inspirasi

Perjanjian Saragosa, Ketika Maluku Diperebutkan oleh Portugis dan Spanyol

By  | 

Sebelum Belanda menduduki Indonesia selama 350 tahun, sudah pernah ada negara Eropa lain yang datang ke Indonesia untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.

Waktu itu, Bangsa Eropa tertarik untuk mengambil komoditas rempah-rempah dari Indonesia karena rempah-rempah asal Indonesia dihargai cukup tinggi di Eropa.

Tidak sekadar urusan perdagangan, tapi kedatangan mereka juga untuk mengambil kendali kekuasaan wilayahnya.

Portugis adalah negara pertama yang menguasai Indonesia, tepatnya di Maluku pada tahun 1512.

Kepulauan Maluku juga menarik minat bangsa lain yang punya ambisi menguasai dunia. Setelah Portugis, armada laut Spanyol berlabuh di Maluku beberapa tahun kemudian.

Karena terjadi perebutan kekuasaan, maka terjadilah persaingan yang memicu ketegangan. Untuk memperjelas batas-batas kekuasaan Portugis dan Spanyol, kedua pihak membuat perjanjian Saragosa.

Baca juga: Jadi Lambang Negara, Burung Mitologi Garuda Pernah Jadi Kendaraan Dewa Wisnu

Kedatangan bangsa Spanyol jadi ancaman tersendiri untuk Portugis

Perjanjian Saragosa, Ketika Maluku Diperebutkan oleh Portugis dan Spanyol

(foto: colonialvoyage)

Setelah menemukan Filipina, Spanyol berlayar ke Maluku pada tahun 1521. Saat itu perdagangan di Maluku sudah dimonopoli oleh Portugis. Jelas bahwa kedatangan bangsa Spanyol jadi ancaman tersendiri untuk Portugis.

Untuk menguatkan posisi, portugis segera membuat perjanjian dengan Kerajaan Ternate. Di saat bersamaan, kebetulan sedang terjadi perseteruan antara Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore di Maluku.

Ternyata Spanyol lebih cepat bergerak. Sejak awal kedatangan mereka telah bekerjasama dengan Kerajaan Tidore. Kedua kubu pun semakin bermusuhan.

Spanyol dan Portugis bersaing sambil memanfaatkan kesempatan permusuhan antara kerajaan-kerajaan setempat. Kedua pihak berseteru hampir satu dekade lamanya.

Portugis dan Spanyol jadi pelopor penjelajahan samudera

Perjanjian Saragosa, Ketika Maluku Diperebutkan oleh Portugis dan Spanyol

(foto: sciencesource)

Jauh sebelum menguasai Maluku, Spanyol dan Portugis memang dikenal dengan pelaut-pelaut terbaiknya yang sudah menjelajah dunia.

Bukan tanpa alasan sehingga Portugis dan Spanyol mendapat hak-hal eksklusif di wilayah dunia selain Eropa. Portugis dan Spanyol adalah kerajaan Katolik yang terbesar pada masanya.

Portugis dan Spanyol juga menjadi pelopor penjelajahan dunia  oleh para pelaut terbaiknya.

Setelah Bizantium (Romawi Timur) runtuh pada tahun 1453, kedua negara tersebut juga sangat terobsesi menjelajahi dunia baru.

Baca juga: Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis yang Berambisi Menguasi Eropa

Setelah Perjanjian Saragosa, Spanyol angkat kaki dari Maluku

Perjanjian Saragosa, Ketika Maluku Diperebutkan oleh Portugis dan Spanyol

(foto: guampedia)

Tidak lama sesudah ditemukannya Amerika oleh Christopher Colombus pada tahun 1492, juga sempat disepakati Perjanjian Tordesillas tanggal 7 Juni 1494 yang membagi wilayah kekuasaan pelayaran antara Spanyol dengan Portugis.

Namun Perjanjian Tordesillas belum mengatur kekuasaan di wilayah Asia, khususnya Maluku. Karena itu dibuatlah Perjanjian Saragosa yang menjadi kelanjutan perjanjian dan kesepakatan sebelumnya.

Pada tanggal 22 April 1529, kedua pihak Portugis dan Spanyol bertemu untuk berunding di Saragosa dan membuat kesepakatan melalui Perjanjian Saragosa.

Melalui perjanjian ini, Portugis berkuasa atas semua wilayah Asia dan kepulauan-kepulauan lain yang ditemukannya. Berarti Maluku menjadi wilayah Portugis.

Sementara itu, Spanyol mendapatkan Samudra Pasifik dan harus meninggalkan wilayah Maluku. Setelah itu pusat kegiatan Spanyol berpindah ke Filipina

Kekuasaan Portugis di Maluku selesai ketika Belanda datang

Perjanjian Saragosa, Ketika Maluku Diperebutkan oleh Portugis dan Spanyol

(foto: codart)

Setelah Perjanjian Saragosa, Portugis semakin besar pengaruhnya di Maluku. Sejak keluarnya Spanyol di Maluku, urusan internal kerajaan Ternate dan Tidore juga diatur.

Bahkan, yang menentukan tahta raja di Ternate dan Tidore juga Portugis. Jika ada pemimpin pribumi yang membangkang pada aturan Portugis, dengan mudah disingkirkan oleh penjajah Portugis.

Spanyol masih sesekali ke Maluku untuk mencari celah kesempatan mengais rempah-rempah.

Tapi kejayaan Portugis di Maluku tidak lama karena Kepulauan Maluku segera jatuh ke pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1605 yang kemudian menguasai seluruh nusantara selama 350 tahun.