quotes

120 Pantun Nasehat untuk Memberi Pesan dengan Menyenangkan

Penulis:   | 

Pantun Nasehat – Tak jarang dalam memberi nasehat untuk orang lain kita kerap kesusahan. Apalagi kepada anak yang baru beranjak dewasa, selain marah mereka juga kerap membantah atau tidak nurut dengan apa yang dilakukan.

Jika hal itu terjadi, mungkin harus dicoba cara baru dalam menyampaikan pesan yaitu dengan pantun nasehat.

Dimana pantun nasehat sendiri adalah pantun dengan empat baris dan dua baris akhir berisi pesan.

Selain penyampaiannya sangat menyenangkan, pantun nasehat juga meminimalisir tersinggung dari orang yang diberi pesan. Tanpa marah-marah, kita bisa menyampaikan pesan secara menyenangkan.

Namun untuk mudah memberikan pesan dalam bentuk pantun, kamu harus memiliki banyak pembedaharaan kata-kata.

Untuk membantumu, beberapa pantun nasehat ini bisa diolah dengan kata-katamu sendiri untuk menyampaikan pesan.

Baca juga: 101 Kata-Kata Sindiran Pedas Buat Mantan Munafik

Pantun Nasehat untuk Memberi Pesan dengan Menyenangkan

1. Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
tuntut ilmu bersungguh-sungguh
satu jangan ketinggalan

2. Berburu ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

3. Hati tertekan curam bahagia
Hidup sirnalah membentuk lara
Abadi bukanlah didalam dunia
Hidup hanyalah tuk sementara

4. Berburu ke padang datar
Dapat rusa beelang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

5. Tetangga sebelah jual lotek
Dapat permen kembalian kurang
Kerjakan ujian tak boleh menyontek
Sebab itu perbuatan curang

6. Gelas air di atas nampan
Air teh untuk sang Uwa
Puasa Ramadhan ayo kerjakan
Raih pahala gapai takwa

7. Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri

8. Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri

9. Pulang mengaji pergi ke kobong
Di dalam kobong ada dipan
Jadi orang jangan sombong
Sombong itu temannya setan

10. Kulit lembu celupkan samak
Mari dibuat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak mengikut

11. Kerja keras kuli bangunan
Upah cukup makan sehari
Bahaya tebang pohon sembarangan
Nanti bumi jadi tak asri

12. Sebelah kanan warung
Ucup Sebelah kiri warung Tarwa
Ayo cari bekal hidup Bekal utama adalah takwa

13. Cepat bergegas agar bisa bertemu
Bertemu teman bawa gulali
Kaya harta namun miskin ilmu
Tentu ia akan merugi dan sakit hati

14. Adik tendang bola menggebu
Jendela terbentur bola sepak
Jangan lancang pada ibu
Sebab surga ada di telapak

15. Ada beruang ada panda
Sedang makan di tengah hutan
Islam bersemayam di dada
Menjadi insan kuat iman

16. Ayahku adalah seorang petani
Bekerja tiap hari di tanah ladang
Ayo, mari kita belajar hari ini
Agar masa depan yang datang lebih gemilang

17. Kulit lembu celupkan samak
Mari dibuat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak mengikut

18. Balut luka pakai perban
Perban bagus tutupi luka
Mari kita kuatkan iman
Gapai ridha dari Sang Maha

19. Anak gadis dengan pipi merona
Memakai gelang dari mutiara
Agar hidupmu penuh dengan makna
Cobalah peduli dengan saudara

20. Album lama bentuk siku
Beberapa masuk bingkai
Ayo rajin membaca buku
Agar otak jadi pandai

21. Duka tersentak renggut ceria
Selaksa tanya bantah problema
Ketika jejak di sudut usia
Tersisa hanya sebuah nama

22. Hari ini adalah hari Selasa
Esok hari berganti Rabu
Jika kamu ingin masuk ke surga
Ingat ibadah adalah nomor satu

23. Cepat bergegas agar bisa bertemu
Bertemu teman bawa gulali
Kaya harta namun miskin ilmu
Tentu ia akan merugi dan sakit hati

24. Bersedekah tuntunan Islam
Dalam surat Al Quran dituliskan
Sungguh indah pemandangan alam
Lihat pegunungan penuh penghijauan

25. Hari ini adalah hari Selasa
Esok hari berganti Rabu
Jika kamu ingin masuk ke surga
Ingat ibadah adalah nomor satu

26. Ikan bandeng banyak duri
Makan enak di pinggir desa
Jangan sampai kamu mencuri
Sebab itu perbuatan dosa

27. Kalau peranan jadi tuntutan
Kenapa pimpinan dilupakan
Kalau Al Quran jadi pedoman
Kenapa pacaran dilakukan

28. Di pagi hari petani datang menyemai
Padi tumbuh disiram sudah
Jika kamu ingin hidup dalam damai
Jangan pernah lupa kerjakan ibadah

29. Ayahku adalah seorang petani
Bekerja tiap hari di tanah ladang
Ayo, mari kita belajar hari ini
Agar masa depan yang datang lebih gemilang

30. Langit indah sungguh cerah
Udara segar terasa di hirup
Kepada Allah kita ibadah
Sandaran kita selama hidup

31. Pergi memancing di kala fajar
Pulang saat siang menenteng ikan
Siapa orang yang rajin belajar
Pasti ia akan sukses kemudian

32. Anak gadis dengan pipi merona
Memakai gelang dari mutiara
Agar hidupmu penuh dengan makna
Cobalah peduli dengan saudara

33. Anak malu bertahta nista
Pesona batu minyak berdosa
Tidak perlu berkata dusta
Karena itu memperbanyak dosa

34. Air mata basahi pipi
Kalimat kejam menusuk hati
Yuk, siapkan diri meraih mimpi
Detik ini tak usah nanti

120 Pantun Nasehat untuk Memberi Pesan dengan Menyenangkan

(foto: pexel/kampusproduction)

35. Hari ini adalah hari Selasa
Esok hari berganti Rabu
Jika kamu ingin masuk ke surga
Ingat ibadah adalah nomor satu

36. Berambut indah yang memutih
Berkantong amalan yang nestapa
Bersujud pada sang pengasih
Mohon ampunkan segala dosa

37. Pergi ke pasar membeli kain
Kainnya bagus harganya murah
Belajar itu harus tekun dan rajin
Agar jadi pintar saat di sekolah

38. Air mata basahi pipi
Kalimat kejam menusuk hati
Yuk, siapkan diri meraih mimpi
Detik ini tak usah nanti

39. Hujan berhenti angin berlalu
Terang kembali langit biru
Jangan suka malu-malu
Kalau diperintah guru

40. Berenang-renang dua ekor itik
Pada sore yang indah di hari selasa
Jadilah anak yang berbudi baik
Selalu membantu kepada sesama

41. Terdengar cuitan burung gereja
Tanda udara sedang sehat
Boleh saja giat bekerja
Namun tubuh perlu istirahat

42. Pisau sembilu banyak gunanya
Untuk mengiris daging domba
Hatiku selalu merasa bahagia
Kalau bisa belajar bersama

43. Seekor monyet sedang termangu
Pisangnya hilang diambil pemburu
Patuhilah nasihat gurumu
Beliau juga adalah orang tuamu

44. Kuda lelah tarik delman
Aspal panas siang bolong
Baik-baik pada teman
Esok hari banyak yang tolong

45. Naik gunung melihat kabut
Walau lelah terasa seru
Di kelas jangan ribut
Harap tenang dengarkan guru

46. Pagi-pagi sarapan ayam betutu
Tidak lupa dicampur kuah bumbu
Belajar itu tidak harus menunggu
Asalkan belajar hal-hal bermutu

47. Pergi memancing di kala fajar
Pulang saat siang menenteng ikan
Siapa orang yang rajin belajar
Pasti ia akan sukses kemudian

48. Kalau kancil sedang dikejar
Ia lari ke tengah pasar
Ketika kecil rajin belajar
Akan pandai di waktu besar

49. Pergi ke pasar membeli jambu
Jalannya jauh berputar-putar
Kalau rajin membaca buku
Pasti jadi anak yang pintar

50. Pergi ke pasar membeli kain
Kainnya bagus harganya murah
Belajar itu harus tekun dan rajin
Agar jadi pintar saat di sekolah

51. Pulang kampung hari Selasa
Pulangnya naik kapal laut
Mari beramal selagi bisa
Sebelum ajal datang menjemput

52. Anak kucing turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Agar tercapai semua keinginan

53. Berenang-renang dua ekor itik
Pada sore yang indah di hari Selasa
Jadilah anak yang berbudi baik
Selalu membantu kepada sesama

54. Pergi ke sungai menangkap ikan
Menangkap ikan memakai jala
Mari bantu yang membutuhkan
Semoga Allah berikan pahala

55. Dua tiga kelereng diadu
Mainnya di rumah si Rida
Jika diejek usahlah mengadu
Biarkan hati berlapang dada

56. Ke pasar cari baju baru
Pasar ramai penuh sesah
Makan jangan buru-buru
Nanti bisa mati tersedak

57. Banyak sawah di dusun Sodong
Banyak kebun di dusun Kolaka
Jadi orang jangan suka bohong
Karena dusta bikin celaka

58. Pagi hari memakan laksa
Lauknya dari pepes belida
Jadi anak jangan durhaka
Supaya hidup selalu bahagia

59. Anak Melayu duduk termenung,
Petik kelapa membuat kopra.
Walau harta setinggi gunung,
Kalau durhaka hidup sengsara.

60. Ke Medan untuk beli ulos
Membeli ulos yang penuh gambar
Rajinlah sekolah jangan bolos
Agar kelak jadi anak pintar

61. Seorang lelaki dipanggil Abah
Punya anak bernama Muji
Sikap serakan biasang musibah
Rendah hati akhlak terpuji

62. Asam kandis asam gelugur,
Kedua asam beriang-riang.
Menangis mayat di dalam kubur,
Tidak puasa tidak sembahyang.

63. Kera bemain lempar gelas
Kancil membuat tali anyaman
Ayolah teman bersihkan kelas
Supaya rapi dan juga nyaman

64. Pesta kecil makan-makan
Semua hadiah dipersembahkan
Ilmu yang ada diamalkan
Niscaya akan ditambahkan

65. Mie sedap mie bihun,
Masak sedikit enak rasanya.
Walaupun hidup seribu tahun,
Kalau tak sembahyang apa gunanya.

66. Pergi ke sawah ada ularnya
Main di kali banyak ikannya
Kalau bermain jangalah lupa
Solat mengaji tetap dijaga

67. Walau hati sedang bingung
Jangan lupa merasa susah
Walau ilmu setinggi gunung
Tak diamalkan apa gunanya

120 Pantun Nasehat untuk Memberi Pesan dengan Menyenangkan

(foto: pexel/ketut subiyanto)

68. Baju lama sudah kumal,
Kembang manis tempat si lebah.
Punya ilmu, tiada amal,
Bagaikan pohon tak berbuah.

69. Ke pasar cermai membeli kacang polong
Jatuh di jalan di injak petani
Jika tidak ingin menjadi ompong
Janganlah malas menyikat gigi

70. Rusa kecil diam terkurung
Kurang makan kurang minum
Cari ilmu jangan murung
Cerialah selalu banyak tersenyum

71. Berburu ke padang datar,
Mendapat rusa belang kaki.
Berguru kepalang ajar,
Bagai bunga kembang tak jadi.

72. Membuat manisan dari buah salak
Dijual dengan macam-macam harga
Jadi anak berbaktilah pada ibu bapak
Agar kelak bisa masuk surge

73. Beli tiket ke Kota Lahat,
Jalan-jalan ke Mesuji.
Jika ingin badan sehat,
Jajan makanan bersih bergizi.

74. Sofa empuk berwarna jingga
Beli ayam dengan lalapan
Masa muda harus bekerja
Agar bahagia dan berkecukupan

75. Pegunungan jalan berliku
Udara pegunungan sungguh enak
Senyuman tampak di wajah kakekku
Melihat cucu sedang berbedak

76. Kupu-kupu berterbangan,
Mungkin pergi ke kota Medan.
Jajan jangan sembarangan,
Nanti bisa sakit badan.

77. Minum kopi di saat hujan
Memang nikmat sekali rasanya
Anak baik anak teladan
Jadi kebanggaan keluarga

78. Jalan-jalan ke Surabaya
Jangan lupa oleh-olehnya
Bila wajah kita ceria
Hidup ini pun terasa bahagia

79. Sungguh lezat kue talam,
Tutupi jangan tersentuh lalat.
Sikat gigi pagi dan malam,
Supaya bersih, selalu sehat.

80. Pak Tegus pergi ke Bali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau bau sekali
Kau belum mandi enam hari

81. Katak jantan berkaca
Si betina merasa malu
Anak yang malas membaca
Pasti dimarahi ibu

82. Tali temali dari kawat,
Api unggun membuat hangat.
Kalau badan kita kuat,
Pasti belajar makin semangat.

83. Nemu gelang di pekarangan
Tapi gelang sudah karatan
Siapa nyampah sembarangan
Pasti pacarnya orang utan

84. Jalan-jalan sore bersama teman
Ternyata hujan turun rintik-rintik
Jangan lupa cuci tangan
Pakai sabun, gosok 20 detik

85. Perahu melaju pergi ke hulu,
Perahu besar telah lewat.
Berangkat sekolah sarapan dulu,
Supaya badan menjadi kuat.

86. Pergi ke sawah menanam ketan
Setelah hari Kamis, itu Jumat
Rajinlah makan sayur-sayuran
Agar tubuh menjadi sehat

87. Hari hujan makan talas,
Perahu besar belum berlabuh.
Kalau sudah di dalam kelas,
Dengarkan guru jangan bergaduh.

88. Wakil raja disebut patih
Melihat pesawat di dalam hanggar
Perbanyaklah minum air putih
Agar tubuh selalu bugar

89. Langit cerah terlihat biru,
Kutilang terbang berputar-putar.
Terimakasih Ibu Bapak Guru,
Karena engkaulah kami jadi pintar.

90. Indah laut indah karang
Indah karang ikan berlabuh
Jangan suka sering begadang
Karena dapat merusak tubuh

91. Ke padang datar hendak berburu,
Padang rumput luas dan lebar.
Aku rindu pada Bu Guru,
Yang baik hati dan penyabar.

92. Memancing ikan dengan kailnya
Ikan hiu tertangkap alangkah besarnya
Jangan hanya melihat bagus fisiknya
Tapi juga perhatikan perangainya

93. Sungguh indah memandang taman,
Duduk santai hingga siang.
Di sekolah banyak teman,
Bermain belajar hatiku riang.

94. Tak perlu mahal untuk sebuah kendaraan
Yang terpenting tidak berjalan berjam-jam
Jika cinta tak dijalani dengan kedewasaan
Maka cinta akan berubah menjadi belati tajam

95. Dari ke Jakarta ke kota Penang,
Orang lari hendak dikejar.
Pagi hari hatiku senang,
ke sekolah hendak belajar.

96. Jika mata dibayar dengan mata
Maka dunia akan buta
Kasihilah pasanganmu dengan cinta
Agar ia mencintaimu dengan kasihnya

97. Tubuh tegap sehat perkasa,
Gigi putih tidak berongga.
Dekat diri kepada Yang Esa,
Agar sakinah mawadah rumah tangga.

98. Berlari cepat mengejar waktu
Terlambat sudah tertinggal kereta
Pendidikan itu harus nomor satu
Bagi kemajuan bangsa kita

99. Beli tiket ke kota Lahat,
Lewat sungai lewat darat.
Istri yang terbaik selalu taat,
Mengharap pahala di akhirat.

100. Pukul tujuh pagi masuk kelas
Kerjakan tugas soalnya rumit
Menuntut ilmu dengan ikhlas
Untuk cinta-cita setinggi langit

101. Pasti datang hari Hisab,
Ruh mukmin harumnya wangi.
Jadilah suami yang bertanggung jawab,
Memimpin, mengayomi, dan melindungi.

102. Ayahku seorang petani
Punya sawah punya ladang
Mari belajar hari ini
Agar masa depan lebih gemilang

103. Jalan-jalan ke kota Kedah,
Naik motor kita berdua.
Menikah adalah ibadah,
Jalan menuju jiwa bertaqwa.

104. Anak gadis dengan pipi merona
Memakai gelang dari mutiara
Agar hidupmu penuh dengan makna
Cobalah peduli dengan saudara

105. Pergi ke ladang tanam pepaya,
Sudah matang enak rasanya.
Rumah tangga akan bahagia,
Bila pondasinya adalah agama.

106. Air mata basahi pipi
Kalimat kejam menusuk hati
Yuk, siapkan diri meraih mimpi
Detik ini tak usah nanti

107. Bambu betung bambu belah,
Burung kecil hinggap di pagar.
Tidur siang sepulang sekolah,
Agar badan kembali segar.

108. Berenang-renang dua ekor itik
Pada sore yang indah di hari selasa
Jadilah anak dengan budi baik
Selalu membantu kepada sesama

109. Sayur tumis kasih tomat,
Pergi ke pasar membeli bahan.
Belajarlah hidup hemat,
Beli barang sesuai kebutuhan.

110. Pagi hari memakan laksa
Lauknya dari pepes belida
Jadi anak, jangan durhaka
Supaya hidup selalu bahagia

111. Beli baju warna merah,
Bungkus satu lupa dibawa.
Jadi anak jangan suka marah,
Kalau suka marah cepat tua.

112. Dua tiga kelereng diadu
Mainnya di rumah si Elda
Jika diejek usahlah mengadu
Biarkan hati berlapang dada

113. Baju baru di hari raya,
Sungguh indah dipandang mata.
Ilmu itu bagaikan cahaya
Penerang jalan di malam gulita.

114. Kera bemain lempar gelas
Kancil membuat tali anyaman
Ayolah teman bersihkan kelas
Supaya rapi dan juga nyaman

115. Burung bangau turun ke rawa,
Mencari ikan, ikan sepat.
Berangkat sekolah selalu berdoa,
agar diberi ilmu bermanfaat.

116. Ke Medan untuk beli ulos
Membeli ulos yang penuh gambar
Rajinlah sekolah jangan bolos
Agar kelak jadi anak pintar

117. Naik kereta turun di Gambir,
Main di kota lupa pulang.
Banyak kota alami banjir,
Karena pohon banyak ditebang.

118. Ke pasar depan membeli kacang polong
Jatuh di jalan di injak petani
Kalau tidak ingin menjadi ompong
Janganlah malas menyikat gigi

119. Gunung Ciremai sangat indah,
Indahnya memang juara.
Lingkungan hidup adalah anugerah,
Jangan dirusak, mari dipelihara.

120. Kancil sedih karena kehilangan,
Sedih kalah dalam perlombaan.
Buang sampah jangan sembarangan,
Lingkungan sehat jadi dambaan.

Baca juga: 111 Pantun Teka-Teki yang Bikin Suasana Cair

Semakin banyak berlatih membuat pantun nasehat, kamu juga akan terbiasa. Tak perlu marah, memberi pesan dan nasehat baik bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.