profil | HAPPY BIRTHDAY

Todoroki Shoto

7
Penulis:   | 

Todoroki Shoto adalah tritagonis dari  manga dan anime berjudul My Hero Academia atau Boku no Hero Academia (2016).

Ia digambarkan sebagai seorang siswa di Kelas 1-A di SMA U.A., yang sekaligus menjadi tempat berlatih menjadi Pahlawan Pro.

Walaupun begitu, ia cukup terkenal karena menjadi  putra bungsu dari Endeavour, Pahlawan No. 1.

Ia memiliki perawakan yang tinggi dan agak berotot untuk siswa seusianya. Sementara itu, rambutnya cukup panjang dengan poni yang dibelah menjadi dua.

Kedua sisi rambutnya memiliki warna yang berbeda dan pewarnaan yang tidak biasa tersebut dikarenakan Quirk-nya.

Selai itu, ia juga memiliki heterochromia iridium, yang menyebabkan kedua matanya memiliki warna yang berbeda.

Selama sekolah, ia memakai pakaian seragam dengan sepatu kets bertali abu-abu. Sedangkan kostum pahlawannya berupa kemeja putih polos dengan celana dan sepatu bot yang serasi.

Todoroki Shoto | My Hero Academia - Profil, Fakta, Kekuatan, Kelemahan, Quotes

(foto: mbs)

Daftar isi

Biodata & Profil

  • Nama Lengkap: Todoroki Shoto / 轟とどろき焦しょう凍
  • Nama Panggung: Todoroki Shoto
  • Nama Panggilan: Shoto
  • Tempat, Tanggal Lahir: Jepang, 11 Januari
  • Umur: 15 Tahun (Debut)
  • Jenis Kelamin: Laki-Laki
  • Tinggi Badan: 176 cm
  • Berat Badan: –
  • Golongan Darah: O
  • Warna Rambut: Putih, Crimson
  • Warna Mata: Turquoise, Abu-Abu
  • Gaya Bertarung: Pertarungan jarak jauh
  • Orang Tua: Enji Todoroki (Ayah), Rei Todoroki (Ibu)
  • Saudara: Toya Todoroki (kakak laki-laki tertua), Fuyumi Todoroki (Kakak perempuan), Natsuo Todoroki (Kakak laki-laki)
  • Debut Manga: Chapter 6
  • Debut Anime: Episode 5

Fakta Menarik

  • Jika digabung, namanya akan memiliki arti bakar dan beku, sama seperti bakat yang dia miliki.
  • Ia sangat menyukai soba dingin.
  • Ia mendapat suara terbanyak dari para penonton karena performanya yang luar biasa.
  • Pada pertarungannya melawan Midoriya, untuk pertama kalinya ia menggunakan bakat api yang didapat dari ayahnya, Endeavor.
  • Walaupun sempat gagal dalam ujian lisensi pro hero, ia terus menunjukkan peningkatan hingga ia berhasil magang di agensi ayahnya, Endeavor.
  • Karena bakat dan rekomendasi dari yang didapatkannya, ia berhasil lolos tanpa mengikuti ujian masuk U.A. Padahal murid yang kuat atau jenius sekalipun perlu mengikuti tes ini untuk bisa diterima di U.A.
  • PTSD atau gangguan stress pasca trauma pernah dialaminya ketika masih kecil. Ia pernah mengalami kekerasan dari ayahnya yang selalu memaksa untuk berlatih keras.
  • Ia bukanlah anak yang banyak berbicara dan ceria. Padahal dulunya ia anak yang sering tersenyum dan ceria.
  • Sebelum bertemu dengan Midoriya, ia merupakan anak yang terlihat murung dan tak suka berinteraksi dengan teman sekelasnya.
  • Walaupun begitu, ia sangat menghargai persahabatan. Ia bukan orang yang akan mengabaikan temannya yang sedang berada dalam bahaya.

Kekuatan

  • Ketika Shoto pertama kali muncul, ia hanya menggunakan setengah dari Quirknya, yang dia warisi dari ibunya, Rei. Ia hanya bertarung dengan satu tangan terikat di belakang punggungnya.
  • Ia juga merupakan seorang kutu buku yang bisa menjadi kekuatan terbesa bagi seorang pahlawan, yang membutuhkan otak dan juga kekuatan.
  • Ia memiliki sikap yang mulia dengan selalu mengunjungi Ayahnya secara teratur di rumah sakit untuk menghabiskan waktu berkualitas bersamanya. Mengingat dahulu Ayahnya yang secara sengaja melukai dirinya.
  • Kekuatannya bisa dikatakan sangat langka untuk anak seusianya. Ia d diperkenalkan sebagai keajaiban dengan Quirk-nya.

Kelemahan

  • Separuh api Shoto sangat kuat tetapi kikuk dan mungkin terlalu panas saat digunakan.
  • Dorongan kompetitifnya membuatnya terlalu mementingkan diri sendiri.
  • Ia menahan diri untuk membenci ayahnya yang justru malah melemahkan dirinya sendiri.
  • Ia tidak terlalu memikirkan kekuatan dan kemampuan teman sekelas dan saingannya.

Quotes

  • “Ini bukan salahmu, kami hanya bermain di level yang berbeda.”
  • “Jangan pernah lupa Anda ingin menjadi siapa.”
  • “Saya tahu betapa banyak dendam seperti itu dapat menutupi vosi seseorang.”
  • “Aku akan menang dengan kekuatan Ibuku sendiri.”
  • “Bukankah tugas Pahlawan menyelamatkan orang?”
  • “Jika Anda akan mengandalkan kata-kata saja, maka kata-kata itu sebaiknya menjadi sangat kuat.”
  • “Berikan yang terbaik, Midoriya. Aku akan menjatuhkanmu.”
  • “Apakah itu baik, buruk, atau sesuatu di antaranya. Itu sesuatu yang harus saya pikirkan.”

 

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.