lifestyle

Apa Itu Penyakit Ain, Kenali Sebab dan Bahayanya

Penulis:   | 

Selama beberapa waktu terakhir di media sosial cukup sering terdengar sebuah nama penyakit yang disebut penyakit ain. Sebagian orang menyebutkan penyakit ini timbul dari pandangan orang kepada suatu objek.

Pandangannya tidak hanya secara langsung, tapi juga lewat media seperti video dan foto orang yang semakin banyak tersebar di media sosial. Ada yang santai saja menanggapinya, tapi ada juga yang ketakutan secara berlebihan.

Agar lebih tepat menanggapinya, mari kita pahami bersama tentang penyakit ain dalam pandangan Islam, mulai dari pengertian hingga cara mencegah yang tepat menurut syariat.

Baca juga: 7 Fakta tentang Aromaterapi, Kenali Efeknya untuk Fisik dan Mental

Penyakit ain bisa muncul dari pandangan mata

Apa Itu Penyakit Ain, Kenali Sebab dan Bahayanya

(foto: pixabay)

Apa itu penyakit ain? Pengertiannya secara sederhana adalah gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata.

Sementara itu, Fatawa Al Lajna Ad Daimah atau Dewan Riset Ilmu dan Fatwa di Saudi Arabia memberi pengertian yang lebih lengkap.

Asal kata ain adalah dari kata aana atau ya’iinu yang artinya adalah terkena suatu hal dari mata. Awalnya adalah rasa kagum dari orang ketika melihat sesuatu.

Kemudian diikuti dengan respons perasaan negatif, lalu perasaan atau jiwanya menggunakan pandangan mata sebagai perantara menyalurkan racun kepada objek yang dipandang.

Pandangan yang menyebabkan gangguan ini bisa terjadi karena adanya iri, dengki, atau hasad atas kebaikan atau kelebihan yang ada pada seseorang atau hal yang telah dipandangnya.

Bukan hanya kepada manusia, tapi juga berlaku pada benda

Apa Itu Penyakit Ain, Kenali Sebab dan Bahayanya

(foto: pixabay)

Selain kepada manusia, ternyata pandangan penuh rasa kagum juga bisa menyebabkan penyakit ain pada orang atau benda yang dipandang.

Pandangan yang disertai iri dengki terselubung, akibat kekaguman yang terlalu, juga bisa memicu penyakit pandangan mata yang berlaku pada benda mati, selayaknya pada makhluk hidup.

Salah satu ulama besar terdahulu, Ibnul Qayyim bahkan menyebutkan bahwa penyakit ain bukan hanya datang melalui pandangan, tetapi pada banyak kasus menunjukan bahwa penyakitnya bisa terjadi bahkan lewat khayalan saja.

Gangguan yang muncul bisa terjadi dalam beragam bentuk, dari kegelisahan, penyakit fisik, bahkan hingga kematian. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa”.

Baca juga: Perbedaan Lotion dan Moisturizer, Perawatan Terbaik Buat Kulit

Memang sangat berisiko, lalu apakah bisa disembuhkan?

Apa Itu Penyakit Ain, Kenali Sebab dan Bahayanya

(foto: pixabay)

Ternyata risikonya memang sebesar itu, jadi bagaimana cara untuk mengatasinya? Kenyataannya, hal-hal yang menjadi sumber atau penyebab sakit ain selalu ada di sekitar.

Mulai dari postingan orang di media sosial, apa-apa yang ditampakkan orang, dan berbagai hal di sekitar adalah berpotensi untuk memicu kekaguman sampai prasangka yang mengundang iri dan dengki.

Sebagaimana pendapat yang luas beredar tentang penyakit ini, banyak yang mulai sadar bahayanya.

Banyak juga yang mencari cara untuk mengobatinya. Tapi, prinsip awal dari penyakit adalah lebih baik mencegah daripada mengobati.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegahnya

Apa Itu Penyakit Ain, Kenali Sebab dan Bahayanya

(foto: pixabay)

Dalam syariat Islam telah disebutkan berbagai cara mencegahnya seperti berikut ini.

  • Mendekatkan diri pada Allah SWT dengan bertawakal pada-Nya, menjaga kualitas ibadah dan menjauhkan diri dari hal yang dilarang-Nya.
  • Cepat bertobat atas berbagai dosa.
  • Merutinkan dzikir yang mutlak (bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja) dan dzikir khusus (seperti dzikir pagi dan petang).
  • Berusaha mengatasi penyakit iri dengki dengan fokus kepada hal baik yang bisa dilakukan.
  • Menghindari sikap pamer, baik secara langsung maupun di media sosial, dan memperbanyak sikap tawadhu’ atau rendah hati.
  • Ketika memuji atau dipuji, ucapkanlah pujian bagi Allah dengan mengucapkan ‘masyaa Allah’, ‘laa hawwula wa laa quwwata illa billah’, atau baarakallahu fiik’

Dari sekian banyak cara mencegah penyakit ain ternyata tidak ada yang rumit untuk dilakukan dan seluruhnya merupakan bentuk ibadah dan penghambaan pada Allah.

Tetapi, kita perlu berhati-hati pula agar dalam ibadah tersebut niatnya sepenuhnya mengharap ridho Allah dan dengannya menjadi jalan pertolongan dan perlindungan dari-Nya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.