inspirasi

Uniknya Sand Dollar, Hewan Laut Berbentuk Koin yang Dapat Mengkloning Diri Sendiri

Penulis:   | 

Apa yang terlintas di benakmu ketika disebut Dollar? Kemungkinan besar pasti tentang mata uang. Bagaimana dengan Dolar Pasir atau Sand Dollar?

Sand Dollar adalah salah satu jenis hewan laut  yang berasal dari kelas Echinodermata. Meskipun memiliki gerakan lambat dan banyak ditangkapi manusia, tapi tidak punah sejak jutaan tahun lalu.

Ternyata hewan ini punya kemampuan unik, yakni dapat mengkloning diri sendiri sebagai respons terhadap suhu, makanan, dan predator.

Fisik Sand Dollar terlihat agak aneh, berukuran kecil, berserakan pasir pantai, tapi mudah beradaptasi.

Baca juga: Rahmat Shigeru Ono, Tentara Jepang yang Bergerilya Membela Indonesia

Struktur tubuhnya mirip koin pipih melingkar dan bermotif  bunga

Uniknya Sand Dollar, Hewan Laut Berbentuk Koin dan Dapat Mengkloning Diri Sendiri

(foto: captivas)

Penamaan hewan kecil ini adalah berdasarkan kemiripan struktur tubuhnya dengan koin perak yang pipih dan melingkar.

Meskipun ada juga namanya dalam versi lain yang sedikit konyol dan identik dengan istilah-istilah makanan; landak kue, kue pasir, atau biskuit laut.

Untuk nama ilmiah Sand Dollar adalah Clypeaster reticulatus. Kata Clypeasteroida berasal dari bahasa Latin, ‘clypeus’ berarti perisai bundar dan ‘aster’ berarti bintang.

Tapi sebenarnya permukaan bagian atas tubuhnya berbentuk bunga dengan 5 kelopak (petals).

Struktur penyusun tubuhnya yang berdiameter 5-10 cm terlihat unik. Motif kelopak bunga adalah pori-pori pada cangkang yang mendorong pertukaran gas untuk pernapasan.

Sand Dollar dapat ditemukan di pantai-pantai seluruh dunia, termasuk Indonesia

Uniknya Sand Dollar, Hewan Laut Berbentuk Koin dan Dapat Mengkloning Diri Sendiri

(foto: pinterest)

Tubuhnya yang bulat, pendek, lamban, dan tak bertulang belakang diselimuti duri-duri kecil yang terlihat seperti beludru.

Durinya juga membantu untuk membersihkan diri dari parasit dan kotoran di antara pasir-pasir pantai. Saat bersih, dapat menyerap oksigen sebanyak mungkin di habitat air.

Sebagaimana makhluk hidup laut lain yang berukuran kecil, Sand Dollar juga hidup berkelompok pada dasar lautan.

Meski suka bersembunyi dan melindungi diri dari adanya predator dan arus yang besar, Sand Dollar banyak ditemukan hidup di tepian pantai. Habitatnya secara umum terletak pada wilayah berpasir dengan gelombang dan arus yang tenang.

Persebarannya banyak ditemukan di lautan kepulauan Karibia, Meksiko, Brazil, dan Amerika selatan. Karena mudah beradaptasi, hewan ini juga ditemukan di Indonesia.

Baca juga: Kisah Haru Pudori, Bocah Pemulung yang Bersahabat dengan Idol KPop

Mudah beradaptasi dan melindungi diri dengan cara unik

Uniknya Sand Dollar, Hewan Laut Berbentuk Koin dan Dapat Mengkloning Diri Sendiri

(foto: ledgerinsight)

Banyak hewan memiliki cara cerdik untuk bersembunyi dari predator. Sand Dollar muda membelah diri menjadi dua klon identik agar terhindar dari ancaman.

Untuk reproduksi, Sand Dollar betina melepaskan sel telur ke dalam air, kemudian secara bersamaan dibuahi oleh sperma jantan.

Sel telur yang telah dibuahi menetas, berubah menjadi larva yang belum terlihat seperti Sand Dollar dewasa.

Larva yang memiliki dua kelopak (petals) bermetamorfosis menjadi lima kelopak (petals). Jauh lebih lama dari spesies manusia, Sand Dollar sudah ada di bumi sejak 530 juta tahun lalu dan berevolusi dengan berbagai cara.

Fakta bahwa masa hidupnya begitu lama berarti hewan ini berhasil beradaptasi, tahan lama, dan menakjubkan. Manusia dapat mempelajari evolusinya untuk mempelajari lingkungan.

Sand Dollar sering ditangkap dan dikoleksi orang sebagai cinderamata

Hewan Laut Berbentuk Koin dan Dapat Mengkloning Diri Sendiri

(foto: 100directions)

Ketika hidup, hewan ini terlihat berwarna kemerahan, coklat, atau ungu. Jauh beda dengan saat sudah mati.

Terik matahari segera memutihkan warna cangkangnya yang kemudian berserakan di pantai. Masa hidupnya bisa mencapai lebih dari 10 tahun.

Tapi, kematian hewan laut ini bisa lebih cepat karena penangkapan yang tak ramah lingkungan, menggunakan pukat, atau ditangkap orang di area wisata sebagai cinderamata.

Beberapa orang tertarik mengoleksinya karena nilai filosofis dan sedikit mitos. Bahwa ‘bintang’ atau kelopal (petals) yang berujung lima adalah representasi dari Bintang Betlehem yang membimbing orang bijak kepada kedamaian.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.