inspirasi

Dianggap Angker, Segitiga Bermuda Jadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

Penulis:   | 

Banyak tempat misterius yang ada di bumi ini, salah satunya adalah Segitiga Bermuda yang membentang dari Bermuda, Florida, sampai Puerto Rico.

Karena seringnya terjadi hal aneh dan cenderung mengerikan di wilayah tersebut, Segitiga Bermuda makin menimbulkan penasaran karena dianggap angker.

Tidak sedikit mitos yang beredar dari tahun ke tahun. Tapi juga sudah banyak penelitian ilmiah yang berusaha menemukan fakta dari daerah perairan Samudra Atlantik itu. Sebenarnya, apa yang terjadi pada Segitiga Bermuda?

Baca juga: Jejak Suku Banjar yang Jadi Nenek Moyang Orang Madagaskar

Pertama kali disebutkan pada tahun 1964

Dianggap Angker, Segitiga Bermuda menjadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

(foto: theweek)

Sebutan Segitiga Bermuda sendiri pertama kali disebutkan oleh Vincent H. Gaddis pada Februari 1964 di Majalah Argosy dalam tulisan yang berjudul The Deadly Bermuda Triangle.

Kemudian pada tahun 1974 Charles Berlitz seorang penulis buku yang berjudul The Bermuda Triangle kemudian membuat wilayah misterius tersebut semakin terkenal di dunia.

Seperti yang diungkap oleh Becky Ferreira pada tulisan yang berjudul Atlantis, Aliens, and Time Warps: The Enduring Mystery of the Bermuda Triangle, mitos seputar Segitiga Bermuda tidak pernah luntur.

Ribuan orang menghilang di Segitiga Bermuda

Dianggap Angker, Segitiga Bermuda menjadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

(foto: techexplorist)

Dalam 500 tahun terakhir, seperti yang tercatat di The New York Times, ada 20 pesawat dan 50 kapal dengan ribuan orang menghilang ketika melintasi wilayah itu. Bahkan ketika namanya belum dikenal sebagai Segitiga Bermuda.

Misalnya yang dialami Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) pada tanggal 4 Maret 1918. Kapal yang memulai pelayaran melalui Laut Norfolk ke Rio De Janeiro demi memasok batu bara itu, hilang secara misterius beserta 309 penumpangnya.

Baca juga: Mengenal Ilmu Grafologi, Membaca Kepribadian Lewat Tulisan Tangan

Penyebab musibah itu belum diketahui

Dianggap Angker, Segitiga Bermuda menjadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

(foto: flickr)

Yang terbaru adalah kasus Pilot Nathan Ulrich saat terbang bersama Jennifer Blumin, CEO Skylight, serta kedua anaknya. Ini terjadi pada tanggal 13 Mei 2017.

Awalnya, pesawat pribadi itu menuju kota Titusville yang terletak di pantai timur Florida. Tapi naas, beberapa jam kemudian, US Coast Guard kehilangan kontak radar dengan pesawat tersebut.

US Coast Guard pun mengumumkan penemuan puing-puing pesawat sekitar 24 km di timur Eleuthera. Tapi, pesawat itu tiba-tiba hilang sepenuhnya dari radar dan tidak bisa dikontak.

Penyebab musibah itu belum diketahui sebab menurut penjaga pantai, tidak ada catatan cuaca buruk hari itu. Ulrich juga seorang pilot yang berpengalaman.

Banyak penelitian ilmiah yang berusaha menemukan kebenarannya

 menjadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

(foto: gotobermuda)

Sejumlah kabar tentang kapal atau pesawat yang hilang di area tersebut lalu dihubungkan dengan adanya pengaruh hal mistis sampai makhluk luar angkasa.

Padahal sebenarnya tidak melulu karena hal mistis atau horror. Peristiwa naas itu juga dapat dijelaskan dengan ilmiah.

Peneliti dari Aviation Safety Network seperti dilansir oleh Live Science, menjelaskan bahwa ada temuan ilmiah. Ini terkait alasan mengapa pesawat atau kapal yang melintasi kawasan itu bisa berbahaya.

Di sekitar Segitiga Bemuda memang memiliki aktivitas badai dan gelombang laut yang besar. Ini mempengaruhi kestabilan pesawat dan kapal yang melintas di sana.

Ditemukan awan berbentuk heksagon

  menjadi Perairan Paling Berbahaya di Dunia

(foto: livescience)

Merujuk penelitian dari NASA yang disampaikan oleh The Science Channel, bahwa 242 km dari pantai Florida dan sepanjang kepulauan Bahama, ada foto satelit yang mendapati bentuk awan yang aneh. Ditemukan awan berseri yang bentuknya heksagon atau segi enam.

Jika ditarik lurus, sebelah bawah awan berbentuk heksagon itu adalah kepulauan Bahama. Para ilmuwan mempercayai bahwa  ada juga angin kencang yang terekam di Laut Utara, dan itu cukup kuat menggerakan ombak yang tingginya 14 meter.

Sementara itu beberapa penelitian lain mengungkapkan tentang anomali magnetik yang tidak biasa pada daerah tersebut. Jadi seolah-olah setiap yang melintas di wilayah itu akan tertarik ke pusaran magnetis di perairan tersebut.

Terlepas dari beberapa hal ganjil dan penelitian ilmiah yang terus dilakukan, Segitiga Bermuda masih jadi tempat misterius.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.