kuliner

Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Nutrisi Penting bagi Tubuh

Penulis:   | 

Minuman yoghurt pastinya sudah sangat umum dikenal oleh masyarakat. Apa kamu juga menyukai yoghurt?

Selain yoghurt, ternyata ada juga produk minuman susu fermentasi yang dikenal dengan kefir.

Bagi pencinta menu sehat tentunya tahu pentingnya probiotik bagi kesehatan saluran pencernaan dan nutrisi bagi tubuh.

Probiotik adalah bakteri hidup dan ragi yang baik untuk sistem pencernaan. Yoghurt dan kefir dikenal sebagai sumber probiotik yang baik.

Manfaat probiotik untuk mencegah dan mengobati gangguan di perut (gastrointestinal) telah berkembang pesat saat ini.

Tapi harus dipastikan, berdasarkan studi penelitian bahwa spesies mikroba tertentu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Sekilas yoghurt dan kefir tampak serupa dan banyak orang masih sering tertukar dalam penyebutannya. Namun ternyata ada perbedaan jelas antara keduanya.

Baca juga: Perbedaan Es Krim, Gelato, dan Sorbet yang Terlihat Mirip

Yoghurt merupakan susu fermentasi yang bisa tahan lebih lama

Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Nutrisi Penting bagi Tubuh

(foto: pixabay)

Yoghurt adalah susu yang difermentasikan dengan bakteri asam laktat. Kata yoghurt berasal dari bahasa Turki yang mengacu pada susu kental.

Asam laktat yang dihasilkan saat proses fermentasi juga bertindak sebagai bahan pengawet yang membantu susu tetap segar lebih lama.

Bahannya bisa terbuat dari apa saja, mulai susu sapi hingga sari kacang kedelai.

Pembuatan yoghurt adalah dengan memanaskan susu, penambahan bakteri tertentu dan membiarkannya mengeras lalu mendinginkannya.

Proses fermentasi susu yoghurt dilakukan dengan dipanaskan pada suhu tinggi.

Pada yoghurt hanya dilakukan penambahan beberapa strain bakteri saja.

Bakteri yang digunakan dalam pembuatan yoghurt ada dua jenis, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophilus.

Bakteri tersebut dapat menguraikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat.

Kefir dibuat dengan penambahan bakteri dan ragi

Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Nutrisi Penting bagi Tubuh

(foto: pinterest)

Kefir pada awalnya berasal dari Rusia yang merupakan salah satu minuman hasil fermentasi produk susu atau alternatifnya seperti santan, susu kambing, rice milk, atau air kelapa yang kaya probiotik.

Kefir mengandung lebih banyak protein, lemak, dan probiotik daripada yoghurt. Ini juga memiliki konsistensi tekstur yang lebih cair.

Dalam pembuatan kefir, diperlukan biji kefir yang mengandung bakteri dan ragi.

Tambahkan satu sendok teh biji kefir ke dalam secangkir susu, tutupi, dan diamkan selama 24 jam.

Untuk rasa kefir lebih terasa asam dibandingkan yoghurt. Cara fermentasi kefir dengan suhu ruangan.

Baca juga: Mengenal Taybeh Beer, Bir Halal Asli dari Palestina

Susu segar pembuat kefir diberi tambahan bakteri asam laktat dan khamir

Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Nutrisi Penting bagi Tubuh

(foto: pinterest)

Pada kefir, susu segar diberi penambahan strater berupa kefir grain yang terdiri dari bakteri asam laktat dan khamir yang berbeda dengan yoghurt.

Hal itu membuat kefir mengandung mikroba yang lebih beragam seperti Lactobacillus acidophillus, Streptococcus sp, Lactobacillus kefiri, Lactobacillus kefirgranum, Lactobacillus fructivorans, Lactococci, dan Bulgaricus.

Beberapa khasiat kefir antara lain meningkatkan pertumbuhan bakteri sehat di saluran pencernaan dan dapat membersihkan saluran usus secara langsung.

Perbedaan penambahan bakteri pada yoghurt maupun kefir tentunya akan mempengaruhi manfaat yang diberikan.

Antara yoghurt dan kefir, mana yang lebih kamu sukai?

Perbedaan Yoghurt dan Kefir, Nutrisi Penting bagi Tubuh

(foto: downshiftology)

Yoghurt termasuk susu fermentasi yang bisa membersihkan sistem pencernaan.

Tekstur yoghurt lebih kental dibandingkan kefir, namun gumpalan susu pada kefir lebih lembut. Dari segi rasa, yoghurt kurang asam.

Karena tekstur dan rasa yang berbeda, keduanya juga berbeda cara penggunaannya. Yoghurt cenderung dikonsumsi dengan sendok.

Kefir bisa dikemas dalam botol dan terlihat seperti susu. Minuman sehat ini juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi diare, radang usus, mengurangi risiko infeksi saluran pencernaan, serta mencegah dan menangani infeksi vagina dan kandung kemih.

Yoghurt busa digunakan ketika memasak sebagai pengganti mentega atau minyak dan sangat efektif untuk makanan yang dipanggang.

Kefir tidak bisa digunakan untuk bahan memasak karena terlalu encer dan bisa mengubah rasa makanan.

Setelah mengetahui tentang yoghurt dan kefir, kira-kira mana yang lebih kamu sukai?

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.