inspirasi

Kisah Echidna, Makhluk Berbadan Ular dan Induk dari Monster Mitologi Yunani

Penulis:   | 

Mitologi Yunani terkenal dengan macam-macam ceritanya yang unik dan banyak pesan moral. Meskipun banyak yang di luar nalar, tapi tetap ada sisi menarik yang dapat diambil hikmahnya.

Beberapa cerita akan dihubungkan dengan dewa dewi dan nilai spiritual yang sakral, sehingga tidak banyak mengalami perubahan.

Makhluk-makhluk dalam mitologi Yunani dianggap sebagai titisan dewa dewi dan sekaligus menjadi lambang kekuatan magis di tengah peradaban manusia.

Di antara sekian banyak mahluk mitologi Yunani, ada sosok makhluk yang berperan sebagai ibu, yakni Echidna.

Baca juga: Sejarah Sansekerta, Bahasa India Klasik yang Berpengaruh di Dunia

Badannya berbentuk ular dan melahirkan keturunan yang bermacam-macam bentuk

Kisah Echidna, Makhluk Berbadan Ular dan Induk dari Monster Mitologi Yunani

(foto: deviantart)

Echidna dideskripsikan dengan badan besar berwujud ular. Dikisahkan bahwa Echidna dan pasangannya, Tiphoeus melahirkan beberapa keturunan yang bentuknya macam-macam.

Semuanya membawa unsur hewan dalam tubuhnya. Anak-anak yang dilahirkannya yang terkenal adalah; Cerberus, Hydra, Medusa, dan Chimera.

Cerberus adalah sosok anjing penjaga gerbang Dunia Bawah yang punya tiga kepala. Hydra adalah ular dengan kepala banyak yang bisa tumbuh jika salah satu dipotong.

Yang paling banyak dibicarakan adalah Medusa, perempuan berambut ular tapi berbadan manusia. Kemudian yang paling aneh adalah Chimera, sosok dengan kepala kambing, singa, dan ular sekaligus.

Mendapat julukan sebagai induk dari para monster yang berbahaya

Kisah Echidna, Makhluk Berbadan Ular dan Induk dari Monster Mitologi Yunani

(foto: pixabay)

Keturunannya tumbuh menjadi makhluk yang menakutkan seperti monster. Karena itulah Echidna juga dijuluki sebagai induk dari para monster (mother of monsters).

Kebalikan dengan anak-anaknya yang berkepala hewan dan berbadan manusia, badan Echidna seperti ular, tapi kepalanya manusia.

Dengan segala kekuatannya, Echidna ternyata tidak memberi pengaruh baik, sehingga keberadaannya menjadi ancaman tersendiri untuk peradaban Yunani.

Karakternya memang membawa bahaya, sering meneror, mengancam nyawa makhluk lain, dan mengumpulkan daging mentah untuk dimangsa.

Baca juga: Pahlawan Indonesia, Pilot Amerika Bob Freeberg Hilang Misterius

Sempat dihukum karena menyerang para makhluk yang bersemayam di gunung Olympus

Kisah Echidna, Makhluk Berbadan Ular dan Induk dari Monster Mitologi Yunani

(foto: pixabay)

Echidna sebagai perempuan setengah ular yang bersemayam di dalam gua Arima, muncul sebagai sosok yang tanpa rasa takut. Gua Arima sendiri dianggap sakral bahkan setelah kematian Echidna.

Konon Echidna bersama Tiphoeus pernah menyerang para makhluk yang bersemayam di gunung Olympus, tapi akhirnya dilawan oleh Dewa Zeus.

Akhirnya Tiphoeus dijatuhi hukuman penjara di kaki Gunung Etna, sedangkan Echidna dan anak-anaknya diberi ampunan.

Echidna dibebaskan, tapi tidak menjadi semakin baik. Selama hidup bebas di dunia, makhluk berbadan ular ini menjadi ujian tersendiri untuk para pahlawan dalam kisah mitologi Yunani.

Meskipun awet muda dan sangat kuat, tapi akhirnya Echidna mati terbunuh

Kisah Echidna, Makhluk Berbadan Ular dan Induk dari Monster Mitologi Yunani

(foto: pixabay)

Sebagai induk dari para monster, banyak versi cerita yang menampilkannya sebagai bidadari yang menawan, tapi ganas.

Secara fisik, makhluk ini disebut awet muda atau bahkan tidak bisa tua dan tetap bertahan dengan kekuatan super.

Sepanjang hidupnya banyak membuat ancaman dan teror. Meskipun bersifat awet muda dan berkekuatan super, tapi ternyata Echidna tidak hidup kekal selamanya.

Dikisahkan bahwa di akhir kehidupannya, makhluk ini dikabarkan mati terbunuh pada saat bertarung dengan sosok raksasa bermata seratus, Argus Panoptes.

Argus Panoptes merupakan pelayan dewi Hera yang diutus untuk menghabisi nyawa Echidna saat sedang tidur. Konon rohnya bersemayam di sekitar gua Arima yang ditempatinya selama hidup.

Itulah cerita mitologi Echidna yang berbadan ular. Meskipun sudah dituturkan beribu-ribu tahun, tapi ia masih punya sisi menarik untuk dieksplorasi dan diadaptasi menjadi film dan game dengan genre fantasi.