inspirasi

7 Kendaraan Tradisional Indonesia, Patut Dilestarikan

Penulis:   | 

4. Bentor

10 Kendaraan Tradisional Indonesia, Patut Dilestarikan

(foto: okezone)

Bentor merupakan kendaraan tradisional di Indonesia yang aslinya dari daerah Gorontalo. Memang orang-orang yang memakai bentor paling mudah ditemukan di daerah Sulawesi Utara.

Kendaraan tradisional yang satu ini bentuknya mirip becak, tapi memakai motor untuk bagian belakang. Meskipun tradisional, tapi sekarang sudah banyak bentor modifikasi.

Baca juga: Rebo Wekasan, Tradisi Jawa di Bulan Safar untuk Menolak Bala

5. Bemo

10 Kendaraan Tradisional Indonesia, Patut Dilestarikan

(foto: kompas)

Bemo adalah kendaraan beroda tiga yang dahulu pernah populer di Indonesia. Jenis kendaraan tradisional ini masih bisa dilihat di serial televisi legendaris berjudul Si Doel Anak Sekolahan.

Pada beberapa tahun setelah masa kejayaannya, bemo diganti oleh bajaj yang kini kita masih dapat melihatnya berlalu lalang di kota Jakarta.

6. Helicak

Helicak

(foto: idntimes)

Pernahkah kamu bayangkan helikopter disatukan dengan becak? Bahkan kalau kamu sulit membayangkan, helicak (helikopter becak) benar-benar pernah ada di Indonesia.

Kendaraan yang digunakan sebagai angkutan masyarakat Jakarta 1970-an ini berbentuk mirip helikopter.

Dahulu kendaraan helicak diperkenalkan oleh Gubernur Ali Sadikin untuk menjadi pengganti kendaraan becak yang dinilai kurang efisien.

Sebagaimana yang ada pada becak, pengemudinya ada di belakang. Untuk para penumpang duduk di bagian depan di dalam sebuah kerangka berbahan besi yang menutup penumpang dari risiko panas, hujan, panas, atau bahkan debu.

7. Ontang Anting

Ontang Anting

(foto: ayobandung)

Kendaraan tradisional bernama ontang anting berasal dari Bandung. Sekilas mirip seperti angkot dan odong-odong.

Masyarakat biasa menggunakannya sebagai transportasi menuju ke Kawah Putih. Dengan pintu terbuka, maka orang yang menaikinya bisa bebas melihat pemandangan di luar.

Itulah kendaraan tradisional yang ada di Indonesia dan masih layak dilestarikan sampai sekarang.

Halaman :

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.