inspirasi

Welwitschia Mirabilis, Tanaman Langka Afrika yang Ada Sejak Zaman Dinosaurus

By  | 

Di bumi ini ada banyak tanaman langka yang menakjubkan jika dilihat dari masa hidupnya. Welwitschia mirabilis adalah salah satu tanaman langka yang hidup di gurun pasir di sepanjang pantai Namibia, Afrika.

Tanaman langka yang diperkirakan sudah ada sejak zaman dinosaurus itu disebut juga Tumbuo atau Onyanga. Ada juga beberapa sebutan namanya dalam bahasa masyarakat lokal, seperti Khurub atau Kharos.

Pertumbuhannya bisa dibilang sangat lamban dan bentuknya tidak terlalu menarik. Tapi keunikannya sempat menarik minat para kolektor yang ingin berburu tumbuhan langka.

Yang menakjubkan adalah kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan ekstrim. Seluruh kerabat  tumbuhan ini sudah lama punah, tinggal satu spesies Welwitschia di Afrika.

Baca juga: Asal Usul Mitos Tuyul, Makhluk Halus yang Dipelihara untuk Mendatangkan Kekayaan

Welwitschia mirabilis hanya perlu menyerap sedikit air

Welwitschia Mirabilis, Tanaman Langka di Afrika yang Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

(foto: travelnewsnamibia)

Bunga betina dan jantan dari Welwitschia mirabilis posisinya terpisah. Penyerbukannya dibantu oleh serangga yang ingin mendapatkan madu pada bagian dalam bunganya.

Tanaman ini bisa menghasilkan ratusan biji setelah proses penyerbukan. Akan tetapi dari ratusan biji yang dihasilkan, hanya ada 1% peluang hidupnya.

Bijinya susah tumbuh karena curah hujan yang rendah dan daerahnya sangat panas.

Tapi, tumbuhan yang berhasil tumbuh bisa bertahan dalam periode yang sangat panjang. Welwitschia hanya perlu menyerap sedikit embun untuk mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi ekstrem gurun pasir Namibia.

Bertahan hidup di daerah yang kering sampai 5 tahun

Welwitschia Mirabilis, Tanaman Langka di Afrika yang Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

(foto: trekearth)

Daunnya cukup besar, meski hanya ada dua helai. Sejak pertama kali tumbuh, daunnya akan terus tumbuh dan membesar.

Akibat terik matahari dan angin, daunnya terbelah-belah, sebagian jadi lapuk seperti sudah mati dan jadi sampah.

Meskipun tampak seperti sampah daun yang mengering, tanaman langka tersebut mampu bertahan hidup tanpa hujan di daerah yang kering sampai 5 tahun lamanya.

Bagaimana tumbuhan ini bertahan dengan sedikit air? Di malam hari, kabut uap air laut sedang meningkat. Stomata pada daunnya terbuka lebar-lebar untuk menangkap kabut uap air dari Samudra Atlantik.

Stomata yang terbuka dapat menangkap banyak uap air. Sedangkan saat siang hari, hanya sedikit stomata yang terbuka untuk bisa mengurangi penguapan.

Baca juga: Paling Sepi di Dunia, Inilah Kota Monowi yang Penghuninya Hanya Satu Orang

Namanya diberikan untuk menghormati penemunya

Welwitschia Mirabilis, Tanaman Langka di Afrika yang Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

(foto: wikiwand)

Penemunya adalah Dr. Friedrich Welwitsch, seorang ahli Botani dari Austria. Tanaman unik itu dinamai dengan Welwitschia mirabilis sebagai penghormatan kepada penemunya yang pernah menjelajah di Angola dan Namibia.

Saat itu tahun 1859, Friedrich Welwitsch sedang mengeksplorasi flora dan fauna di sepanjang pantai Namibia. Sebutan mirabilis adalah berasal dari bahasa Latin yang artinya menakjubkan (marvelous).

Masyarakat Namibia menyebutnya Onyanga yang berarti bawang padang pasir. Mereka juga memanfaatkan tumbuhan ini untuk bahan masakan.

Dapat ditemukan pada satu wilayah saja di muka bumi

Welwitschia Mirabilis, Tanaman Langka Afrika yang Ada Sejak Zaman Dinosaurus

(foto: sciencephoto)

Diperkirakan bahwa tanaman Welwitschia telah hidup sejak zaman dinosaurus masih menguasai bumi. Meskipun demikian, tanaman ini bisa bertahan sampai sekarang dan termasuk spesies tertua di dunia.

Usianya sudah lebih dari seribu tahun. Sedangkan umur hidupnya rata-rata mencapai 400-1.500 tahun

Di pedalaman gurun pasir yang panas kering, tanaman ini bertahan hidup bertahun-tahun.

Batangnya tidak tumbuh meninggi ke atas tidak juga terlalu lebar ke samping, tapi hanya mengeras dalam ukuran lebar 8 meter dan tinggi sekitar 2 meter.

Tumbuhan purba ini hanya dapat ditemukan di satu wilayah di muka bumi, yaitu di gurun pasir Namibia dan sebagian Angola, sebelah barat laut Benua Afrika.