quotes

Kata-Kata Sindiran Halus Ini Bisa Menyentil Hati

Penulis:   | 

Manusia itu mempunyai berbagai macam karakter. Ada yang bisa dinasehati secara halus, ada yang harus dibentak. Ada juga yang peka dengan sendirinya, dan ada juga yang disindir pun bisa sadar atas kesalahan yang dia lakukan.
Manusia juga aneh.

Ada yang dari kita tak enak untuk mengingatkan secara halus. Takut jika salah berkata. Namun akhirnya malah memendam kekesalan sendiri.

Mungkin kamu yang lagi kesal dengan seseorang tapi juga tak enak hati untuk memperingatkannya, di bawah ini ada kata-kata sindiran halus yang bisa kamu gunakan, gak melulu pake kata-kata bijak.

Baca juga: Kata-Kata Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW

1. Pacaran

“Pacaran aja masih modal orang tua doang sudah belagu minta ampun.” – Anonim.

Ini sih sindiran khas orang tua. Mereka ingin anaknya mengutamakan masa depan dibandingkan dengan pacaran. Masih minta uang, sok-sokan pacaran. Uang tipis, tapi gayanya hype abis. Orang yang seperti itu, belum tahu susahnya cari uang.

2. Otak

“Otakmu tidak sebesar mulutmu” – Anonim

Ini bisa digunakans saat ada teman kamu yang lebih suka bicara. Namun, ketika dia diminta pendapat tentang tugas, langsung diam. Seperti pepatah tong kosong berbunyi nyaring.

3. Sutradara

“Ini hidup saya, kok kamu yang jadi sutradara !!!” – Anonim

Pas sekali untuk kehidupan zaman sekarang. Adanya media sosial membuka kesempatan siapa saja yang bahkan tidak kita kenali suka berkomentar tentang hidup orang lain.

4. Baik

“Kamu itu baik banget. Tapi sayang, cuma pas ada maunya. !!!” – Anonim.

Punya teman yang suka dekat tapi pas ada maunya? Kata-kata ini cocok sebagai balasannya. Supaya dia sadar bahwa hubungan itu harus dijaga, bukan hanya ketika ada butuhnya.

Dunia itu tidak sempit. Kamu saja yang mainnya kurang jauh

(foto: unsplash/jeshoots)

5. Sempit

“Dunia itu tidak sempit. Kamu saja yang mainnya kurang jauh.” – Anonim.

Sentilan untuk orang yang suka mengomentari kegiatan jalan-jalan kamu. Dia hanya iri tidak bisa melihat dunia seperti kamu. Jadi balas saja dengan kata-kata ini.

6. UTS

“Apa firasat gua aja ya, kok yang jarang ngobrol tiba-tiba deket pas lagi UTS” – Anonim.

Intinya mereka hanya butuh kamu pas UTS. Teman toxic yang hanya memanfaatkan kamu saja.

7. Hutang

“Temen tuh aneh, dia yang ngutang, kita yang nggak enakan.” – Anonim.

Ada yang pernah seperti ini? Sentil saja. Harta nggak dibawa mati, tapi hutang dibawa sampai akhirat nanti

8. Protectionis

“Punya cewek tuh yang yang protecsionis, nanti bernafas aja harus bilang.” – Anonim.

Cewek kamu protektif? Sentil pakai kata ini saja. Bisa saja dia sadar kalau segala yang berlebihan itu nggak baik.

9. Pacar

“Boro-boro bisa memiliki pacar, pensil satu aja hilang mulu” – Anonim.

Sentilan untuk para jomblo. Bagaimana bisa menjaga pacar dengan baik? Menjaga pensil aja tak sanggup.

Baca juga: Kata-Kata Menyambut Bulan November yang Lebih Ceria

10. Seenaknya sendiri

“Jika dengan orang lain saja sudah seenaknya sendiri, bagaimana dengan sahabat. Bersiap-siap saja” – Anonim.

Apa itu yang dinamakan sehabat? Meski status sahabat tapi seenaknya sendiri juga nggak baik. Ada etika yang harus dijaga antar hubungan manusia.

Tahu nggak kalau kamu itu sebastian, sebatas teman tanpa adanya kepastian

(foto: pixabay/karosieben)

11. Teman tanpa kepastian

“Tahu nggak kalau kamu itu sebastian, sebatas teman tanpa adanya kepastian.” – Anonim.

Ini sindiran untuk teman kamu yang sedang halu pada seseorang. Berharap lebih hingga tak sadar dia sedang dimainkan imajinernya sendiri.

12. Pura-pura

“Berpura-pura bahagia itu sebenarnya capeknya minta ampun.” – Anonim.

Sindir teman kamu yang sring bilang ‘aku nggak apa-apa kok’ padahal bisa jadi dalam hatinya bermasalah. Pura-pura itu tak akan bisa bertahan lama. Justru kamu akan kehilangan sosok kamu sebenarnya. Menceritakan isi hati kepada orang yang dipercaya juga nggak apa-apa.

13. Kuat agama

“Mama bilang aku harus mencari laki-laki yang dari sisi agamanya kuat, bukan dari sisi nafsunya yang kuat.” – Anonim.

Sindir kekasih kamu yang masih absen melakasankan kewajibannya sebagai orang yang beragama. Agama apapun itu, harusnya dia menjalankannya.

Dengan agama saja hubungannya tak kuat, apalagi nanti hubungan rumah tangga dengan kamu? Bisakah tetap kuat bertahan?

14. Katanya sayang

“Katanya sayang, tapi faktanya ilang kemana” – Anonim.

Sedih ya kalau dia hilang tanpa kabar? Sindir saja pakai kata-kata ini. Supaya dia sadar kalau kamu selalu menunggu kabar darinya. Agar dia tak melulu menghilang. Mmebuat kamu uring-uringan.

15. Bohong

“Berpura-pura percaya saja biar yang berbohong tersebut menjadi senang.” – Anonim.

Jika kamu punya teman yang suka halu dan berbohong, kamu cukup berpura-pura saja mendengarkan. Lantas, sindir pakai kata-kata ini. Semoga saja sadar kalau berbohong itu nggak baik.

Bagaimanapun, kamu sebagai manusia juga punya perasaan ingin membimbing teman kamu ke jalan yang benar. Meski terkadang, tak punya kekuatan untuk mengatakan dengan lantang.

Hanya bisa berharap, semoga kata-kata sindiran ini bisa menyadarkan kamu dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji.

Silahkan dicoba kata-kata sindiran diatas, semoga ada perubahan. Semoga kekesalan kamu memendam perasaan bisa berkurang dengan menggunakannya semoga bermanfaat.