lifestyle

Mengenal Brain Fog, Kondisi Saat Pikiran Mendadak Linglung

Penulis:   | 

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa blank dan lupa dengan sesuatu yang akan dilakukan? Atau seperti mendadak linglung ketika sedang bicara dengan orang lain?

Keadaan pikiran yang lupa sesaat disebut dengan brain fog. Terjadinya bukan hanya saat seseorang berbicara, tapi juga saat melakukan suatu pekerjaan penting.

Beberapa orang akan sangat tidak nyaman karena hal ini karena memang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Mengenal Diet Keto, Tren Populer untuk Melangsingkan Badan

Bisa dialami oleh orang yang sedang mengalami kondisi mental yang lelah

Mengenal Brain Fog, Kondisi Saat Pikiran Mendadak Linglung

(foto: pixabay)

Brain fog merupakan suatu gejala yang bisa berpengaruh pada kemampuan untuk berpikir. Seseorang yang mengalaminya mungkin merasa kurang fokus, bingung dan agak kacau.

Bisa jadi mood-nya pun jadi berantakan gara-gara tidak bisa mengingat sesuatu yang seharusnya diucapkan atau dilakukan di dalam situasi penting.

Beberapa orang mengalaminya karena terkait dengan kondisi mental yang lelah. Brain fog bisa mengganggu fungsi kognitif misalnya;

  • masalah memori dan mood
  • pikiran yang tidak jernih
  • konsentrasi menurun
  • tidak mampu untuk fokus

Gejala yang muncul juga bisa terlihat seperti sedang stress sampai kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, walau tidak sampai berlangsung lama seperti pada kondisi psikis depresi.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan brain fog pada seseorang

Mengenal Brain Fog, Kondisi Saat Pikiran Mendadak Linglung

(foto: pixabay)

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kondisi brain fog, misalnya karena jam tidur, efek samping diet, sampai perubahan hormon.

1.Waktu tidur yang kurang atau justru berlebihan

Kurangnya jam tidur bisa berpengaruh pada banyak masalah kesehatan lainnya, misalnya masalah kinerja otak. Bukan hanya kurang tidur, tapi tidur yang berlebihan juga berefek kurang bagus untuk otak.

Lebih baik 7-8 jam setiap malam dengan waktu bangun yang konsisten. Sebisa mungkin kurangi minum kopi dan tidak main gadget saat memasuki waktu tidur.

2.Bisa dialami oleh orang yang sedang diet

Untuk orang yang punya alergi tertentu, seperti MSG, produk susu, dan kacang-kacangam juga berisiko mengalami kabut otak.

Sebaliknya, kekurangan zat vitamin B12 juga bisa memengaruhi fungsi otak. Hal ini biasanya dialami oleh orang yang sedang dalam program diet.

3.Karena perubahan hormon

Hormon yang berubah juga bisa menyebabkan brain fog, khususnya pada perempuan. Misalnya ketika hamil, hormone estrogen dan progesteron meningkat.

Perubahannya bisa berpengaruh pada memori dan bisa menganggu kognitif dalam jangka pendek. Selain hamil, masalah hormon juga dialami perempuan yang menopause.

Baca juga: Apa Itu Mochi Skin, Tren Kecantikan Ala Wanita Jepang

Bukan suatu kondisi medis yang fatal, tapi perlu ditangani dengan tepat 

Mengenal Brain Fog, Kondisi Saat Pikiran Mendadak Linglung

(foto: pixabay)

Sebenarnya brain fog bukanlah suatu kondisi medis yang fatal. Misalnya kamu pergi ke dapur dengan tujuan mengambil suatu barang, tapi sesampai di dapur malah tidak ingat apa yang akan diambil.

Atau barangkali pernah merasa sulit mengingat di mana kunci motor setelah selesai memakai tadi pagi. Bukankah hal tersebut sangat umum terjadi sehari-hari?

Sebagaimana halnya kabut, kondisi seperti ini munculnya hanya sesaat kemudian hilang.

Kondisi yang lupa mendadak adalah hal yang cukup wajar untuk manusia, tapi tetap saja tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Dengan mengetahui penyebabnya, maka tidak perlu terjadi risiko lebih parah karena sudah diberikan penanganan tepat.

Lalu bagaimana cara mengatasinya agar tidak semakin parah?

Mengenal Kondisi Saat Pikiran Mendadak Linglung

(foto: pixabay)

Untuk mengatasi brain fog tentu tergantung apa penyebabnya. Dalam situasi yang ringan, cara mengatasinya bisa dilakukan dengan cara memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, menghindari zat yang memicu alergi, dan tidur berkualitas.

Hal-hal rutin di bawah ini bisa dilakukan sebagai antisipasi.

  • Usahakan tidur berkualitas 7-8 jam di malam hari.
  • Tidak terlalu stres dan beri waktu diri sendiri untuk rileks.
  • Mengurangi minum kopi.
  • Rajin olahraga
  • Melatih otak dengan bermain puzzle atau teka teki yang bukan dari gadget.
  • Menekuni hobi.
  • Pastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang.

Jika gangguannya berlangsung lama, perlukah ke dokter? Jika kondisinya semakin mengganggu atau terlalu sering terjadi, alangkah baiknya segera periksa diri ke dokter.

Jika memang ada gejala masalah kesehatan yang lain bisa ditangani segera.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.