kuliner

Cari Tahu Perbedaan Gula Pasir, Gula Kastor, dan Gula Halus

By  | 

Seperti halnya dengan garam, masakan tanpa gula juga akan berasa kurang. Gula bisa menyeimbangkan masakan agar lebih nikmat saat dikonsumsi.

Tak hanya masakan, tapi juga kue dan roti. Gula bisa menjadi salah satu unsur utama dalam campurannya. Tapi tahu gak sih kalau ternyata gula juga ada beberapa macam lho.

Jenis-jenis gula ini tak hanya memiliki tekstur yang berbeda tapi juga kegunaan yang tidak sama, namun tetap memiliki unsur manis di dalamnya.

Jenis gula tersebut ada gula pasir, gula kastor, dan gula halus. Ketiganya memiliki perbedaan, mulai dari bahan untuk membutnya hingga kegunaannya.

Baca juga: 10 Makanan Khas Malaysia yang Bikin Nagih Terus, Upin Ipin Aja Suka

1. Gula Pasir

Yuk Cari Tahu Perbedaan Gula Kastor, Gula Halus dan Gula Pasir

(foto: sensorex)

Gula pasir sering ditemui di berbagai tempat, mulai dari dapur hingga mall. Gula pasir terbuat sari tebu yang mengalami proses kristalisasi sehingga berbentuk kristal-kristal. Teksturnya juga lebih besar dibandingkan dengan gula halus atau gula kastor.

Gula pasir juga memiliki banyak kegunaan, salah satunya untuk pemanis campuran teh atau kopi hingga untuk membuat kue.

Tapi harus hati-hati dalam pembuatan kue ya. Karena partikelnya lebih besar jadi butuh proses lebih lama untuk larut dalam adonan. Dengan tektur seperti ini, gula pasir tidak cocok untuk dekorasi kue seperti icing.

2. Gula Kastor

Yuk Cari Tahu Perbedaan Gula Kastor, Gula Halus dan Gula Pasir

(foto: thespruceeats)

Gula kastor adalah gula dengan tekstur halus namun masih memiliki tekstur partikel. Bisa dibilang gula kastor lebih halus dibandingkan gula pasir namun teksturnya masih lebih besar dibandingkan gula halus.

Gula kastor terdiri dari dua jenis, yaitu varietas biasa yang berwaran putih dan varietas emas yang berwarna kecokelatan.

Bedanya varietas emas didapatkan karena tidak dilakukan pemurnian dan masih mempertahankan molase sehingga warnanya kecokelatan.

Karena tekturnya yang sedang, gula kastor cocok untuk pemanis krim kocok, meringue, mouase atau souffle, serta bisa memberikan volume pada kue kering.

Baca juga: Lezat dan Mendunia, 10 Makanan Khas Inggris yang Wajib Dicicipi Saat Traveling

3. Gula Halus

Yuk Cari Tahu Perbedaan Gula Kastor, Gula Halus dan Gula Pasir

(foto: saudi-food)

Gula halus memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan dengan gula kastor. Tekstur halusnya mirip dengan tepung hingga cocok untuk membuat kue karena mudah sekali larut dalam adonan.

Gula halus didapatkan dengan cara menghaluskan gula pasir dengan tambahan pati jagung. Dengan tambahan itu, jangan heran jika gula halus memiliki tekstur yang super lembut. Bahkan rasanya ada sensasi dingin saat memakan gula ini.

Dengan tekturnya yang halus bisa dibuat sebagai dekorasi atau icing untuk beraneka macam kue. Untuk campuran cookies juga enak karena mudah larut dalam adonan.

4. Lantas apa perbedaan gula pasir, gula kastor, dan gula halus?

Yuk Cari Tahu Perbedaan Gula Kastor, Gula Halus dan Gula Pasir

Dari uraian tersebut bisa disimpulkan perbedaan yang mencolok dari ketiganya. Berdasarkan tekstur bisa diurutkan dari partikel yang besar yaitu gula pasir, tekstur sedang adalah gula kastor dan gula halus dengan testur halus seperti tepung.

Tekstur yang berbeda dipengaruhi cara membuat yang berbeda pula. Gula pasir dari proses kristalisasi air tebu, gula kastor kristalisasi dan proses penghalusan sedangkan gula halus mengalami penambahan pati jagung agar halus seperti tepung.

Walaupun semuanya bisa digunakan untuk memasak atau membuat kue tapi hanya gula halus yang baik untuk membuat icing. Rasanya juga terdapat sensasi dingin pada gula halus.

Dengan mengetahui perbedaannya bisa kini bisa tahu kegunaan dan manfaatnya. Dari ketiga jenis gula di atas, mana nih yang sering kamu pakai?