inspirasi
8 Fakta Henna yang Melambangkan Kebahagiaan Pengantin
Tak banyak yang tau mengenai fakta henna yang kerap digunakan oleh sebagian besar orang, terutama pengantin wanita.
Henna digunakan pada telapak tang yang dihias dalam berbagai macam bentuk. Tujuannya, agar telapak tangan terlihat lebih cantik dan indah saat dipandang,
Penggunaan hena biasanya hanya pada hari kebahagian saja, salah satunya adalah pesta pernikahan, umumnya, sang mempelai wanita akan meminta para seni henna untuk melukis tangannya seindah mungkin.
Ada dua macam warna henna, yakni merah dan putih. Namun, untuk henna warna putih bukanlah terbuat dari daun pacar seperti pada henna merah, sehingga mudah luntur dan hanya bertahan selama 2 hingga 3 hari saja.
Bagi kamu yang masih belum tahu mengenai fakta henna, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Baca: 11 Warna Cat Rumah untuk Tampilan Minimalis
1. Sejarah henna digunakan oleh pengantin Timur Tengah

(foto: istockphoto)
Pada awal kemunculan nya, henna dipakai oleh calon mempelai pengantin wanita di wilayah Timur Tengah, serta India dan Pakistan.
Bahkan, menghias tangan dengan henna menjadi ritual yang sacral dan wajib untuk dilakukan. Dalam ritual tersebut, calon mempelai wanita akan dikelilingi oleh kerabat perempuan.
Salah satu dari mereka seperti tante atau bibi yang memiliki keahlian dalam seni melukis, akan mengambil alih tugas sebagai penghias henna pada tangan sang memperlai wanita.
Tidak hanya mempelai wanita, telapak tangan para kerabat wanita juga akan dihias dengan henna namun desain ukirannya lebih sederhana.
Namun, di jaman serba modern seperti saat ini, pengantin wanita akan memanggil jasa lukis henna yang kemudian akan dibayar setelah melaksanakan tugas tersebut.
2. Henna dalam catatan sejarah

(foto: istockphoto)
Saat pertama kali diciptakan, henna berbentuk serbuk berwarna hijau gelap yang terbuat dari bahan dasar daun pacar.
Perlu diketahui bahwa henna sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu di beberapa negara, seperti Pakistan, Afrika, Timur Tengah, dan India.
Karena berada di lingkungan gurun yang memiliki suhu panas, orang sekitar menggunakan serbuk ini sebagai campuran mandi untuk mendinginkan tubuh.
Namun, ratu Cleopatra kemudian menjadi orang pertama yang mengetahui adanya unsur dekoratif pada tanaman pacar tersebut.
Kemudian, ratu Mesir tersebut kerap menggunakan henna untuk menghiasi kuku dan juga tubuhnya.
Fakta lainnya adalah bahwa henna juga seringkali digunakan untuk menghias kuku mumi sebelum akhirnya dikuburkan.
Setelah itu, popularitas henna kian meningkat, sampai akhirnya penduduk India menjadikan pemakaian henna sebagai tradisi yang harus dilakukan sebelum dilangsungkan pesta pernikahan.
Mereka menganggap bahwa telapak tangan pengantin wanita yang dihias dengan henna menandakan bahwa kuatnya tanda cinta diantara mereka.
3. Kepercayaan mengenai henna pengantin

(foto: istockphoto)
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa di India terdapat sebuah tradisi pemakaian henna sebelum acara sakral pernikahan dimulai.
Dalam tradisi tersebut, calon mempelai wanita akan menghias tangannya. Dalam hiasan tersebut diberi satu huruf berupa inisial calon pengantin pria.
Kemudian, calon pengantin pria akan mencari dan menemukan inisial namanya di lukisan tangan di calon pengantin wanita.
Tradisi tersebut bertujuan agar terjalin keakraban antara sepasang pengantin baru, apalagi bagi mereka yang menikah karena perjodohan.
Uniknya, dibalik warna henna yang sudah dipersiapkan, terdapat arti yang cukup penting. Jika henna yang dipakai kan berwarna gelap, tandanya sang calon pengantin wanita akan mendapatkan banyak cinta tulus dari calon suami dan keluarga mertuanya.
4. Popularitas henna di Indonesia

(foto: istockphoto)
Hingga saat ini, banyak pengantin wanita menghias tangannya dengan henna saat pesta pernikahan. Meski tidak melakukan tradisi seperti yang dilakukan oleh masyarakat India, namun pemakaian henna dianggap penting untuk menyempurnakan sebuah pernikahan.
Tidak ada yang tahu sejak kapan henna mulai populer di Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa henna diperkenalkan oleh masyarakat Timur Tengah yang tengah berkunjung ke Indonesia.
Tidak hanya pada saat pesta pernikahan, pemakaian henna juga dilakukan menjelang idul fitri. Rupanya, tradisi tersebut sudah ada di negara Arab Saudi dan Pakistan.
Tujuannya adalah untuk merayakan hari hari lebaran sebagai hari kemenangan, sehingga mereka mengungkapkan rasa suka cita melalui lukisan henna di telapak tangan.
Baca: Fakta Hot Pot yang sangat Menarik untuk Diketahui
5. Henna dipakai sebagai persiapan untuk kematian

(foto: istockhoto)
Pada tahun 1930, terdapat dua orang martir dari peristiwa Revolusi Al-Buraq yang akan di eksekusi mati oleh Inggris.
Sebelum eksekusi itu berlangsung, kedua martir tersebut mewarnai telapak tangan mereka dengan henna.
Rupanya, menghias telapak tangan dengan henna sebelum dieksekusi karena mereka memiliki tujuan, yakni sebagai simbol kebahagiaan karena akan gugur sebagai martil.
Mereka mendapatkan inspirasi dari tradisi yang dilakukan oleh masyarakat India, yakni memakai henna pada saat sebelum acara pernikahan sebagai simbol kebahagiaan antara sepasang pengantin.
6. Perbedaan antara henna warna merah dan putih

(foto: istockphoto)
Seiring perkembangan jaman, henna kini tersedia dalam dua pilihan warna, yakni merah dan putih.
Henna merah terbuat dari bahan dasar daun pacar yang dihaluskan hingga membentuk seperti pasta. Jika diaplikasikan pada tangan, daun tersebut akan meninggalkan warna merah pada kulit.
Sementara, henna putih terbuat dari campuran bahan kimia walau diklaim menggunakan bahan murni. Sebab, jika hanya menggunakan bahan murni, ia tidak akan bisa menempel pada kulit.
Selain itu, henna putih bukanlah henna sebenarnya.ia hanya cat tubuh yang jika digunakan akan menempel pada kulit. Tidak hanya itu saja, jenis henna ini juga tidak akan bertahan lama, berbeda dari henna merah.
Henna putih hanya bertahan sekitar 2 hingga 3 hari saja. Meski demikian, henna putih bebas lateks sehingga dapat dikenakan sepanjang hari.
7. Efek samping penggunaan henna

(foto: istockphoto)
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa henna terbuat dari bahan alami, yakni daun pacar yang dihaluskan. Dengan demikian, sangat aman jika diaplikasikan pada kulit.
Namun, tidak ada salahnya jika tetap waspada. Sebab, ada efek samping yang juga mengintai, salah satunya adalah timbulnya alergi pada kulit.
Tanda-tanda iritasi pada kulit yang disebabkan oleh henna, diantaranya mengelupas, gatal-gatal, kemerahan, bahkan timbul luka yang sangat perih.
Walaupun efek samping tersebut tidak terjadi pada setiap orang yang memakainya, namun ada baiknya jika selalu berhati-hati dan waspada dalam mengaplikasikannya pada kulit.
Biasanya, efek samping tersebut timbul akibat adanya campuran bahan kimia yang terdapat di dalam henna. Oleh sebab itu, pilihlah henna yang benar-benar aman dan bebas dari kandungan bahan kimia berbahaya.
8. Tips menggunakan henna

(foto: istockphoto)
Jika kamu tertarik menggunakan henna, maka sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut agar pemakaian henna bisa berjalan dengan lancar.
Pertama, pastikan terlebih dahulu kondisi kulitmu. Jika kulitmu sensitif, maka sebaiknya hindari pemakaian henna agar tidak menimbulkan efek samping seperti gatal-gatal hingga luka pada kulit.
Sebaiknya, orang yang memiliki riwayat penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan lainnya, hendaknya tidak memakai hiasan tangan ini.
Setelah itu, sebelum melukisnya, sebaiknya tes terlebih dahulu sedikit cairan henna di kulit. Diamkan selama kurang lebih dua menit. Jika timbul reaksi seperti gatal, ruam, dan kemerahan, maka hentikan penggunaannya.
Jangan lupa untuk menggunakan produk henna yang sudah terjamin kualitasnya dan menggunakan bahan alami.
Nah, itulah beberapa fakta henna yang mungkin masih belum diketahui oleh banyak orang, setelah mengetahui fakta henna di atas, apakah kamu tertarik untuk mencobanya?














0 comments