. Napak Tilas 10 Pesona Wisata Aceh yang Perlu Kamu Kunjungi | Dailysia

travel

Napak Tilas 10 Pesona Wisata Aceh yang Perlu Kamu Kunjungi

By  | 

Menjelajahi Indonesia, memang tidak akan pernah ada habisnya. Negeri yang memiliki jumlah pulau terbesar di dunia ini, selalu menyimpan keindahan, keunikan, hingga misteri sejarah yang tersimpan dibaliknya. Salah satunya, adalah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Sebut saja rangkaian pantai yang mengililinginya, seperti Pantai Lokhnga, Pantai Iboih, Pulau Rubiah, dan masih banyak lainnya. Rasanya tidak salah, jika provinsi yang juga dijuluki sebagai Negeri Serambi Mekah ini disebut-sebut sebagai surga di ujung  barat Indonesia.

Namun, sudah biasa jika kamu hanya jalan-jalan ke Aceh untuk menelusuri wisata airnya. Padahal, Aceh juga menyimpan banyak keelokkan alam lainnya.

Mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendahnya, wilayah kota yang kaya akan kuliner khasnya, hingga wisata sejarah dari wilayah di Indonesia yang pertama kali tersabar ajaran Islam dan berkembang pesat di dalamnya hingga sekarang.

Jadi, kali ini kami akan mengajak kamu semua untuk berpelisir ke beberapa wisata Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia, berkenalan dengan pulau yang juga menjadi saksi atas dahsyatnya bencana tsunami dahsyat yang dahulu pernah meluluh-lantahkan wilayah ini.

Baca juga: Deretan 10 Destinasi Wisata di Sumba, Nyesel Kalau Gak Ke Sini

 1. Menjejaki Kekayaan Alam Aceh di Cagar Alam Jantho

Napak Tilas 10 Pesona Wisata Aceh yang Perlu Kamu Kunjungi

(foto: instagram/iiiepp)

Sudah pernah lihat Orangutan? Yup! Hewan mamalia yang punya kemiripan DNA hingga 97% dengan manusia ini, memiliki rumah berupa Cagar Alam bernama Jantho, yang terletak di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Sejak tahun 2011, hutan dengan luas lahan 8.000 hektar ini ditetapkan menjadi rumah baru bagi orangutan. Jadi, jangan kaget jika saat kamu menjelajahinya, sesekali akan disapa oleh beberapa orangutan yang bergelantungan di atas pepohonan.

Untuk mencapai cagar alam yang merupakan paru-paru Aceh ini, agar lebih seru, kamu dapat memilih berbagai alternatif pilihan dalam menjelajahinya.

Di antaranya, kamu dapat menggunakan sepeda hingga motor. Namun, jika kamu ingin lebih tertantang dan ingin menyehatkan tubuh dengan berkeringat lebih banyak, kamu bisa saja mencoba jalur tracking.

Selain beberapa jenis fauna langka yang dapat kamu temui di sini, kamu juga dapat menemui beragam flora, yang salah satunya adalah bunga bangkai raksasa, yang bernama Raflesia Arnoldi.

Sementara itu, pepohonan rindang di dalam cagar ini juga meliputi berbagai macam. Mulai dari pohon pinus, beringin, kayu hitam, damar, dan masih banyak lainnya.

Di antara pohon pinusnya yang berjajar rapi, kamu bisa memasang Hammock untuk beristirahat sejenak menyesapi udara segar dan suara-suara alam yang menenangkan.

Tak hanya itu, di lokasi Cagar Alam Jantho kamu juga dapat menikmati pemandangan perbukitan hingga duduk-duduk manis di atas padang rumput yang luas. Objek wisata yang satu ini, memang paling cocok untuk kamu yang senang berpetualang di alam liar.

 2. Menengok Sejarah Aceh di Museum Negeri Aceh

Museum Aceh

(foto: instagram/joel_bazarie_aceh)

Jalan-jalan ke suatu wilayah, tanpa menapaki jejak sejarah di dalamnya, rasanya kurang afdhol. Apalagi, Indonesia ini kaya akan sejarah etnis budaya di dalamnya. Untuk itu, mengunjungi Museum Negeri Aceh, yang terletak di Jalan Alauddin Mahmud Syah, Banda Aceh, adalah suatu keharusan.

Di museum ini, kamu dapat melihat sejarah Aceh dari mulai jaman prasejarah. Selain beragam perkakas dari jaman purba, di sini kamu juga dapat melihat beragam naskah kuno, meliputi dokumentasi foto, manuskrip kuno, serta market dari perkembangan Masjid Agung Baiturrahman.

Loading...

Sebelum menjadi seperti sekarang, museum ini awalnya hanya berbentuk Rumoeh Aceh (Rumah adat Aceh). Namun, ketika diputuskan menjadi museum, area ini diperluas, dengan tidak melupakan Rumoeh Aceh yang hingga kini masih berdiri di halaman depan dari area museum ini.

Selain koleksi yang berasal dari sejarah panjang Aceh, museum ini juga menyimpan koleksi pribadi dari Kepala Museum sekaligus kurator pertama dari museum ini, yaitu Friedrich Wilhelm Stammeshau.

Di dalam museum, kamu juga bisa melihat foto-foto dari para pahlawan Aceh serta foto tentang perjuangan masyarakat Aceh mengusir Belanda. Benda-benda  peninggalan perang.

Namun, salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian wisatawan adalah sebuah lonceng kuno yang diberi nama “Lonceng Cakra Donya”. Diperkirakan usia lonceng ini sudah mencapai 1.400 tahun. Masih di area museum ini, juga terdapat kompleks pemakaman dari Sultan Iskandar Muda.

Tak perlu khawatir akan kurangnya fasilitas untuk kamu para wisatawan. Karena, di sini sudah dilengkapi dengan area parkir yang luas, toilet, mushola, serta tempat yang tak kalah mengasyikan juga, yaitu perpustakaan yang berisi ribuan buku meliputi berbagai ilmu pengetahuan. Dengan begitu, datang ke museum tak melulu selalu membosankan, bukan?

3. Menikmati Ikan Depik di Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar Aceh

(foto: instagram/explore_gayo)

Ingin merasakan sensasi wisata Aceh yang layaknya pedesaan dan menjadi akrab dengan kehidupan masyarakatnya?.

Wisata di Aceh selanjutnya yang tak kalah mengasyikan tersebut adalah wisata ke Danau Laut Tawar. Danau ini memang memilki nama yang unik. Mungkin di sebabkan karena luas dananunya yang hampir menyamai laut.

Duduk-duduk santai di tepi danau, kamu dapat sekalian menikmati beberapa kuliner khas Aceh. Areanya yang sejuk, akan pas jika menyesapi kopi khas Aceh, yaitu Kopi Gayo.

Kamu juga bisa, menyantap kuliner Ikan Depik yang konon katanya, merupakan jenis endemik ikan yang berasal dari danau ini. Nikmati ikan depik dengan nasi panas dan sambal aceh yang nikmat. Akan menjadi pilihan wisata Aceh yang sederhana, namun berkesan banyak.

Danau ini cocok sekali buat kamu yang senang memancing, jumlah ikan endemic yang berada di sini saja, ada 37 jenis. Sembari memancing, kamu juga dapat melihat lingkungan sekitar yang dipenuhi oleh aktivitas masyarakat yang sedang bercocok tanam.

Tak hanya diam di tepian, kamu juga dapat menyewa perahu motor yang disediakan di sekitar danau, untuk dapat berkeliling ke tengah danau. Seru, kan?

4. Bermandi Alam di Lingkok Kuwieng

Lingkok Kuwieng Aceh

(foto: instagram/fauzan.74)

Destinasi wisata selanjutnya yang sayang kalau kamu lewatkan adalah Lingkok Kuwieng. Sebuah lembah ngarai, yang terletak di kaki Gunung Seulawah Dara, Aceh.

Memang, untuk menuju ke lokasi ngarai ini, perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Tetapi, justru inilah tantangannya. Sehingga, tempat ini belum cukup ramai pengunjung dan akan cocok sekali untuk kamu yang ingin mencari ketenangan.

Lingkok Kuwieng sering disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Uruek Meuh yang merupakan sebuah tempat mengalirnya air sungai dengan sepanjang sisinya berbentuk batuan alam yang didukung oleh pohon-pohon yang rindang nan hijau sehingga terasa sangat asri.

Untuk menuju lokasi ngarai ini, waktu yang perlu ditempuh adalah selama 2 jam perjalanan, jika menggunakan motor sendiri dengan jalur ekstrem yang harus ditempuh.

Namun, jika kamu ingin lebih nyaman. kamu bisa menyewa guide yang berasal dari warga sekitar atau kamu juga bisa menggunakan kendaraan bermotor maupun roda empat.

Meskipun begitu, tentu saja jumlah yang kamu keluarkan tersebut, akan terbayar dengan panorama alam nan indah yang akan kamu temui juga di sepanjang jalan terjal bebatuan yang kamu lewati. Diantaranya adalah pemandangan gunung Seulawah Inong yang akan Nampak jelas memikat mata kamu.

Ketika sampai di lokasi, kamu akan sangat puas melihat kenampakan alam berupa bebatuan alami yang tersusun bagaikan pahat. Dijamin, kamu akan bingung memilih spot foto menarik, karena begitu banyaknya.

Setelah lelah, merampungkan perjalanan yang banyak memicu adrenalin, kamu bisa memilih untuk bermalam di area ngarai dengan memasang tenda. Seraya menikmati malam berbintang, ditemani suara gemericik air di sekitar.

5. Menggali Cerita Sejarah di Goa Putri Pukes

Goa Putri Pukes Aceh

(foto: instagram/yoenfarera)

Jika selama ini yang kamu tahu, manusia yang dikutuk menjadi batu lantaran durhaka terhadap ibunya hanya malin kundang, maka kamu kurang tepat. Karena, ternyata Aceh pun memiliki mitos cerita serupa.

Hal ini dapat kamu temui, saat berkunjung ke Goa Putri Pukes, yang berada di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh tengah. Saat memasuki area goa, kamu akan langsung melihat sebuah batu yang menyerupai manusia.

Konon katanya, batu tersebut adalah perwujudan dari Puri Pukes, seorang anak perempuan yang dikutuk menjadi batu, karena menikahi pria asing yang ditentang oleh ibunnya.

Selain batu menyerupai manusia, kamu juga dapat melihat kendi yang sudah menjadi batu, tempat bertapa manusia dahulu, tempat duduk batu, hingga perkakas berupa alat pemotong zaman dahulu. Jika kamu, dapat melihat dengan lebih teliti, kamu juga akan menemukan batu yang berbentuk Pulau Papua dan Ikan.

Tak hanya itu, di dalam goa tersebut juga terdapat sumur tua besar.Untuk dapat menemui area wisata ini, kamu tak perlu repot. Karena, lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan raya.

Baca juga: 10 Objek Wisata di Lombok yang Tak Kalah dengan Bali

6. Bermain di atas “Si Manis” Pantai Anoi Itam

Pantai Anoi Itam

(foto: instagram/mustafaritonga)

Ingin berkunjung ke salah satu pantai tercantik di Nusantara versi majalah   Garuda Indonesia? Ya, pantai itu adalah Pantai Anoi Itam. Pantai dengan pesona alam yang sedikit berbeda dengan pantai pada umumnya. Yaitu,  keeksotisan dari pasirnya yang berwarna hitam.

Karenanya, pantai ini juga dijuluki “Si Hitam Manis”. Keelokan pasir hitam tersebut, disebabkan oleh nikel  material penyusun yang dikan-dungnya lebih banyak daripada pasir kebanyakan, membuat pasir pantai ini berwarna lebih gelap.

Uniknya, warna pasir ini terlihat kontras dengan warna bebatuan di sekelilingnya yang berwarna putih. Sebuah keindahan kenampakan alam yang memanjakan mata.

Pantai ini, berada di sisi timur Kota Sabang. berlokasi di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Perjalanan ke sini, bisa kamu capai setelah berwisata ke Sabang, lalu menyusuri jalur timur, melintasi Pantai Sumur Tiga.

Selama perjalanan, kamu dapat menikmati landscape alam yang membentang indah.Setelah berlama-lama menyusuri bibir pantai yang airnya jernih biru ini, kamu bisa menikmati sunset dari atas bukit yang berada tak jauh dari bibir pantai ini.

Menikmati lukisan gradasi perpaduan dari warna senja, deburan ombak yang berwarna biru, pasir hitam, serta bebatuan putih. Selain itu, kamu juga dapat menemukan salah satu situs sejarah di area pantai ini. Yaitu, bunker peninggalan Jepang dari Perang Dunia II.

7. Menikmati Panorama Aceh Tengah dari Atas Puncak Pantan Terong

Puncak Pantan Terong Aceh

(foto: instagram/tamanlangitrita)

Selanjutnya, mari menelusuri Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan dataran rendah. Di sini, kamu akan menemukan Bukit Pantan Terong, Desa Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen.

Lagi-lagi, dalam perjalanan menuju objek wisata ini, kamu akan dipertontonkan dengan hamparan kebun kopi serta kebun kol yang sesekali terlihat para petani sedang memanen. Ditemani awan berkabut dan udara dingin yang segar menyehatkan.Puncak Pantan Terong sendiri, berada di ketinggian 1.360 meter di atas permukaan laut.

Area wisata Patan Terong ini terbagi menjadi dua, bagian atas dan bawah. Jika ingin menyesapi kopi di tengah dinginnya udara, kamu bisa memesan kopi arabika dan robusta di bagian atas. Sementara pemandangan hamparan Kota Tekangon dan rumah-rumah serta bangunan membentang di bawah.

Namun, jika sedang berawan, kamu dapat melihat indahnyanya bangunan yang menyembul-nyembul keluar diantara awan yang berarak. Keindahan yang paling memikat dari atas puncak ini, adalah bentangan Danau Laut Tawar yang terlihat menawan dari atas sini.

8. Menapaki Saksi Bisu Tsunami Aceh di PLTD Kapal Apung Tampulo

PLTD Kapal Apung Tampulo Aceh

(foto: instagram/jakmeen)

Kamu pasti sudah sering mendengar Museum Tsunami yang berada di Aceh. Sebuah museum yang didirikan untuk mengenang para korban bencana tsunami dahsyat di Aceh, pada tahun 2004 lalu.

Selain keberadaan Museum Tsunami, bencana tersebut meninggalkan banyak jejak, yang salah satunya keberadaan adalah keberadaan Kapal Apung Tampulo atau yang saat ini adalah Monumen PLTD ( Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Apung di Desa Punge, Blancut, Banda Aceh. PLTD ini merupakan sumber tenaga listrik bagi Ulee Lheue.

Asal-usul kapal yang terdampar tepat di atas rumah warga ini, adalah akibat dari gelombang tsunami setinggi sembilan meter yang menyeretnya hingga ke  tengah kota, sejauh lima kilometer. Memiliki panjang 63 meter, kapal ini mampu menghasilkan daya sebesar 10,5 megawatt.

Dengan luas mencapai 1.900 meter persegi dan bobot 2.600 ton.Meskipun besar dan berat, namun fenomena tergesernya kapal ini membuktikan kedahsyatan dari gelombang tsunami yang mengguncang Aceh beberapa tahun lalu. Saksi hidup yang merupakan korban selamatnya pun hanya menyisakan satu orang, dari 11 awak kapal.

Di sekitarnya juga, kemudian didirikan monumen peringatan yang di dalamnya terdapat tanggal dan waktu kejadian musibah  Tsunami Aceh.

Selain itu, monumen ini juga dikelilingi oleh relief yang menyerupai air bah. Dengan naik ke atas kapal ini, sambil mengenang berdoapara korban tsunami, kamu juga dapat melihat pemandangan Bukit Barisan.

9. Mengunjungi Bangunan Cinta Sultan Iskandar Muda Pada Sang Permaisuri

Gunongan

(foto: instagram/oom_tommy)

Jika di India kita mengenal Taj Mahal, maka di Indonesia kita punya Gunongan! Gunongan merupakan objek wisata bagian dari kompleks istana yang dahulu ditinggali oleh Sultan Iskandar Muda dan Permaisurinya.

Gunongan ini merupakan sebuah bangunan berbentuk persegi enam, yang bentuknya serupa dengan bunga dan bertingkat tiga, dimana tingkat pertamanya adalah mahkotanya. Bangunan ini, didirikan pada abad ke-16.

Dengan mengunjungi objek wisata ini, kamu seakan bisa menyaksikan langsung bagaimana wujud cinta dari Sultan Iskandar Muda terhadap istrinya.

Bangunan ini, Sultan Iskandar Muda berikan sebagai penghiburan bagi istrinya yang seringkali merindukan kampung halamannya di Pahang, sementara suaminya Sultan Iskandar Muda seringkali terlalu sibuk dengan pekerjannya.

Untuk itu bangunan ini dibuat layaknya sebuah miniatur dari perbukitan yang mengelilingi istana Putri Phang dari Pahang. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umar yang berhadapan  dengan lokasi kuburan serdadu dari Belanda “Kerkoff”.

Pada dindingnya terdapat sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu dalam keadaan terkunci. Dari dalam lorong pintu tersebut terdapat sebuah tangga yang menuju ke tingkat tiga Gunongan.

Selain Gunongan, kamu juga bisa mengunjungi Taman Putro Phang. Sebuah persembahan yang juga Sultan Iskandar Muda berikan pada istrinya. Alkisah, pernikahan Sultan Iskandar Muda dengan permaisurinya adalah sebuah bagian dari tradisi.

Putri Phang sendiri, merupakan bagian dari tanda kemenagan Sultan Iskandar Muda dalam melawan daerah musuh. Namun, berkat paras hingga kepribadian Sang Putri, Sultan Iskandar Muda sudah benar-benar jatuh hati padanya.

10. Berwisata Islami ke Masjid Haji Keuchik Leumiek

Masjid Haji Keuchik Leumiek Aceh

(foto: instagram/medahmelody)

Berkunjung ke daerah Indonesia yang dikunjungi sebagai Negeri Serambi Mekah, rasanya akan ada ang kurang, jika tidak menjejakki wisata islaminya. Jadi, mari kita kunjungi salah satu masjid di Aceh yang baru-baru ini ramai diperbincangkan karena keindahan arsitekturnya.

Selain Masjid Baiturrahman yang sudah melegenda, ada pula masjid yang terkenal karena keindahannya, yaitu Masjid Haji Keuchik Leumiek. Masjid yang berdiri tepat bersisian dengan sungai atau Krueng Aceh, di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata ini, bergaya Timur Tengah.

Masjid ini akan sangat memikat kamu, ketika malam hari tiba, saat melewati jembatan Beurawe-Simpang Surabaya. Dimana lampu-lampu berpendar di sekitarnya menyerupai cahaya indah di kegelapan. Pantulan sinarnya, hingga terlihat samar-samar di sungai di sampingnya yang membelah Kota Banda Aceh.

Sesuai dengan namanya, masjid ini memang dibangun oleh Keluarga Haji Keuchik Leumiek, dan baru resmi dibuka pada Bulan Februari tahun ini.

Harun Keuchik Leumiek ini merupakan salah satu tokoh Aceh yang dikenal luas sebagai saudagar yang bergerak di bidang logam mulia, di bawah bendera Toko Emas Keuchik Leumiek. Beliau, adalah satu-satunya donatur tunggal dari pembangunan masjid ini.

Nuansa Timur Tengah dapat kamu lihat dari bagian langit-langit masjid, yang nampak seperti desain dari Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.  Tak hanya itu, bahkan di masjid ini pun kamu dapat menemui pohon kurma, yang sengaja ditanam di halaman masjid.

Sejak diresmikannya, masjid ini menjadi salah satu tempat berwisata islami incaran para pelancong yang datang ke Serambi Mekah.

Begitu banyak keistimewaan dari provinsi yang nun jauh berada paling barat dari Indonesia ini. Selain kesepuluh tempat wisata di atas, kamu masih bisa banyak menemukan museum, bangunan prasejarah, hingga kenampakan alam lainnya yang tak kalah memukau.

Satu hal pasti yang harus kamu persiapkan dalam berwisata menyusuri suatu daerah adalah berbagai bekal dari mulai pakaian yang sesuai, perlengkapan dan peralatan yang menunjang liburan kamu, hingga budget sesuai yang tidak percuma kamu keluarkan.

Intinya, berapapun jumlah yang kamu habiskan nanti, setidaknya harus setara dengan apa yang kemudian kamu peroleh! Selamat berpelesir.

Loading...