berita

Sejarah Pita Merah yang Jadi Simbol Hari AIDS Sedunia

Penulis:   | 

Hari ini (1 Desember 2019) merupakan Hari AIDS Sedunia yang pertama kali dicetuskan pada tahun 1988. Penggagasnya adalah pekerja di bagian informasi Global Programme World Health (WHO), yakni Thomas Netter dan James W. Bunn.

Bukan tanpa sebab, tanggal ini memang diperingati dalam rangka menambah kesadaran manusia untuk terus berjuang melawan virus penyebab penyakit AIDS, yaitu HIV.

Baca juga: Ciputra Meninggal Dunia, Ini Dia Para Penerus Bisnisnya

Selain itu, Hari AIDS Sedunia juga bertujuan untuk memberikan support kepada pengidap AIDS dalam menjalani hidup dan para korban meninggal akibat AIDS.

Berdasarkan data dari PBB, sejak tahun 1990 hingga hari ini (1/12/2012) tercatat sudah 32 juta orang meninggal akibat AIDS.

Untuk tahun 2018 lalu, bahkan sudah ada kisaran 570 ribu – 1,1 juta korban meninggal akibat penyakit yang menyerang kekebalan daya tubuh tersebut. Selain itu, sekitar 37,9 juta orang hidup terjangkit HIV di seluruh dunia.

Hari AIDS Sedunia ditandai dengan red ribbon atau pita berwarna merah. Pita merah ini dijadikan simbol universal sebagai tanda dukungan dan kepedulian bagi para pengidap HIV.

Penggunaan simbol pita merah ini hadir satu dekade setelah HIV ditemukan tepatnya pada tahun 1991. Kala itu, 12 seniman terkemuka berkumpul di sebuah galeri di New York, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut membahas tentang proyek peningkatan kesadaran masyarakat tentang HIV AIDS.

Dari pertemuan itu, muncul ide ikon dukungan dan kepedulian kepada para pengidap HIV dengan ditandai simbol pita merah seperti dilansir worldaidsday.org.

Baca juga: Ini Perjalanan Karir Ciputra, Dari BUMD Hingga Jadi Konglomerat

Ide pita ini konon berasal dari pita kuning yang merupakan simbol dukungan bagi militer Amerika Serikat saat tengah berjuang di Perang Teluk.

Warga Amerika Serikat mengikat pita kuning tersebut di pohon sebagai tanda dukungan. Sementara warna merah dipilih untuk memperingati hari AIDS Sedunia karena dianggap sebagai tanda keberanian, juga menyiratkan hati dan cinta.

Pita merah itu dibuat dan dibagikan di galeri seni New York oleh para seniman. Saat membagikan, mereka juga menyelipkan informasi tentang makna dari pita itu.

Setelah pita merah dibagikan, dalam beberapa minggu pita serupa lebih mudah ditemukan di berbagai titik, termasuk di karpet merah Piala Oscar.