inspirasi

Kisah Dashrath Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung untuk Menolong Orang di Desanya

By  | 

Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita pengorbanan seorang kakek tua yang nekat membelah gunung di desanya?

Bukan karena sensasi atau keuntungan pribadi, tapi aksinya memberi manfaat untuk masyarakat luas. Ia bekerja keras menggali dan memecah batu di gunung dekat desanya untuk membuka jalan ke rumah sakit.

Tidak hanya sebentar, tapi aksinya dilakukan selama 22 tahun dan dilakukannya seorang diri.

Kisah tersebut bukan fiksi, tapi benar-benar dialami oleh seorang kakek tua dari India bernama Dashrath Manjhi

Ia tidak menyerah dengan cibiran orang. Walau banyak yang menyebutnya sudah gila. Setelah kerja kerasnya membuahkan hasil, tak disangka-sangka sosoknya jadi terkenal di seantero dunia.

Baca juga: Mengenal Marie Curie, Ilmuwan Perempuan Pertama Peraih Hadiah Nobel

Tinggal di desa yang sangat terpencil dan jauh dari fasilitas umum

Kisah Dashrat Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung untuk Menolong Orang di Desanya

(foto: atlas-obscura)

Dashrath Manjhi selama hidupnya bekerja sebagai buruh di India. Ia tinggal di di Desa Gehlaur, distrik Gaya Muhra Tehsil,negara bagian Bihar. Ia hidup sangat sederhana bersama istri dan anaknya.

Desanya sangat terpencil, hingga listrik dan pasokan air bersih belum dapat dinikmati semua orang. Sistem kasta juga memperparah situasi hidup masyarakatnya.

Untuk pergi ke beberapa tempat seperti rumah sakit, pasar, dan tempat kerja harus lewat jalan yang jauh dan berbahaya.

Sebenarnya bisa lebih dekat jika ada jalan pintas melewati gunung, karena tempat-tempat umum terletak di balik gunung.

Medan tempuh yang ekstrem itu  sangat dirasa berat bagi Falguni Devi, istri Dashrath Manjhi yang sedang hamil anak kedua.

Pasalnya, ladang yang digarap suaminya sangat jauh dan ia tiap hari sempoyongan mengantar makan siang ke ladang.

Sebuah tragedi membawa perubahan besar hidupnya

Kisah Dashrat Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung untuk Menolong Orang di Desanya

(foto: atlas-obscura)

Suatu hari di tahu 1959 Falguni yang sedang hamil tua membawakan makan siang ke ladang. Ia harus mendaki gunung dalam cuaca panas terik. Tiba-tiba, kakinya terpeleset dan jatuh dari gunung.

Seseorang dari desa memberi tahu Manjhi bahwa istrinya jatuh dari gunung. Manjhi mendadak panik dan membawa istrinya yang berlumuran darah ke rumah sakit terdekat.

Tapi, rumah sakit terdekat harus ditempuh dalam jarak 70 km. Terlambat mendapat penanganan, Falguni dinyatakan meninggal setelah melahirkan seorang bayi perempuan.

Menjadi sangat terpukul, ia berpikir bagaimana caranya agar penduduk desa yang akan berobat tidak perlu mengalami hal yang sama seperti istrinya.

Ia lantas mengutuk gunung besar itu dan bersumpah untuk menghancurkannya.

Baca juga: Pernah Jadi Surga Dunia, Kota Kuno Baia Kini Tenggelam di Dasar Laut

Tidak sedikit yang meremehkan dan menganggap gila

Kisah Dashrat Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung untuk Menolong Orang di Desanya

(foto: news18)

Hanya bermodal palu, pahat, dan sekop, ia bekerja tanpa lelah membangun jalan dari desa ke rumah sakit.

Selama 22 tahun lamanya, orang-orang di sekitarnya tidak sedikit yang meremehkan dan menganggap aksinya tidak masuk akal.

Tapi ia dengan didasari tekad bulat untuk desanya dan tentunya kecintaan pada istri yang sudah tiada membuatnya tidak menyerah.

Sampai pada akhirnya jalan membelah gunung sepanjang 110 m, lebar 9,1 m, dan dalam 7,6 m berhasil terwujud dan bisa dilalui kendaraan

Tidak hanya ke rumah sakit, tapi warga desa juga lebih mudah untuk ke pasar, sekolah, dan desa tetangga.

Kisahnya yang menginspirasi diliput banyak media dan sempat difilmkan

Kisah Dashrat Manjhi, 22 Tahun Membelah Gunung untuk Menolong Orang di Desanya

(foto: deccanherald)

Kehidupannya memberi pelajaran moral bahwa orang yang tidak punya uang banyak atau kekuasaan pun dapat membuat perubahan besar.

Tekad kuatnya untuk membelah gunung memberikan pesan yang kuat bahwa setiap rintangan dapat dilewati, jika seseorang terus fokus dengan tujuannya.

Kisahnya yang begitu menginspirasi banyak diliput media internasional, diangkat dalam dokumenter, hingga film Bollywood yang berjudul Manjhi – The Mountain Man (2015).

Saat diwawancarai media India, Manjhi mengenang soal kegelisahannya yang kemudian membulatkan tekadnya.

“Bukit itu menjadi sumber masalah selama berabad-abad. Orang-orang telah berkali-kali meminta pemerintah untuk membuat jalan melewati bukit ini, tapi tak seorang pun yang memerhatikan. Jadi aku memutuskan melakukannya sendiri.”