inspirasi

Kisah Raja Sejong, Sosok yang Berjasa di Balik Penciptaan Aksara Hangul

Penulis:   | 

Buat kamu yang menyukai budaya Korea Selatan seperti drama dan musik, pasti sudah familiar dengan bahasa yang digunakan.

Sebagian orang sangat mudah mengucapkan kata-kata populer dalam bahasa Korea hanya dari menonton drama.

Beberapa yang lainnya juga secara khusus mempelajari aksara Korea yang disebut hangul.

Sebelum digunakan secara luas, ternyata hangul punya sejarah yang panjang. Tahukah kamu sosok yang mengenalkannya pertama kali?

Ia adalah Raja Sejong dari Dinasti Joseon yang memang terkenal sebagai sosok cendekiawan yang peduli dengan rakyat.

Meski banyak pertentangan, ia tetap melanjutkan usahanya memperkenalkan hangul untuk masyarakat. Inilah beberapa fakta penting Raja Sejong.

Baca juga : Asal Usul Suku Indian, Suku Asli Amerika yang Terpinggirkan

Termasuk pemimpin berpengaruh yang berjasa dalam ilmu pengetahuan

Kisah Inspiratif Raja Sejong, Sosok yang Berjasa di Balik Penciptaan Aksara Hangul

(foto: joinusworld)

Raja Sejong (1397-1450 M) merupakan salah satu pemimpin berpengaruh sepanjang sejarah Korea di zaman kerajaan Joseon.

Pada tahun 1419, baru setahun pemerintahannya, kerajaan mengirimnya dalam ekspedisi ke laut lepas di pantai timur Korea untuk menghadapi pasukan bajak laut Jepang.

Ia banyak mendukung aktivitas pengembangan beberapa senjata baru, meriam, mortir, dan panah api yang fungsinya mirip granat modern.

Sebagai sosok pemimpin dan pembelajar, ia peduli dengan ilmu pengetahuan, memperkenalkan sejumlah perbaikan organisasi, dan strategi untuk pasukan militer kerajaan.

Dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintahannya mendukung penemuan ilmiah dan perbaikan teknologi sebelumnya.

Contohnya tentang mesin cetak generasi awal, 215 tahun sebelum Gutenberg memperkenalkan sistem percetakan, lalu mengembangkan penggunaan kertas serat murbei.

Mengikuti panggilan hati untuk melayani rakyat yang masih buta aksara

Kisah Inspiratif Raja Sejong, Sosok yang Berjasa di Balik Penciptaan Aksara Hangul

(foto: antique-alives)

Di balik semua kebijakannya, ia paling banyak dikenal atas jasanya mengembangkan bentuk aksara baru yang lebih mudah dipelajari. Itu adalah langkah awalnya membentuk masyarakat yang beradab.

Ia mengikuti panggilan hatinya untuk melayani rakyat yang kebanyakan masih buta aksara.

Pasalnya, aksara yang biasa dipakai saat itu hanya dipahami oleh kalangan atas dan belum dapat dijangkau masyarakat biasa.

Aksara baru yang disebut hangul memudahkan masyarakat Korea yang bukan kalangan kerajaan untuk berkomunikasi secara efektif.

Bersama para penasihatnya, ia mulai menyusun alfabet baru yang terinspirasi dari aksara China.

Sebagai raja dan ahli bahasa, ia buat susunan hangul secara bertahap dengan pertimbangan ilmiah, serta akumulasi pengetahuan tentang bahasa lain.

Baca juga : Kim Il-sung, Kakek Kim Jong-un Pendiri Korea Utara

Menyusun aksara hangul secara bertahap sampai diterima masyarakat

Kisah Inspiratif Raja Sejong, Sosok yang Berjasa di Balik Penciptaan Aksara Hangul

(foto: myonniyou)

Aksara ini terdiri dari 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal. Tiap huruf merupakan konsonan dan vokal yang berbeda. Hangul adalah gabungan dari han yang artinya baik dan gul yang artinya naskah.

Di kemudian hari banyak pakar linguistik di dunia mengakui bahwa hangul termasuk alfabet terbaik di dunia karena menggabungkan teori ilmiah dan filsafat.

Sejarah penciptaan aksara hangul dimuat di naskah Hunminjeongum yang diterbitkan tahun 1446 bertepatan dengan tiga tahun sesudah hangul selesai disusun.

Reaksi masyarakat sangat baik karena merasa dimudahkan untuk membaca dan menulis.

Meskipun niatnya mulia dan masyarakat menerima, tapi langkahnya masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Tenyata reaksi dari para elit kerajaan justru tidak baik.

Banyak kalangan bangsawan yang curiga dan menentang sistem aksara baru. Ada kecenderungan untuk bersikap tidak rela kalau kaum yang dianggap lemah jadi makin pintar.

Kiprahnya diabadikan dalam banyak literatur sebagai raja yang berpengaruh

Kisah Inspiratif Raja Sejong, Sosok yang Berjasa di Balik Penciptaan Aksara Hangul

(foto: hancinema)

Meskipun ada ketakutan kalau rakyatnya melek huruf nanti akan mengganggu kekuasaan, tapi hangul tetap menyebar dengan cepat.

Banyak kalangan rakyatnya yang terbantu karena sebelumnya belum sempat mempelajari aksara China yang lebih rumit.

Seiring berkembang hangul, kemajuaan di bidang ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan politik pada masa Dinasti Joseon sangat meningkat.

Kiprahnya sebagai raja yang sangat berjasa diabadikan dalam banyak literatur modern dan produk budaya populer seperti drama Korea The Great King, Sejong (2008).

Di sana digambarkan tentang kehidupan rakyatnya pada masa Dinasti Joseon di semenanjung Korea.

Tahun 1457 kesehatannya menurun drastis karena beberapa penyakit, mulai dari diabetes sampai gangguan penglihatan. Ia pun meninggal tanggal 18 Mei 1450 di usia 53 tahun.