inspirasi

6 Rukun Iman dalam Islam dan Hikmah Mempercainya

Penulis:   | 

Rukun Iman dalam Islam – Sebagai umat muslim, harus selalu mengerjakan apa yang diperintah Allah SWT, dan menjauhi larangan-Nya.

Sebab, Allah maha mengetahui apa yang dilakukan oleh umatnya di muka bumi, baik perbuatan baik maupun buruk.

Oleh sebab itu, Allah mengutus malaikat untuk mencatat setiap amal perbuatan manusia, yang nantinya setiap perbuatan tersebut akan mendapatkan balasan di hari akhir.

Allah maha segalanya, untuk itu kita harus selalu percaya dengan cara mengamalkan rukun iman. Dalam Islam, iman berarti percaya atau yakin yang diucapkan melalui mulut, diyakini dalam hati, dan dilakukan dengan perbuatan.

Rukun iman sendiri terdiri dari 6 point penting yang harus selalu diingat diamalkan, diantaranya: iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab suci Al-Qur’an, iman kepada nabi dan rasul, iman kepada hari kiamat, dan yang terakhir iman kepada qada’ dan qodar.

Masing-masing point tersebut memiliki makna yang wajib diketahui oleh semua umat muslim. Tidak hanya itu, mempercai rukun iman rupanya memiliki hikmah yang berdampak luar biasa dalam kehidupan manusia.

Lantas apa saja makna dari keenam rukun iman? Dan apa saja hikmah yang didapatkan saat mempercainya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: 8 Nama Neraka dalam Islam dan Calon Penghuninya

1. Percaya kepada Allah

Makna rukun iman dalam islam, serta hikmah saat mempercainya

(foto: istockphoto)

Rukun iman yang pertama adalah percaya kepada Allah. Artinya, kita sebagai manusia terutama umat muslim harus percaya akan keberadaan dan keesaan Allah.

Allah maha esa, sebab Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Ia merupakan pencipta seluruh alam beserta isinya, termasuk manusia hanya untuk menyembah kepada-Nya.

Tidak hanya bisa menciptakan, Allah juga bisa menghancurkan semua ciptaannya termasuk seluruh manusia yang ada di bumi.

Oleh karena itu, kita harus selalu percaya kepada keagungan Allah bukan hanya di mulut saja, melainkan dengan cara melakukan perintah-Nya serta menjauhi larang-Nya.

Adapun hikmah dari iman kepada Allah adalah kita akan mendapatkan ketenangan batin, kebahagiaan, kemudahan dalam melakukan segala sesuatu, serta dijauhi oleh perbuatan syirik atau menyekutukan Allah.

2. Percaya kepada malaikat

Percaya kepada malaikat

(foto: istockphoto)

Sama seperti manusia, malaikat juga merupakan makhluk ciptaan Allah. Namun, bedanya jika manusi tercipta dari tanah, maka malaikat tercipta dari cahaya.

Malaikat tidak memiliki sifat buruk seperti manusia, sebab ia diciptakan tanpa nafsu. Oleh karena itu, malaikat hanya bertasbih dan bersujud kepada Allah tanpa melakukan sesuatu yang dilarang.

Manusia harus percaya kepada malaikat, setidaknya ada 10 malaikat dengan tugas berbeda yang wajib kita ketahui dan yakini.

Selain menyembah dan bertasbih kepada Allah, malaikat juga memiliki tugas mulia yakni sebagai perantara antara Allah dengan umat manusia.

Salah contohnya adalah malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan Wahyu kepada nabi dan rasul, serta menyampaikn berita gembira bagi umat muslim yang bertaqwa. Hal ini tertuang dalam surat an Nahl ayat 2, yang berbunyi:

يُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ بِالرُّوْحِ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اَنْ اَنْذِرُوْٓا اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاتَّقُوْنِ

Yang artinya :

“Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”

Hikmah yang akan kita dapatkan dari iman kepada malaikat adalah selalu berbuat kebaikan, menghindari perbuatan buruk, serta yakin dan percaya bahwa Allah akan memberikan pertolongan melalui malaikat.

3. Percaya pada kitab Al-Qur’an

Percaya pada kitab Al-Qur'an

(foto: istockphoto)

Al-Qur’an merupakan kitan suci yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat.

Dalam kitab ini berisi ajaran dan perintah Allah, yang harus diimani oleh seluruh umat muslim tanpa adanya kelalaian, setelah para nabi dan Rasul wafat.

Di dalam Al-Qur’an tertuang segala hal baik yang harus dilakukan manusia serta hal buruk yang harus dijauhi.

Oleh sebab itu, Al-Qur’an menjadi landasan atau pedoman hidup manusia untuk selalu berbuat baik dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hal tersebut telah tertuang dalam surah al-maidah atau 5 yang berbunyi:

اَهۡوَآءَهُمۡ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الۡحَـقِّ‌ؕ لِكُلٍّ جَعَلۡنَا مِنۡكُمۡ شِرۡعَةً وَّمِنۡهَاجًا ‌ؕ وَلَوۡ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمۡ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنۡ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِىۡ مَاۤ اٰتٰٮكُمۡ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَـيۡـرٰتِ‌ؕ اِلَى اللّٰهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيۡعًا فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ فِيۡهِ تَخۡتَلِفُوۡنَۙ

Artinya:

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.”

Hikmah dari iman kepada kitab Al Qur’an adalah kita akan tau perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk, memperkuat sikap toleransi, serta selalu berperilaku baik sesuai dengan ajaran Allah yang ada di dalam Al Qur’an.

Baca juga: Izrail Malaikat Pencabut Nyawa, Ini Tugas & Faktanya

4. Percaya kepada nabi dan rasul

Makna rukun iman dalam islam, serta hikmah saat mempercainya

(foto: istockphoto)

Nabi dan rasul ialah makhluk ciptaan Allah, seperti manusia lainnya. Bedanya, nabi dan rasul merupakan manusia terpilih yang diutus oleh Allah untuk mengajarkan ajaran agama Islam kepada manusia di muka bumi ini.

Sebenarnya ada banyak nabi dan rasul, namun yang kita ketahui hanyalah berjumlah 25 saja. Ke 25 nabi dan rasul tersebut memiliki tugas, kemampuan, dan mukzizat yang berbeda.

Sebagai umat muslim kita wajib percaya bahwa nabi dan rasul merupakan utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira bagi kaum muslim yang bertaqwa, serta ancaman bagi kaum dzolim yang lalai akan perintah Allah.

Saat kita iman kepada nabi dan rasul, kita akan mendapatkan hikmah yakni menimbulkan rasa cinta kepada rasul yang telah berjuang mengajarkan agama Islam kepada manusia di bumi, meneladari sifat-sifat baik rasul, dan juga menjadikan kisah para nabi dan rasul sebagai contoh untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

5. Percaya kepada hari kiamat

Makna rukun iman dalam islam, serta hikmah saat mempercainya

(foto: istockphoto)

Segala kehidupan yang ada di dunia tidak lah kekal abadi. Akan ada kehidupan baru setelah kematian di tempat lain, yakni akhirat.

Tentu saja, tempat yang akan kita huni selanjutnya berdasarkan amal perbuatan yang kita lakukan di dunia.

Jika kita berbuat baik, maka kita akan hidup bahagia di surga. Sementara, jika kita selalu berbuat dosa, maka hidup kita akan penuh siksa neraka.

Sebelum menuju akhirat, semua kehidupan di dunia akan dimusnahkan pada hari akhir yang disebut dengan hari kiamat. Saat hari itu tiba, semua alam beserta isinya akan hancur tak tersisa, termasuk manusia di dalamnya.

Dalam rukun iman ke 5 kita wajib percaya akan adanya hari kiamat. Dengan demikian, manusia akan selalu berbuat baik agar selamat di hari akhirat.

Hikmah dari iman kepada hari kiamat adalah selalu berbuat kebaikan dan menyiapkan diri untuk menghadapi hari akhir.

6. Percaya pada qada’ dan qodar

Makna rukun iman dalam islam, serta hikmah saat mempercainya

(foto: istockphoto)

Rukun iman yang terakhir adalah percaya kepada qada’ dan qodar. Qada’ merupakan takdir baik, sedangkan qadar sebaliknya, yakni takdir buruk.

Kedua takdir tersebut akan terjadi pada kehidupan manusia. Hal tersebut sudah tertulis saat Allah meniupkan ruh pada janin dalam kandungan ketika berusia 4 bulan.

Sebagai umat muslim kita wajib percaya bahwa qada’ dan qodar yang terjadi pada manusi, terutama kita sendiri merupakan atas kehendak Allah. Sebab, segala sesuatu yang terjadi di alam semesta atas ijin Allah sang maha pencipta.

Hikmah dari iman kepadam qada’ dan qodar adalah membuat kita selalu bersikap otimis, serta bersyukur atas apa yang diberikan Allah.

Demikianlah makna dari rukun iman beserta hikmah yang akan didapatkan saat mempercayainya. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu percaya kepada Allah dan juga segala ciptaannya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.