inspirasi

Paling Berliku di Dunia, Jalan Stelvio Pass Hanya Dapat Dilalui pada Musim Panas

By  | 

Pegunungan Alpen di Eropa merupakan salah satu tempat yang terkenal karena pemandangan alamnya yang luar biasa.

Tidak mengherankan lagi kalau banyak petualang yang penasaran ingin mengunjunginya.

Selain menjadi objek wisata yang terkenal, di pegunungan Alpen ada jalur paling berliku dan menakjubkan bernama Stelvio Pass.

Jalannya yang berliku membentuk zig zag bisa menantang adrenalin saat melintasinya.

Baca juga: Sejarah Cakwe, Makanan Tradisional yang Tercipta karena Amarah Rakyat Tiongkok

Disebut sebagai jalur paling ekstrem bagi setiap pengendara

Paling Berliku di Dunia, Jalan Stelvio Pass Hanya Dapat Dilalui pada Musim Panas

(foto: oracletimes)

Stelvio Pass terletak di kawasan Stilfs, South Tyrol di sebelah utara negara Italia dan juga melewati kawasan Ortler Alps.

Sepanjang arus jalannya masuk ke dalam wilayah Pegunungan Alpen dengan lokasi pada ketinggian 2.757 m dpl. Stelvio Pass dalam bahasa Italia disebut Passo dello Stelvio.

Lintasan jalan ini disebut-sebut sebagai jalur paling ekstrem dan dramatis bagi setiap pengendara, baik itu kendaraan bermotor maupun sepeda gunung.

Ada sebanyak 48 tikungan di tepi jurang.Mendekati puncaknya  ada sebuah desa bernama Solda.

Di sana juga ada penginapan atau hotel kecil yang dengan arsitektur unik, terbuat dari kayu dan sambutan ramah dari pemiliknya.

Dibangun pada abad ke-19 atas perintah pemerintahan Kaisar Austria

Paling Berliku di Dunia, Jalan Stelvio Pass Hanya Dapat Dilalui pada Musim Panas

(foto: vagocycling)

Stelvio Pass menjadi penghubung antara dua destinasi kawasan wisata ski, Meran dan Valtellina yang terkenal dengan hamparan alamnya yang menakjubkan.

Ternyata jalur ekstrem ini telah dibangun sejak abad ke-19, yakni di antara tahun 1820-1825

Pada awalnya, konsep pembangunan jalan ini adalah instruksi dari pemerintahan Kekaisaran Austria.

Tujuannya adalah untuk menjadi penghubung antara wilayah Austria dan Lombardy di Italia. Konsep yang direncanakan adalah sebuah jalan beraspal dengan konstruksi yang berkelok-kelok.

Kelokan membentuk zig zag sepanjang total 20-25 km membelah perbukitan untuk dapat mengurangi sudut tanjakan yang terlalu curam.

Baca juga: Kota Modern Rawabi di Palestina, Jadi Pesaing Pemukiman Tepi Barat Israel

 Tidak diciptakan untuk menjadi sirkuit balap dan ditutup saat musim salju

Paling Berliku di Dunia, Jalan Stelvio Pass Hanya Dapat Dilalui pada Musim Panas

(foto: velocedriving)

Pada bulan Agustus 1898, diadakan kompetisi pertama kali dengan kendaraan bermotor yang mendaki bukit.

Jika pada umumnya kompetisi balap berlangsung dengan kecepatan tinggi, tapi kecepatan maksimum di sini tetap harus di bawah 32 km/jam karena banyak tikungan yang berisiko kecelakaan.

Faktanya, jalan ini tidak begitu memuaskan untuk orang-orang yang antusias menantang kecepatan. Memang jalan ini tidak diciptakan untuk menjadi sirkuit balap.

Selain fakta-fakta di atas, ada lagi yang perlu dipahami masyarakat yang akan melintasinya. Saat ada event, jalanan akan ditutup untuk umum.

Bahkan lintasan ini tertutup total saat musim salju, karena jalannya terhalang. Bisa dibilang kalau jalanan akan terbuka dan aman dilalui pada musim panas, antara Juni sampai Oktober.

Meskipun penuh tikungan tajam, banyak yang mengadakan event di sana

Paling Berliku di Dunia, Jalan Stelvio Pass Hanya Dapat Dilalui pada Musim Panas

(foto: alpsandautobahn)

Tikungan di Stelvio Pass memang sangat tajam dan medannya yang terlihat cukup berbahaya. Tapi ternyata jalan ini sangat menarik minat orang-orang yang punya hobi otomotif, khususnya dari Italia, Austria, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Popularitas jalan ini makin meluas ke dunia internasional ketika ada acara TV populer di Inggris, Top Gear pada tahun 2008 menyebutnya sebagai jalur yang paling menarik di seluruh dunia.

Setelah itu banyak komunitas yang datang dan mengadakan event di sana, seperti Stelvio Marathon atau Stelvio Bike Day.

Ketika hari libur tiba, jalanan ini dipenuhi oleh bus para wisatawan yang melaju dengan pelan karena ingin menikmati pemandangan.

Jumlah pesepeda atau pemotor di akhir pekan juga melonjak di akhir pekan dan hari libur.