lifestyle

10 Organ Penyusun Sistem Pernapasan Beserta Fungsinya

Penulis:   | 

Semua makhluk hidup pasti bernapas, terutama manusia. Sekumpulan organ yang membantu tubuh untuk bernapas disebut dengan sistem pernapasan. Lantas, apa saja organ penyusun sistem pernapasan beserta fungsinya?

Bernapas adalah salah satu proses atau cara manusia untuk bertahan hidup. Dalam proses ini, tubuh menghirup oksigen, kemudian oleh paru-paru diubah menjadi gas karbon dioksida, yang selanjutnya dikeluarkan kembali oleh tubuh.

Terdapat beberapa organ tubuh penyusun sistem pernapasan yang masing-masing memiliki fungsi penting, seperti hidung dan paru-paru.

Sebagian besar orang hanya mengetahui dua organ itu saja yang berperan dalam sistem pernapasan.

Padahal, masih banyak jenis organ tubuh lainnya yang berperan penting dalam sistem pernapasan. Beberapa organ tersebut di antaranya:

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Flek Hitam di Wajah, Cara Alami hingga Modern

1. Hidung

Hidung merupakan organ awal dalam sistem pernapasan. Pasalnya, udara pertama kali masuk dan keluar melalui organ ini. Oleh sebab itu, hidung kerap disebut sebagai pintu masuk dan keluarnya udara.

Melalui hidung, manusia menghirup oksigen yang kemudian disalurkan ke organ lainnya. Organ ini memiliki bagian penting, yakni bulu hidung.

Bulu hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk. Sehingga, kotoran seperti debu halus akan tertahan di bagian tersebut dan tidak dapat masuk ke dalam paru-paru.

2. Faring

Faring merupakan tenggorokan bagian atas pada manusia yang bentuknya menyerupai tabung. Organ ini terletak di belakang rongga hidung.

Faring memiliki fungsi penting yakni menyalurkan udara yang masuk dari hidung ke trakea.

Fungsi lain dari organ ini adalah untuk memisahkan udara dari makanan dan minuman. Tujuannya, agar makanan dan minuman tidak masuk ke dalam sistem pernapasan.

Di dalam faring terdapat isthmus yang berfungsi membantu manusia bernapas melalui hidung dan mulut.

3. Epiglotis

Epiglotis merupakan katup yang termasuk dari salah satu struktur tulang rawan yang membentuk laring. Tulang rawan ini terletak di antara pintu masuk laring dan lidah. Bentuknya seperti daun yang dilapisi dengan lendir.

Epiglotis berfungsi untuk menutup batang tenggorokan saat menelan makanan atau minuman.

Tujuannya, agar makanan dan minuman yang masuk ke dalam tenggorokan tidak masuk ke dalam jalur pernapasan yang akhirnya akan mengakibatkan gagal napas.

4. Laring

Laring merupakan salah satu organ pernapasan yang membawa udara menuju trakea. Fungsi dari organ ini adalah untuk melindungi saluran pernapasan setelahnya, trakea, dengan menutup secara cepat, sehingga mencegah kotoran atau benda asing masuk ke saluran napas.

Secara vertikal, laring terletak di antara trakea dan akar lidah. Organ ini terdiri dari tiga struktur, yakni tulang rawan, ligamen, dan otot.

Laring tersusun dari kartilago besar yang tidak berpasangan dan kartilago kecil yang berpasangan. Kartilago besar terdiri dari 3 jenis, yakni cricoid, thyroid, dan epiglottis. Sementara itu, 3 jenis kartilago kecil yang berpasangan adalah arytenoids, corniculate, cuneiform.

5. Trakea

Trakea merupakan salah satu organ pernapasan yang terletak di bawah laring dan berakhir di tengah dada.

Organ ini berbentuk seperti tabung dan termasuk organ pernapasan paling bawah, sama seperti bronkus, bronkiolus, alveolus dan paru-paru.

Otot dan tulang rawan berbentuk cincin menjadi penyusun organ ini. Fungsi tulang cincin tersebut ialah untuk membantu udara keluar dan masuk dengan lancar.

Trakea memiliki fungsi penting bagi sistem pernapasan. Fungsi pertama adalah sebagai penghubung untuk membawa udara menuju paru-paru.

Namun, sebelum udara tersebut masuk ke paru-paru, organ ini akan melembapkan dan menghangatkannya terlebih dahulu.

Fungsi kedua adalah sebagai tameng untuk menangkal benda asing yang akan masuk ke dalam tubuh.

Hal ini dikarenakan organ ini memiliki bulu halus yang disebut silia sehingga bakteri, jamur, dan virus yang mencoba masuk akan terperangkap di dalam lendir.

Selain sebagai bagian dari sistem pernapasan, laring juga memiliki fungsi penting dalam sistem pencernaan, yakni melancarkan pencernaan dengan memberikan jalan pada makanan yang masuk melalui kerongkongan.

Baca juga: 9 Cara Menghilangkan Bruntusan, Bahan Alami hingga Kimia

6. Tabung bronkial

Tabung bronkial merupakan salah satu organ pernapasan yang memiliki bentuk seperti tabung.

Di dalam organ ini, terdapat rambut kecil yang disebut dengan silia. Ia bergerak secara bergelombang dan memiliki fungsi penting.

Fungsi dari gerakan silia tersebut adalah untuk membuat lendir seperti dahak untuk keluar ke tenggorokan. Tujuannya, untuk mencegah debu masuk ke dalam paru-paru.

7. Bronkus

Bronkus merupakan salah satu organ pernapasan yang berbentuk otot lunak dengan tulang rawan di dindingnya sehingga membuat posisinya tetap stabil.

Organ ini adalah saluran pernapasan yang membawa udara dari trakea menuju paru-paru. Adapun bagian-bagian dari bronkus adalah otot polos, tulang rawan, dan selaput lendir.

Bronkus juga menjadi tempat udara mengalir ke paru-paru, serta sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Bronkus memiliki ragam fungsi penting, salah satunya adalah sebagai organ pernapasan.

Fungsi organ ini dalam sistem pernapasan yakni mengatur jumlah oksigen yang masuk ke dalam paru-paru, serta memastikan apakah karbon dioksida sudah benar-benar keluar atau belum, sehingga tidak tercampur dengan oksigen.

Fungsi lainnya adalah untuk mencegah debu dan benda asing yang akan mencoba masuk ke dalam paru-paru, serta membantu mencegah peradangan dengan dahak yang dihasilkan.

8. Bronkiolus

Bronkiolus adalah batang cabang tenggorokan yang terletak setelah trakea dan sebelum paru-paru. Organ ini termasuk bagian dari sistem pernapasan bagian bawah dengan bentuk sangat kecil.

Di dalam bronkiolus juga terdapat silia yang berfungsi untuk mengeluarkan debu dan benda asing yang akan masuk ke dalam saluran pernapasan.

Fungsi utama dari organ ini adalah sebagai tempat pertukaran gas. Ia juga berfungsi untuk menyalurkan udara dari bronkus menuju alveolus.

Fungsi lain dari bronkiolus adalah sama seperti bronkus yakni mengontrol jumlah udara yang akan masuk ke dalam paru-paru. Sebab, manusia tidak bisa menentukan seberapa banyak udara yang dihirup melalui hidung.

9. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ pernapasan yang cukup dikenal oleh sebagian orang. Organ ini berjumlah sepasang dan terletak di dalam tulang rusuk.

Di dalam paru-paru, udara atau oksigen akan tertampung sebelum akhirnya disalurkan ke seluruh tubuh. Penyaluran oksigen ini terjadi melalui aliran darah yang dibantu oleh jantung untuk memompanya.

Fungsi utama dari paru-paru adalah sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Selain itu, organ ini juga berperan dalam sistem ekskresi, yakni mengeluarkan zat sisa berupa air dan karbon dioksida.

10. Alveolus

Alveolus merupakan gelembung kecil yang menjadi bagian dari paru-paru. Organ ini berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

Terdapat tiga sel penyusun alveolus, yang pertama adalah pneumosit tipe 1 yang memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran gas.

Kedua, pneumosit tipe 2 yang berfungsi untuk memproduksi dan mengeluarkan surfaktan paru-paru. Terakhir, ada magkrofag alveolar yang berfungsi untuk mengangkut sel mati dan bakteri keluar lagi jalur pernapasan.

Cara menjaga organ pernapasan tetap sehat

paru-paru sehat

(foto: pixabay/alfcermed)

1. Jauhi kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat meningkatkan kanker paru-paru. Namun sejatinya, ketahuilah bahwa itu bukan satu-satunya penyakit yang bisa disebabkan karena merokok.

Kebiasaan merokok juga dikaitkan dengan sebagian besar penyakit paru -paru, termasuk COPD, fibrosis paru idiopatik, dan asma serta membuatnya lebih parah.

Setiap kali kamu merokok, kamu menghirup ribuan bahan kimia ke paru -paru, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan tar. Zat racun tersebut dapat merusak paru-paru dan membuatnya sulit membersihkan diri.

2. Sering bernapas dalam-dalam

Bernapas dapat membantumu membersihkan paru-paru. Bernapas dalam-dalam dapat membantu membersihkan paru-paru dan menciptakan pertukaran oksigen secara menyeluruh.

Latihan pernapasan dapat membuat paru-paru bekerja lebih efisien.

Untuk mencobanya sendiri, duduklah di suatu tempat dengan tenang, dan perlahan-lahan bernapas melalui hidung. Lalu bernapaslah setidaknya dua kali lebih lama melalui mulut.

Napas dangkal berasal dari dada, dan napas yang lebih dalam berasal dari perut, tempat diafragma berada.

3. Mencegah infeksi

Bakteri penyebab infeksi bisa sangat berbahaya bagi sistem pernapasanmu, terutama paru-paru.

Cara terbaik untuk menghindari infeksi paru-paru adalah menjaga tangan tetap bersih dan hindari menyentuh wajah sesering mungkin.

Sedangkan untuk menjaga kesehatan dari dalam, kuatkan sistem imun tubuh dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin.

Tubuh yang kuat akan dapat melawan bakteri penyebab infeksi. Jika perlu, lakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

4. Hindari polusi

Polusi udara mengandung zat kimia berbahaya yang bisa ikut terhirup saat bernapas.

Di zaman seperti sekarang, banyak tempat yang sudah terkontaminasi dengan udara kotor mengingat kegiatan industri yang berkembang cepat.

Polusi udara dalam dan luar ruangan dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki penyakit paru-paru karena dapat membuatnya lebih parah.

Polusi udara dapat mengiritasi atau bahkan menghancurkan jaringan paru-paru.

Oleh sebab itu, hindari terlalu sering berada di laur ruangan yang berpolusi. Jika memang harus keluar, gunakanlah masker.

5. Perhatikan kesehatan pernapasan selama bekerja

Sebagian orang yang bekerja di lingkungan kerja tertentu seperti bidang konstruksi dan pertambangan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit paru-paru.

Oleh sebab itu, jika kamu salah satunya maka sebaiknya lindungi kesehatan paru-parumu.

Ketika diharuskan menghabiskan banyak waktu bekerja di sekitar debu, asbes, atau bahan kimia maka pakailah pakaian pelindung termasuk masker gas dan pastikan ruang ventilasi di area kerja cukup.

Akhir kata

Demikianlah 10 organ penyusun sistem pernapasan beserta fungsinya dan cara menjaganya. Mengingat pentingnya fungsi organ tersebut, sebaiknya kita harus selalu menjaga dan merawatnya, agar tidak menimbulkan dampak buruk seperti penyakit berbahaya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.