teknologi

7 Kegunaan Google Scholar yang Belum Banyak Diketahui

Penulis:   | 

Ada banyak layanan internet yang bisa diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, salah satunya adalah google scholar. Tak banyak orang tau apa itu google scholar dan kegunaannya.

Google scholar merupakan layanan yang dIciptakan oleh google khusus untuk pelajar, mahasiswa, maupun tenaga pengajar untuk mencari sumber referensi serta informasi terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Layanan yang kerap disebut dengan google cendekia ini memiliki peran yang cukup penting bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir berkaitan dengan ilmiah atau hasil penelitian.

Perlu diketahui bahwa Google scholar hanya berisi tentang rujukan akademis saja, sehingga kamu harus hati-hati dalam mencari rujukan yang sesuai dan berbobot.

Berikut adalah beberapa kegunaan google scholar yang mungkin banyak belum diketahui, diantaranya:

Baca juga: 10 Aplikasi Translate Bahasa Arab, Translate Arab-Indonesia Jadi Mudah

1. Sebagai tempat untuk mencari artikel dan jurnal

7 Kegunaan Google Scholar yang belum banyak Diketahui

(foto: istockphoto)

Ketika seorang pelajar ataupu mahasiswa menulis sebuah karya ilmiah, tentu saja harus mencantumkan jurnal ataupun artikel sebagai referensi atau acuan.

Akan tetapi, tidak semua artikel atau jurnal bisa digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Sebab, hanya artikel atau jurnal resmi dan terpercaya saja yang bisa kamu cantumkan dalam karya ilmiahmu.

Google scholar bisa membantumu dalam mencari referensi yang kamu butuhkan. Pasalnya, di dalamnya terdapat banyak artikel maupun jurnal resmi yang bisa dipercaya dan dipertangungjawabkan kebenarannya.

Caranya, kamu hanya perlu mengunjungi situsnya. Kemudian ketik kata kunci spesifik berdasarkan topik yang akan kamu bahas di bar pencarian.

Kemudian, akan muncul beberapa artikel atau jurnal yang isinya relevan dengan topik pembahasan yang kamu cari.

Hasil yang muncul biasanya yang kerap dikutip oleh pelajar, mahasiswa ataupun tenaga pengajar.

Jika hasil yang muncul tidak sesuai dengan apa yang kamu cari, maka kamu bisa mencarinya dengan fitur advanced search. Sebab, fitur tersebut akan membantumu mendapatkan hasil pencarian yang lebih spesifik.

2. Sebagai media publikasi yang ekonomis

7 Kegunaan Google Scholar yang belum banyak Diketahui

(foto: istockphoto)

Jika kamu seorang penulis atau peneliti, pasti kamu ingin menerbitkan karya tulisanmu dalam bentuk cetak ataupun online.

Jika melalui cetak, maka kamu harus mengeluarkan biaya yang tidak murah. Sebab, selain mencetak kamu juga harus menggandakan serta mempublikasikannya.

Akan tetapi, jika kamu ingin menerbitkan hasil karya tulis atau penelitianmu dengan biaya ramah di kantong, kamu bisa menggunakan google scholar. Pasalnya, fitur ini bisa dijadikan sebagai media publikasi yang bernilai ekonomis.

Dikatakan ekonomis karena untuk mengaksesnya tidak memerlukan biaya sedikitpun alias gratis.

Namun, jika dokumen karya ilmiahmu terlalu tinggi, maka diperlukan pembelian hak akses dengan sedikit mengeluarkan biaya.

3. Mencari artikel terkait

7 Kegunaan Google Scholar yang belum banyak Diketahui

(foto: istockphoto)

Ketika kamu sudah menemukan referensi artikel atau jurnal yang cocok dengan topik pembahasan namun hasilnya masih masih belum sempurna, kamu bisa mencari artikel terkait untuk menyempurnakannya.

Caranya, kamu hanya perlu mengklik tautan “related articles” yang ada di bawah artikel yang sudah kamu temukan.

Setelah kamu klik, maka akan muncul beberapa artikel serupa dengan nama penulis yang sama, memiliki judul yang mirip, dan menggunakan kata kunci yang sama.

4. Menyusun daftar pustaka

7 Kegunaan Google Scholar yang belum banyak Diketahui

(foto: istockphoto)

Ketika membuat sebuah karya ilmiah, pasti kamu akan mengutip beberapa informasi tambahan dari beberapa buku atau jurnal resmi. Tentunya, nama buku atau jurnal yang kamu gunakan harus dicantumkan di dalam daftar pustaka.

Sebagian besar orang yang sedang membuat karya ilmiah pasti merasa sangat jenuh ketika harus membuat daftar pustaka.

Pasalnya, dibutuhkan ketelitian dan penulisan herus benar mulai dari nama penulis, tahun terbit, nama penerbit, dan sebagainya.

Akan tetapi, ketika menggunakan google scholar, kamu tidak akan merasa jenuh lagi. Sebab, ia bisa membantumu dalam menyusun daftar pustaka dengan cepat.

Caranya, klik ikon tanda kutip yang terletak di bawah artikel. Kemudian, akan muncul jendela citation sesuai format yang diinginkan seperti APA, MLA, Chicago, dan Harvard. Terakhir, hasilnya bisa kamu salin ke Microsoft Word.

Baca juga: 10 Cara Menambah Subscriber YouTube, Makin Tenar dengan Cara Ini

5. Bisa mendapatkan informasi terkini

informasi terkini

(foto: istockphoto)

Jika kamu termasuk salah satu orang yang gemar membuat karya ilmiah dengan mengangkat tema tentang isu yang sedang berkembang alias up to date, kamu bisa menggunakan google scholar.

Pasalnya, fitur ini bisa kamu atur untuk mendapatkan informasi terkini dari artikel atau jurnal yang baru saja diterbitkan berdasarkan kata kunci yang sudah kamu tulis, yakni dengan cara mengatur alert.

Caranya, pilih menu alerts dengan simbol amplop yang berada pada sidebar. Kemudian, klik create alert untuk memasukkan kata kunci pada alert query.

Kamu bisa memilih ingin melihat 10 atau 20 kali hasil pencarian yang nantinya akan dikirimkan melalui emailmu.

Dengan demikian, kamu akan selalu mendapatkan informasi terkini mengenai topik penelitian yang kata kuncinya sudah kamu tulis sebelumnya.

Sehingga, topik karya ilmiahmu selalu berkembang dan tidak perlu takut ketinggalan lagi jika ada buku atau jurnal yang baru terbit.

6. Membuat perpustakaan pribadi

perpustakaan pribadi

(foto: istockphoto)

Ketika kamu mencari artikel ataupun jurnal untuk topik penelitianmu dan ditemukan lebih dari satu artikel, maka kamu tidak perlu mengunduhnya semua.

Pasalnya, kamu bisa tetap menyimpannya pada google scholar dengan cara membuat perpustakaan pribadi yang isinya artikel atau jurnal yang sudah kamu cari.

Caranya, kamu hanya perlu klik gambar bintang yang ada di bawah hasil pencarian. Kemudian, artikel tersebut nantinya akan tersimpan di dalam perpustakaan.

Untuk mengaksesnya, cukup dengan meng-klik tulisan my library yang terdapat pada sidebar. Kamu bisa mengaturnya dengan memberi label jika artikel atau jurnal berasal dari sumber yang sama.

7. Menyortir artikel atau jurnal

Menyortir artikel atau jurnal

(foto: istockphoto)

Di dalam google scholar terdapat ribuan hingga jutaan artikel atau jurnal dengan topik pembahasan yang berbeda, tahun berbeda, dan penulis yang berbeda.

Agar kamu tidak bingung dengan hasil pencarian yang teramat banyak, kamu bisa menyortirnya dengan mudah berdasarkan tahun penerbitan serta artikel ilmiah yang kamu butuhkan.

Dengan demikian, kamu akan menghemat waktu karna tidak perlu membaca semua artikel yang keluar, sehingga, kamu tidak akan merasa pusing dan bingung lagi.

Akhir kata

Demikianlah beberapa kegunaan google scholar yang mungkin masih belum banyak diketahui. Sebenarnya, google scholar sangatlah penting dan membantu dalam pembuatan sebuah karya ilmiah.

Jika peneliti dulu lebih banyak mengutip pada sebuah buku yang memakan waktu dan biaya tidak sedikit, kali ini cukup dengan menggunakan layanan google scholar yang menawarkan banyak kemudahan dalam mencari sumber karya ilmiah, maka mengutip menjadi sangat mudah.

Oleh sebab itu, akan sangat sayang jika tidak digunakan dengan baik. Selain penggunaannya cukup mudah, google scholar juga bisa diakses tanpa biaya alias gratis.

Apakah kamu termasuk pengguna Google scholar? Jika iya, selamat kamu sudah menjadi kaum milenial yang tidak ketinggalan teknologi. Jika belum, tidak apa-apa. Masih banyak waktu untuk mencobanya

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.