inspirasi

Tepung Terigu Protein Rendah, Jenis-Jenis & Cara Memilih

Penulis:   | 

Tepung terigu protein rendah merupakan jenis tepung terigu yang cukup mudah ditemukan di pasaran.

Tepung ini bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan makanan, seperti kue kering, dan berbagai macam hidangan kue lainnya.

Sebelum kita memasuki pembahasan lebih lanjut mengenai tepung terigu protein rendah, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu tepung terigu dan apa saja jenisnya?

Tepung terigu merupakan bahan untuk membuat aneka kue, makanan, yang berasal dari biji gandum. Biji gandum tersebut digiling sampai halus dan menghasilkan tepung.

Baca juga: 14 Manfaat Daun Sirsak serta Efek Sampingnya

Jenis-jenis tepung terigu

Tepung Terigu Protein Rendah, Jenis-Jenis & Cara Memilih

(foto: pixabay)

Tepung tersebut memiliki tiga jenis yang digolongkan berdasarkan jumlah proteinnya, diantaranya tepung protein tinggi, sedang, dan rendah.

Biasanya, pembagian jenis tepung ini jga berdasarkan dari kegunaannya dalam membuat makanan. Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai ketiga jenis tepung terigu tersebut, simak berikut ini.

1. Tepung terigu protein tinggi

Tepung terigu protein tinggi merupakan tepung yang memiliki kandungan protein lebih tinggi, yakni sekitar 13-14 persen.

Tepung ini kerap dijadikan sebagai bahan utama pembuatan roti. Pasalnya, dalam membuat roti, diperlukan adonan yang terbuat dari tepung terigu protein tinggi untuk menghasilkan gluten, yang mana dapat membuat roti menjadi empuk dan lembut.

Tidak hanya itu, adonan yang mengandung protein tinggi juga menjadi lebih kokoh, bervolume besar bertekstur kenyal, serta menghasilkan kulit roti berwarna cokelat yang membuatnya terlihat menarik.

Jenis tepung ini tidak hanya dijadikan sebagai bahan utam pembuatan roti, melainkan juga untuk membuat mie.

Hal tersebut dikarenakan, adonan mie harus bertekstur kenyal dan tidak mudah putus saat diregangkan.

Kekurangan dari tepung ini adalah tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama karena dapat membuatnya basi dan berjamur. Sebab, gluten yang terkandung di dalamnya jika dibiarkan terlalu lama akan berubah menjadi asam.

2. Tepung terigu protein sedang

Dikatakan sebagai tepung terigu protein sedang karena kandungan proteinnya memiliki jumlah yang tidka banyak dan juga tidak sedikit, yakni sekitar 10 hingga 12 persen.

Sebenarnya, tepung ini merupakan hasil campuran antara tepung terigu protein tinggi dan tepung terigu protein rendah.

Jika kamu ingin membuat kue, khususnya kue traditional, sebab kandungan protein di dalamnya dapat memberikan kekuatan dan kelembutan yang seimbang.

Akan tetapi, jika kamu melihat sebuah resep membuat kue dan tertulis tepung terigu saja, maka kamu bisa menggunakan tepung serbaguna.

Untuk mendapatkan jenis tepung terigu ini, kamu bisa menemukannya dengan mudah. Pasalnya, tepung ini dijjual di swalayan, bahkan warung kecil sekalipun.

3. Tepung terigu protein rendah

Tepung terigu protein rendah memiliki kandungan protein paling rendah dibanding kedua jenis tepung terigu sebelumnya, yakni sekitar 5 hingga 8 persen.

Tepung terigu ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan utam untuk membuat kue kering maupun cake.

Sebab, ia memiliki ukuran yang kecil dan terasa seperti sutera, sehingga saat digunakan akan menghasilkan cake atau kue kering yang bertekstur halus dan rata.

Tidak hanya pada kandungan protein saja, perbedaan tepung ini dengan kedua jenis tepung terigu lainnya adalah dilhat dari proses pemutihannya.

Tepung terigu ini memiliki daya serap air yang cukup rendah, sehingga saat digunakan untuk membuat roti, hasilnya akan gagal karena sangat sulit untuk diuleni.

Selain itu, ia juga tidak memiliki sifat elastis sehingga mudah putus saat direnggangkan.

Walaupun demikian, rupanya tepung ini memiliki kelebihan, yakni dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Oleh sebab itu, sangat cocok jika digunakan sebagai bahan utama membuat kue kering dan juga kue yang bertekstur lembut.

Jenis-jenis tepung terigu protein rendah

Tepung Terigu Protein Rendah, Jenis-Jenis & Cara Memilih

(foto: istockphoto)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa tepung terigu protein rendah sangat cocok apabila dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan kue kering maupun pastri.

Rupanya, tepung ini juga dibagi menjadi tiga jenis berdasakan jumlah protein dan juga kegunaannya, diantaranya tepung kue, tepung pastri, dan tepung self-rising.

1. Tepung kue

Tepung kue merupakan jenis tepung protein rendah yang memiliki kandungan protein paling rendah, yakni sekitar 5 hingga 8 persen.

Karena kandungan proteinnya yang sangat rendah, maka tak heran jika kue yang dihasilkan akan memiliki tekstur renyah. Oleh sebab itu, sangat cocok jika digunakan untuk kue yang proses pembuatannya dengan cara dipanggang.

2. Tepung pastri

Jenis tepung ini memiliki kandungan protein sekitar 8 hingga 9 persen, sehingga bisa dikatakan tidka terlalu tinggi dan juga tidka terlalu rendah.

Kandungan protein tersebut menjadikan tepung pastri memiliki tekstur yang unik, yakni renyah dan juga lembut.

Kamu juga bisa membuat tepung ini sendiri, yakni dengan cara mencampurkan tepung serbaguna dengan tepung kue.

3. Tepung self-rising

Kandungan protein dalam tepung ini lebih tinggi dibanding dengan kedua jenis tepung lainnya, yakni sekitar 9 hingga 11 persen.

Selain itu, tepung ini memiliki keunikan yakni terdapat kandungan baking powder dan juga garam di dalamnya.

Cara membuat tepung ini cukup mudah, kamu hanya perlu mencampurkan satu cangkir tepung pastry dengan satu setengah sendok teh baking powder dan juga serempat sendok teh garam.

Baca juga: 18 Manfaat Kunyit Putih, Ampuh Menangkal Sel Kanker

Cara memilih tepung terigu protein rendah

Tepung Terigu Protein Rendah, Jenis-Jenis & Cara Memilih

(foto: istockphoto)

Ketika inging membuat kue kering atau cake, kamu pasti akan menggunakan tepung terigu protein rendah.

Namun, jika ingin menghasilkan kue yang cantik dna bagus, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih dengan cermat dan seksama tepung terigu yang akan digunakan.

Nah, berikut adalah tips atau cara memilih tepung protein rendah agar kuemu berhasil.

1. Pastikan kemasan dalam kondisi baik

Semua bahan yang dijual pasti memiliki kemasan, tak terkecuali tepung terigu protein rendah. Kemasan tersebut berfungsi untuk melindungi tepung agar tidak tumpah atau tidak terpapar jamu dan bakteri.

Tepung terigu biasanya dijual dalam bentuk kiloan, namun saat ini juga banyak yang dijual dalam bentuk kemasan dengan berbagai jenis merek ternama.

Tidak sedikit orang lebih memilih tepung dengan kemasan karena dinilai lebih higienis. Jika kamu juga ingin memilihnya , maka sebaiknya cek dengan seksama kemasan tersebut.

Pastikan untuk tidak membeli tepung dengan kemasan yang sudah rusak ataupun sobek. Sebab, potensi terpapar bakteri dan jamur lebih tingg. Selain itu, tepung tidak akan bertahan lama dan cepat dimakan kutu.

2. Cermati warna, tekstur, dan aroma

Dalam memilih tepung protein rendah, jangan lupa untuk perhatikan secara cermat mudali dari warna, tekstur, hingga aroma tepung itu sendiri.

Sebaiknya, pilih tepung berwarna coklat karena menandakan bahwa tepung tersebut memang benar-benar terbuat dari gandum utuh.

Untuk tekstur, pilihlah yang bertekstur halus dan lembut. Sementara, untuk aroma pilihlah tepung yang tidak memiliki aroma apak. Karena jika beraroma demikian, maka bisa jadi tepung tersebut sudah tidak layak dikonsumsi.

3. Pilih tepung yang sudah terverifikasi

Saat ini, banyak tepung terigu yang dijual bebas dengan kemasan plastic biasa atau kiloan. Sehingga, kita todak tahu apakah tepung tersebut sudah teruji klinis dan bersertifikat BPOM atau belum.

Oleh sebab itu, sebaiknya pilih tepung yang memiliki kemasan jelas karena sudah pasti melewati uji kontrol kualitas makanan.

Dengan demikian, aman jika dijadikan sebagai bahan kue yang akan dikonsumsi.

Akhir kata

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai tepung terigu protein rendah. Dengan adanya penjelasan tersebut, semoga dapat membantumu dalam memilih tepung yang baik dan berkualitas sehingga tidak salah lagi dalam memilih.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.