inspirasi

25 Kutipan Romantis Sapardi Djoko Damono yang Bikin Meleleh

By  | 

Nama Sapardi Djoko Damono begitu di kenal di dunia sastra Indonesia. Ia merupakan salah satu pakar sastra, kritikus sastra dan pastinya pembuat karya sastra terbaik.

Sapardi  lahir pada 1940 dan lahir di Solo. Ia sendiri merupakan lulusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Ia pernah melakukan kajian kemanusiaan di University of Hawaii Amerika Serikat. Pada 1980, Sapardi Djoko Damono mendapatkan gelar doktor dan ilmu sastra dengan disertasi dengan judul Novel Jawa.

Pada 1995, ia pun diangkat menjadi guru besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Tak hanya berperan sebagai dosen, Sapardi juga aktif di berbagai lembaga sastra dan seni.

Ia pernah menjadi Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia Jakarta, redaksi majalah sastra Horison, Sekretaris Yayasan Dokumentasi Sastra HB Jassin, anggota Dewan Kesenian hingga anggota Badan Pertimbangan Perbukuan Balai Pustaka.

Pada 1986, Sapardi mengemukakan bahwa pentingnya ada organisasi profesi kesastraan di Indonesia. Akhirnya pada 1988, ia mendirikan sebuah organisasi yang diberinama Himpunan Sarjana-Kesusasteraan Indonesia.

Ia terpilih sebagai Ketua Umum organisasi ini selama tiga periode. Tak hanya berperan aktif dalam perkembangan sastra di dalam negeri, Sapardi juga kerap menghadiri beberapa pertemuan sastra Internasional.

Beberapa acara seperti Translation Workshop dan Poetry International di Rotterdam, Belanda hingga Seminar on Literature and Social Exchange in Asia di Australia National University Canberra, dan lainnya.

Sapardi Djoko Darmono dimasukkan dalam kelompok pengarang Angkatar 1970-an. Sebagai cendekiawan muda, karya Sapardi begitu jelas dalam puisi terutama dalam hal susunan formalnya. Ia disebut sebagai penyair yang kreatif dan karyanya begitu orisinil.

Puisi Sapardi Djoko Damono banyak dikagumi karena banyak kesamaan dengan yang ada dalam persajakan Barat yang disebut simbolisme sejak akhir abad ke-19. Maka, jangan heran bila karyanya bahkan masih dikenal hingga sekarang.

Salah satu genre karyanya yang begitu terkenal adalah kata-kata romantis. Berikut sederet kutipan romantis yang ditulis oleh seorang Sapardi Djoko Damono. Siapa saja yang membacanya pasti akan meleleh dan merasakan keromantisan yang begitu mendalam.

Baca juga: 25 Kata-kata Bijak Menginspirasi dari Nelson Mandela

1. “Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.”

2. “Pada suatu hari nanti, jasadku tidak ada lagi. Tapi dalam bait-bait sajak ini tak akan kurelakan kau sendiri.”

3. “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikan tiada.”

4. “Barangkali hidup adalah doa yang panjang dan sunyi adalah minuman keras. Ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga: ia pun bergegas.”

5. “Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar mengurus orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi kupu-kupu.”

6. “Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa. Tapi, yang fana adalah waktu, bukan? tanyamu. Kita abadi.”

7. “Aku musafir yang sedang mencari air, kamu sungai yang melata di bawah padang pasir.”

8. “Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya siapa gerangan yang telah mengutusnya.”

25 Quotes Romantis dari Sapardi Djoko Damono yang Bikin Meleleh

(foto: freepik/denamorado)

9. “Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar mengurus orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi kupu-kupu.”

10. “Kita tak akan pernah bertemu; Aku dalam dirimu. Tiadakah pilihan Kecuali di situ? Kau terpencil dalam diriku.”

11. “Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, dibiarkannya yang tak terucapkan, diserap akar pohon bunga itu.”

12. “Tuhan merawat segala yang kita kenal dan juga yang tidak.”

13. “Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput.”

14. “Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang.”

15. “Mana ada hantu mau tinggal di kampung miskin yang kebanyakan warganya tidak doyan makan hantu?”

16.”Cemaskan aku kalau gugur daun demi daun lagi.”

17.”Katamu dulu kau takkan meninggalkanku. Omong kosong belaka! Sekarang yang masih tinggal hanyalah bulan yang bersinar juga malam itu dan kini muncul kembali.”

Baca juga: 30 Kata-kata Galau dari Novel yang Terangkai Indah

25 Quotes Romantis dari Sapardi Djoko Damono yang Bikin Meleleh

(foto: freepik/wirestock)

18. “Pohon-pohon masih tegak, mereka pasti mengerti dendam manusia yang setia tetapi tersisih ke tepi.”

19. “Baiklah, hari ini kita namakan saja ia ketakutan, atau apa sajalah.”

20.”Kita pun menyanyi selepas-lepasnya, sepasang kekasih yang tuli dan buta.”

21.”Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu.”

22. “Dalam diriku menggenang telaga darah, sukma namanya.”

23.”Di tengah ladang aku tinggal sendiri bertahan menghadapi matahari.”

24. “Barangkali sudah terlalu sering ia mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya.”

25. “MencintaiMu harus menjadi aku.”

Sapardi Djoko Damono memang layak untuk menjadi sosok yang begitu dikagumi dengan karya-karyanya. Kutipan  romantis yang diciptakan menunjukkan kemampuan sastranya yang memang patut diacungi jempol.