film

Sinopsis Ayudia dan Jalan Pulangnya, Pencarian Ayah Kandung di Kota Lampung

Penulis:   | 

Ayudia dan Jalan Pulangnya hadir bertepatan dengan HUT Provinsi Lampung ke-57 pada 18 Maret 2021.

Film produksi Genia Visinema ini memang menyuguhkan berbagai kearifan lokal masyarakat Lampung.

Dibintangi nama-nama seperti Ameilia Pripalda, Muktar Kelana, Humaidi Abas, Deddy Sulaimawan.

Ini merupakan karya dari Komunitas Film Indie Pesawaran yang dibuat dengan tujuan memakmurkan Lampung dengan kreativitas di dunia sinema.

Meski film indie, Ayudia dan Jalan Pulangnya rupanya memakan budget cukup besar yang semuanya berasal dari komunitas.

Baca juga: Sinopsis Seaspiracy, Menyelami Hancurnya Ekosistem Laut Akibat Industri Perikanan

Film dengan durasi 88 menit ini akan mengisahkan tentang Ayudia, yang tinggal bersama om dan tantenya di Jakarta.

Suatu hari, Ayudia memutuskan untuk mencari ayah kandungnya yang bernama Samsuddin.

Karena tak banyak tahu tentang ayahnya, ia hanya berbekal ingatan pada laut, perahu dan lumba-lumba.

Ditemani Bayu dan Dije, Ayudia berusaha keras mencari Samsuddin mulai dari Teluk Kiluan Lampung.

Sinopsis Ayudia dan Jalan Pulangnya, Pencarian Ayah Kandung di Kota Lampung

(foto: genia visinema)

Ayudia dan Jalan Pulangnya diangkat dari kisah nyata. Lokasi syutingnya mengambil tempat-tempat ikonik di Jakarta dan Lampung.

Syuting dilakukan di Kota Tua Jakarta, Pasar Bambu Kuning, kampung adat Way Lima serta kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Wisata yang ditampilkan seperti Pantai Mahitam, Pulau Kelagian, Desa Pagar Jaya, Teluk Hantu, Pulau Wayang, dan Dermaga Ketapang.

Selain menyuguhkan kearifan lokal masyarakat Lampung, film ini juga menawarkan keharuan dari Ayudia yang kehilangan sosok ayahnya sejak kecil.

Kisahnya berpetualang dari tempat satu ke tempat lain mencari jejak Samsuddin akan menyentuh hati kamu.

Baca juga: Sinopsis Sandeep Aur Pinky Faraar, Kisah Pelarian Arjun Kapoor dan Parineeti Chopra

Bahasa yang digunakan dalam film Ayudia dan Jalan Pulangnya hampir separuhnya bahasa Lampung.

Ini adalah upaya dari komunitas kami untuk mengangkat budaya Lampung agar berkembang dan dikenal masyarakat secara luas.

Dengan dirilisnya film ini, Lampung diharapkan akan diperhitungkan di industri film nasional.

Selain masyarakat Lampung, film ini juga diharapkan mendapat pengakuan dari masyarakat khususnya penikmat film Tanah Air.