inspirasi

Terbuat dari Cacing, Omelet Cha Ruoi Jadi Menu Populer Khas Vietnam

By  | 

Setiap negara di dunia mempunyai makanan khas yang disukai karena rasanya. Beberapa di antaranya memiliki nama, bahan, atau tampilan yang unik, tapi ada juga yang ekstrim.

Misalnya di negara Vietnam, ada salah satu menu kuliner unik, yaitu cha ruoi atau omelet cacing. Sekilas bahannya membuat orang jadi merinding dan jijik untuk menyantapnya.

Tapi ternyata makanan ini cukup banyak disukai di Vietnam, khususnya di musim dingin.

Baca juga: Tak Sekedar Kartun, Adegan dalam Serial The Simpsons Ini Diyakini Jadi Kenyataan!

Cha ruoi terkenal sejak zaman dulu dan dibuat dengan campuran cacing laut

Terbuat dari Cacing, Omelet Cha Ruoi menjadi Menu Populer Khas Vietnam

(foto: baotintuc)

Masyarakat Vietnam sudah mengenal menu legendaris ini sejak beberapa abad yang lalu. Di lidah masyarakat Vietnam, makanan ini memiliki cita rasa yang spesial.

Tekstur omelet yang renyah di luar, tapi lembut di dalam, menghasilkan sensasi yang unik. Bahkan ada orang dari luar Vietnam yang mengatakan kalau rasanya seperti kaviar.

Jika tidak memperhatikan bentuknya, banyak yang tak menyangka bahwa bahannya dicampur dengan cacing.

Cacing yang dipilih juga bukan sembarang cacing, melainkan cacing laut palolo dari spesies khusus.

Karena hidupnya tidak berlangsung sepanjang tahun, cacing laut untuk bahan membuat cha ruoi dianggap istimewa.

Menjadi salah satu menu andalan masyarakat saat menjelang musim dingin

Terbuat dari Cacing, Omelet Cha Ruoi menjadi Menu Populer Khas Vietnam

(foto: vietnamtourism)

Cha ruoi adalah salah satu hidangan yang bersifat musiman di Vietnam.

Setiap akhir tahun di musim dingin, ada banyak tempat makan street food di Vietnam, khususnya di Hanoi yang menjual menu istimewa ini.

Sejak akhir musim gugur, makanan ini menjadi buruan oleh banyak masyarakat Vietnam. Cara makannya biasa disajikan saat hangat dan ditambah roti panggang sebagai pelengkapnya.

Cacing laut yang akan diolah hanya muncul saat mendekati musim dingin. Pada momen itulah orang-orang berusaha menangkapnya untuk menjadi cha ruoi.

Bukan cuma di Vietnam, sebenarnya cacing laut juga ada yang hidup di sekitar pesisir pantai Jepang, China, dan Indonesia.

Baca juga: Sekolah Bundar Bibai, Bangunan yang Populer untuk Uji Nyali

Banyak petani Vietnam yang mulai membudidayakan cacing di sawah dan danau

Terbuat dari Cacing, Omelet Cha Ruoi menjadi Menu Populer Khas Vietnam

(foto: toplist)

Cacing laut yang biasa ditangkap untuk diolah menjadi menu makanan biasanya mengalami proses epitoky atau pembentukan reproduktif di dasar lautan yang berlangsung beberapa kali tiap tahunnya.

Yang bisa dipanen hanyalah bagian yang terlihat terapung. Dahulu lalu, petani dan nelayan tidak mengerti kapan cacing-cacing muncul di permukaan laut.

Seolah-olah yang dapat menangkap hanya sedang beruntung saja.

Untuk menangkapnya harus melompat ke air kemudian menangkap kumpulan cacing yang muncul secepat mungkin menggunakan jala atau bahkan tangan kosong.

Tapi, sekarang petani Vietnam mulai banyak yang mengisi sawah dan danau dengan cacing palolo yang juga bisa hidup dalam lumpur.

Dengan cara dibudidayakan di sawah dan danau, petani bisa memantau waktu-waktu kemuculan cacing.

Saat tiba waktu dipanen, petani akan mengeringkan sawah atau danau agar prosesnya lancar.

Harga cacing cukup mahal, pedagang biasa mencampur cha ruoi dengan daging

Terbuat dari Cacing, Omelet Cha Ruoi menjadi Menu Populer Khas Vietnam

(foto: vina)

Karena termasuk spesies yang tidak tumbuh sewaktu-waktu, harga cacing laut palolo cukup mahal.

Meskipun bentuknya saat mentah menjijikkan bagi sebagian orang, kandungan proteinnya sangat baik untuk tubuh.

Untuk mengolah cha ruoi yang rasanya lezat, diperlukan campuran bawang bombay, parutan jeruk beserta kulitnya, serta rempah-rempah.

Sebelum dicampur dengan telur, sebelumnya cacing harus direbus agar aroma amisnya hilang.

Setelah matang, kadang bentuk cacingnya masih terlihat jelas. Jadi, butuh nyali yang besar saat pertama kali mencobanya.

Para penjualnya juga biasa mencampur bahan-bahan dengan daging cincang agar tampilannya lebih menarik dan harganya lebih terjangkau.

Kira-kira apa kamu berminat untuk mencicipi makanan khas vietnam ini?