dari bulunya yang mencolok, burung ini juga memiliki kedekatan dengan merak yang bulunya sangat indah.

Di China, burung ini pernah digambarkan dengan paruh ayam, leher seperti ular, dada angsa, dan ekor ikan. Bulunya memiliki lima warna; putih, hitam, hijau, merah, dan kuning.

Sekilas terlihat seperti seekor elang raksasa yang memiliki jejak berbentuk api di belakang ekor ke manapun arah terbangnya.

Disebut memiliki kehidupan abadi karena bantuan Dewa Matahari

Asal Mula Burung Phoenix, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Keabadian

(foto: goodtimes)

Seperti jenis burung lain, burung ini biasa terbang menjelajah ke banyak penjuru bumi. Suatu ketika Dewa Matahari menemukannya dan melihat warnanya yang menakjubkan.

Ekornya yang merah keemasan membuat dewa tidak mudah percaya. Dewa matahari pun turun mendekatinya.

Saat didekati, burung ini bernyanyi indah karena senang. Karena keindahannya, burung ini diberkati dengan kehidupan yang abadi.

Burung Phoenix yang mulai lemah akan masuk ke sarang yang dibuat sendiri. Di dalamnya, burung ini terbakar. Tapi sebelumnya menghasilkan telur yang menetas sendiri jadi bentuk awal.

Begitulah seterusnya menurut legendanya, dengan bantuan Dewa Matahari, burung ini dapat hidup abadi setelah ‘bangkit’ dari abu pembakaran dirinya sendiri.